Usaha Daur-Ulang Limbah Elektronik

Usaha Daur-ulang Limbah Elektronik

Limbah elektronik adalah peralatan elektronika yang sudah tak terpakai, dibuang karena rusak atau memang telah usang. Tingkat konsumsi peralatan elektronika yang naik dari tahun ke tahun disebabkan oleh makin canggihnya teknologi elektronika.

Dunia elektronika makin merambah ke sektor-sektor yang sebelumnya bukan merupakan bidangnya, misalnya instrumen-instrumen kesehatan. Peralatan pengukur tekanan darah (tensimeter) dan termometer pengukur suhu yang 1 dekade sebelum ini masih menggunakan air raksa sebagai komponen pengukur, mulai digantikan oleh instrumen elektronika yang jauh lebih murah dan aman untuk digunakan. Komponen-komponen kendali di dunia otomotif dan penerbangan mulai dikuasai oleh instrumen elektronika.
Makin tingginya penggunaan komponen elektronika mengakibatkan terjadinya beberapa hal berikut ini :

  • Naiknya tingkat kebutuhan akan logam. 30% dari total berat peralatan elektronika umumnya berasal dari logam. Logam-logam yang digunakan dalam komponen peralatan elektronika umumnya logam-logam dasar yang memiliki harga cukup bagus, disamping logam-logam mulia yang digunakan pada peralatan elektronika untuk transmisi data berkecepatan tinggi, atau pun peralatan elektronika yang digunakan untuk situasi-situasi yang ekstrim (misalnya peralatan yang digunakan pada lingkungan yang bersifat asam, atau lingkungan dengan kadar garam yang tinggi).
  • Naiknya volume sampah dari peralatan elektronika yang telah dibuang. Di beberapa tempat, sampah-sampah ini di insinerasi untuk mengurangi volumenya. Insinerasi hanya bertujuan menghancurkan bagian-bagian yang terbuat dari polimer (misalnya bahan-bahan yang terbuat dari plastik).
  • Makin mahalnya harga bahan baku logam. Permintaan akan aneka logam untuk peralatan elektronika tidak mampu diatasi hanya dengan mengandalkan produksi dari pertambangan mineral logam saja. Oleh karena makin besarnya gap antara produksi dan pemakaian logam, maka tercipta slot industri / usaha daur-ulang limbah elektronik, yang persentasenya terhadap pemenuhan kebutuhan industri pemakai logam makin besar dari waktu ke waktu.

Processor Intel Pentium PRO Secara umum komponen peralatan elektronika mengandung logam tembaga antara 10% hingga 20% dari total berat peralatan elektronika tersebut, timah putih antara 2% – 5% total berat, feronikel (stainless steel) antara 2% – 5%, aluminium antara 2% – 5 %, dan logam-logam jenis lainnya.
Ebook “Pengolahan Limbah Peralatan Elektronika”, klik di sini.

Motherboard Komputer                                             Peralatan elektronika juga mengandung logam-logam mulia yang digunakan untuk antara lain :

  • Komponen-komponen IC pengatur (processor) pada peralatan elektronika digital.
  • Perlapis jalur konduktor pada papan PCB untuk peralatan elektronika yang memerlukan transmisi data yang akurat.
  • Bagian dari modulator dan demodulator pada peralatan komunikasi (misalnya pesawat telekomunikasi bergerak / HP).
  • Instrumen-instrumen pengukur yang membutuhkan hasil akurat dan tahan terhadap oksidasi.

Logam-logam mulia yang banyak digunakan pada peralatan elektronika antara lain ; emas (gold), perak (silver), palladium, platina, rhodium, dan sebagainya. Platina umumnya digunakan pada lidah-lidah instrumen penghubung (connector) bertegangan atau berarus tinggi ( misalnya untuk relay dan contactor), instrumen pengukur suhu pada suhu yang tinggi (misalnya thermocouple).

Usaha daur-ulang limbah elektronik, baik industri besar maupun home industry memiliki berbagai keunggulan dibanding industri pengolahan logam hasil proses penambangan.

Keunggulan yang didapat antara lain biaya produksi yang murah, bisa dilakukan dengan investasi yang sangat kecil (cocok untuk UKM), ketersediaan bahan baku yang berlimpah, dan tidak membutuhkan perijinan yang rumit.
Ebook “Pengolahan Limbah Elektronik”, klik di sini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.