Apakah Mirna Tewas Karena Racun Sianida ?

Perdebatan tentang apakah kematian Almarhumah Mirna diakibatkan sianida atau bukan masih terus berlangsung, bahkan setelah video CCTV di TKP diputar ulang selama berlangsungnya persidangan. Tim pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso mengklaim bahwa kematian Mirna bukan disebabkan sianida, merujuk dari keterangan beberapa saksi yang tak melihat langsung masuknya sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna.

Terlepas dari perdebatan tersebut, kita mencoba membedah apa yang terlihat di kamera cctv dengan ciri-ciri keracunan sianida yang dialami oleh seseorang. Ada satu kasus nyata dimana pelaku bunuh diri menuliskan fakta rasa dan tanda-tanda keracunan sianida, sesaat setelah korban menenggak racun tersebut. Fakta ini terjadi di India, seperti berita yang ditulis oleh Rajeev PI, pada tanggal 8 Juli 2006, atau 10 tahun sebelum munculnya kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Jessica. http://archive.indianexpress.com/news/-doctors-this-is-cyanide…-the-tongue-burns-it-tastes-acrid-/8089/1. Cuplikan kalimat yang ditulis oleh Prasad (pelaku bunuh diri) sesaat setelah meminum racun sianida sebagai berikut :

”Doctors, (this is) potassium cyanide. I have tasted it. It comes through slowly at the beginning, and then it burns, the whole tongue burns and feels hard. The taste is very acrid…I had read in some novel about killing a man discreetly with cyanide. It was smeared on the pages of a book that he was reading, and when he touched his tongue with his finger to turn the book’s pages, he died and no one suspected… I am now convinced how easily someone can kill another using this…”

” Dokter, (ini) potasium sianida. Saya telah mencicipinya. Efeknya perlahan-lahan di awal, dan kemudian membakar, semua permukaan lidah terbakar  dan terasa keras. Rasa (racun ini) sangat tajam … Saya telah membaca di beberapa novel tentang membunuh seorang pria secara diam-diam menggunakan sianida. Sianida tersebut  dioleskan pada halaman buku yang sedang dibacanya, dan ketika ia menyentuh lidahnya dengan jarinya (membasahi jari dengan air liur)untuk mengubah halaman buku, ia meninggal dan tidak ada yang curiga … Saya sekarang yakin bagaimana dengan mudah seseorang dapat membunuh orang lain menggunakan (racun) ini … ”

Dari fakta CCTV yang diputar di persidangan, terlihat bahwa ; beberapa saat setelah  Mirna selesai meminum kopi , terlihat gerakan almarhum yang mengibas-ngibaskan tangannya di depan mulut, merasa seperti mengalami kebakaran atau suasana yang sangat panas di rongga mulut korban. Tak berapa lama kemudian kibasan tangan korban makin cepat, artinya rasa panas di mulut meningkat dengan tajam. Rasa panas selanjutnya menyebar makin luas, menyebabkan almarhumah bergerak mengubah posisi duduk dan mengurai rambutnya. Kesesuaian rekaman CCTV dan fakta tertulis di India tersebut membuktikan bahwa 100% Mirna telah mengkonsumsi secara tak sengaja zat racun yang berasal dari kopi.

Pada puncak kesakitannya, almarhum Mirna merebahkan kepala ke sandaran kursi, atau sudah tak mampu mempertahankan posisi kepala. Pada saat terjadinya hal ini, gerakan dada akibat tekanan dinding paru-paru begitu kencang, cepat, dan periode tarikannya pun singkat-singkat. Keadaan ini pun sesuai dengan tanda-tanda keracunan hebat zat sianida (http://bestekin.com/2016/02/09/sianida-fungsi-kegunaan-dan-sifat-racunnya/).

