Ekstraksi Merkuri dari Limbah Pengolahan Cinnabar Tradisional

Proses ekstraksi logam merkuri dari cinnabar  yang telah dilakukan secara tradisional (http://bestekin.com/2016/06/12/berbagai-cara-ekstraksi-merkuri-dari-cinnabar/) selama lebih dari 2 tahun di berbagai daerah, telah menghasilkan limbah yang memiliki volume mendekati 5000 ton, dimana limbah-limbah tersebut masih memiliki kandungan merkuri yang sangat tinggi (perkiraan kandungan merkuri tersisa dalam limbah masih berkisar antara 3% – 20%).

Penyulingan cinnabar yang dilakukan secara tradisional hanya mampu mengekstrak kurang dari 9o% dari total kandungan merkuri di dalam batuan, untuk batuan yang memiliki kadar merkuri tinggi, di atas 60%. Pada batuan berkadar rendah (di bawah 50%), persentase perolehan merkuri turun hingga di bawah 80% dari total kandungannya. Batuan cinnabar yang memiliki kadar sangat rendah (kandungan merkuri di bawah 20%), yang diolah menggunakan cara tradisional terbukti hampir tak mampu menghasilkan merkuri.

Banyaknya volume limbah merkuri yang ditimbun di berbagai sentra kerajinan penghasil logam merkuri tradisional merupakan bom waktu yang siap meledak di kemudian hari. Penanganan limbah ini haruslah melalui proses ekstraksi seluruh sisa merkuri di dalam limbah, sehingga selanjutnya limbah padat bisa dibuang dengan aman tanpa mencemari lingkungan sekitarnya.

Proses ekstraksi merkuri secara tradisional menggunakan tabung besi sebagai reaktor, dimana proses pemanasan dari luar menyebabkan terjadinya reaksi redoks antara mineral merkuri II sulfida dan logam besi, yang mengakibatkan tereduksinya merkuri II menjadi logamnya. Pada saat yang bersamaan, merkuri II mengoksidasi logam besi menjadi besi II, dimana pada proses ini terjadi perpindahan ion belerang dari merkuri ke besi. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :

HgS (s)  +  Fe (s)    ========>    Hg (s)  +  FeS (s)

Reaksi kimia di atas berlangsung terjadi akibat sentuhan fisik antara molekul HgS dan Fe pada suhu tinggi. Sementara, meskipun campuran antara tepung batu cinnabar dan serbuk logam besi diusahakan serata mungkin, tetap saja tak bisa menghasilkan campuran yang homogen. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya sisa cinnabar yang tak bereaksi, meskipun suhu di dalam tabung dinaikkan ke angka 12000 C.

Adanya campuran besi dan cinnabar membuka peluang terlapisinya sebagian dari serbuk logam besi dengan logam merkuri yang terperangkap dan gagal menguap. Ini menyebabkan tertinggalnya sebagian dari logam merkuri di dalam limbah.

Dari uraian 3 paragraf di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis merkuri yang tertinggal pada limbah padat terdiri dari lebih 2 jenis senyawa merkuri, yaitu senyawa merkuri II sulfida, merkuri oksida, logam merkuri, dan jenis senyawa merkuri lainnya. Dari jenis-jenis senyawa merkuri ini, senyawa merkuri II sulfida memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik dibanding logam merkuri dan senyawa merkuri oksida, dengan catatan limbah padat tak bersentuhan atau terendam larutan Na2S. Jika limbah padat terbuang ke perairan yang mengandung senyawa Na2S, maka sebagian merkuri II sulfida akan larut membentuk kompleks Na2HgS2.

Atas dasar beberapa uraian di atas, maka sudah seharusnya limbah pengolahan cinnabar yang dilakukan secara tradisional tersebut dinetralisir melalui proses ekstraksi total sisa merkuri dari limbahnya. Dibutuhkan teknik khusus untuk mengekstrak 99,9 % kandungan merkuri di dalam limbah. Teknik yang menghasilkan perolehan merkuri yang sangat tinggi ini menyisakan limbah padat yang hanya mengandung sekitar 0,0005% merkuri di dalamnya (sisa sekitar ±50 ppm merkuri di dalam limbah). Dibanding jumlah merkuri di dalam limbah pengolahan yang dilakukan secara tradisional yang masih berkisar 15.000 ppm – 100.000 ppm, maka nilai 50 ppm kandungan merkuri dalam limbah dapat dikatakan relatif aman bagi lingkungan. Agar kandungan merkuri yang masih tersisa di angka 50 ppm ini makin aman, kita bisa mengubah merkuri menjadi senyawa merkuri II sulfida, yang sangat stabil dan relatif ramah terhadap lingkungan.

Teknik ekstraksi merkuri dari limbah pengolahan tradisional bisa dibaca pada link berikut :  http://bestekin.com/metalurgi-mineral/e-book-metalurgi/cara-mengekstrak-sisa-merkuri-dari-limbah-pengolahan-cinnabar/.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.