Mobil Terbang

Teknologi bergerak makin cepat dan makin sulit diikuti. Industri otomotif mulai ada sejak 220 tahun yang lalu, ditandai mobil bertenaga uap pertama, yang dikembangkan di Birmingham, Inggris, oleh Lunar Society. Tak berapa lama muncul mesin bensin yang dibuat oleh Frederick William Lancester, yang juga berasal dari Birmingham.  Revolusi teknologi otomotive berlangsung cepat, hingga seperti yang kita rasakan sekarang ini. Kurangnya kecepatan dan kemampuan dalam menghadapi medan yang berbeda, membuat sarana transportasi darat dan laut masih memiliki kekurangan. Sekitar 30 tahun kemudian lahirlah pesawat terbang pertama yang berhasil dibuat dan digunakan.

Pertumbuhan penduduk yang pesat membuat makin perlunya akses transportasi yang lebih cepat dari masa ke masa. Tuntutan efisiensi menjadi tujuan utama dalam rangka menghadpi persaingan yang makin tajam. Orang-orang mulai membutuhkan sarana transportasi yang bisa digunakan pada segala moda ; moda transportasi darat yang bisa berfungsi sekaligus untuk alat transportasi laut dan udara. Jawaban akan kebutuhan multi-moda ini mulai terwujud dengan lahirnya beberapa generasi mobil terbang, yang dibuat oleh beberapa perusahaan penelitian dari beberapa negara pionir.

AEROMOBIL

Perusahaan ini berdiri tak lama setelah berakhirnya perang dingin, di negara Chekoslovakia (sekarang bernama Slovakia). Mobil terbang generasi pertama mereka dirilis tahun 1994, 4 tahun sejak mulai berdirinya perusahaan tersebut. Mobil terbang generasi I diberi nama AeroMobil 1.0, dan hingga kini sudah memasuki generasi ke-4, dengan produk siap pakai yang diberi nama AeroMobil 3.0.

AeroMobil merupakan mobil terbang yang bisa digunakan sebagai alat transportasi darat, yang sama baiknya dengan mobil-mobil lainnya. Sama halnya dengan bahan bakar yang digunakan opleh mobil-mobil biasa, mobil ini juga menggunakan bensin sebagai bahan bakar. Ukuran body yang sedikit lebih panjang dari mobil pribadi biasa memungkinkan AeroMobil bisa menggunakan lahan parkir yang normal. Hampir keseluruhan body AeroMobil 3.0 menggunakan bahan komposit yang ringan dan kuat. Mobil ini dilengkapi dengan peralatan avionik, autopilot, dan parasut pengaman.

TERRAFUGIA

Perusahaan Terrafugia didirikan tahun 2006 di Massachusetts, Amerika Serikat. 6 tahun kemudian, tepatnya di bulan Maret 2012, Terrafugia meluncurkan mobil terbang prototipe ke-2 mereka, yang diberi nama Transition®. Tak puas dengan Transition®, Terrafugia saat ini sedang mengembangkan tipe terbaru, yang diberi nama Terrafugia TF-XTM.

Hingga kini, sudah lebih dari 5 perusahaan riset yang khusus mengembangkan mobil terbang di seluruh dunia. Diperkirakan tak sampai 10 tahun lagi mobil terbang telah memasuki pasaran mobil di hampir seluruh negara. Bagaimana dengan Indonesia? Hingga kini industri mobil nasional belum terlihat taringnya. Semoga yang akan datang industri kita mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.