Dari fakta di depan persidangan juga dapat dilihat warna kopi yang memang berubah menjadi kuning. Perubahan warna ini disebabkan terjadinya aglomerasi dan reaksi kimia sebagian terhadap material koloid organik dan suspensi padat dari kopi. Perubahan ini kemungkinan sebagian disebabkan naiknya pH cairan kopi akibat masuknya sianida. Umumnya sodium / potassium sianida mengandung 2% senyawa NaOH / KOH. Kegunaan dari NaOH atau KOH yang bersifat basa kuat bertujuan mengurangi tingkat resiko penguapan HCN dari Kristal NaCN pada saat penyimpanan maupun pada saat pemakaian zat kimia tersebut. Cairan kopi mengandung senyawa organik yang bersifat asam lemah, sehingga cincin koloid hitam kecoklatan mampu bertahan dan tak ter-aglomerasi. Naiknya pH menyebabkan terjadinya perubahan muatan listrik dari partikel koloid, menyebabkan partikel ini kehilangan muatan, dan bisa ter-aglomerasi.

Mengapa mulut dan lidah terasa panas saat mengkonsumsi sianida ?

Rasa ini timbul akibat reaksi kimia antara ion-ion sianida dan alkali hidroksida dengan berbagai enzim dan asam klorida yang secara alami berada di mulut dan saluran pencernaan lainnya. Reaksi antara sebagian dari sianida yang masuk dengan beberapa jenis enzim di  rongga mulut dan pencernaan bersifat eksotermik dan spontan, yang menghasilkan gas CO2 dan N2 di dalam mulut dan saluran pencernaan lainnya. Reaksi eksotermik adalah reaksi yang bersifat spontan dan menghasilkan panas. Reaksi inilah yang menyebabkan almarhum Mirna Wayan Salihin merasa panas di sekujur saluran pernafasannya.

Asam klorida sebagai penghuni tetap saluran pernafasan pun bereaksi spontan dengan larutan sianida yang masuk, membentuk senyawa asam baru, hydrogen sianida. Senyawa ini sangat beracun, jauh lebih mematikan dibanding alkali sianida. Reaksi antara HCl dan alkali sianida yang terjadi di permukaan dinding saluran pencernaan memudahkan senyawa ini terserap ke darah melewati usus, dank e paru-paru melewati ronnga pernafasan.

Apakah keracunan akibat mengkonsumsi zat asing memiliki gejala yang sama ?

Keracunan akibat masuknya zat asing ke dalam tubuh memikliki gejala yang berbeda-beda, didasarkan pada jenis zat yang masuk ke dalam tubuh tersebut. Gejala keracunan akibat sianida tentu berbeda dengan gejala keracunan yang disebabkan mengkonsumsi zat kimia lainnya. Keracunan akibat menghirup gas karbon monoksida contohnya, memiliki gejala yang sangat jauh berbeda dengan keracunan yang disebabkan sianida.

Apakah sianida dapat larut dengan mudah di dalam cairan kopi yang dingin, dan berapa gram sianida yang mampu larut dalam cairan kopi yang memiliki volume berkisar 250 ml tersebut ?

Sianida (alkali sianida / potassium atau natrium sianida) mudah larut dalam air, dengan laju pelarutan yang cukup tinggi. Garam Kristal dari senyawa ini mampu larut hingga 700 gram dalam 1 liter air, pada suhu 25 °C. Artinya, Kristal sianida mampu larut hingga 175 gram dalam 250 ml air kopi ! Senyawa ini bersifat hygroskopis, yaitu suatu sifat yang membuat suatu senyawa mampu mengikat atau menyerap air dari udara. Sifat ini menambah cepat laju pelarutan sianida di dalam air.

Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Almarhumah Mirna jelas-jelas telah diracuni oleh senyawa sianida.

 

One comment

  1. Kenapa sampai harus mendatangkan 3 ahli dari Australia ditambah dr djaja dan budiawan, untuk menyangkal penyebab kematian Mirna yang disebabkan sianida?? Tidak perlu belajar bertahun2 menjadi doktor toksikologi atau patalogi forensik — banyak komentar jengkel di fb, — silahkan dilakukan percobaan oleh ahli2 itu ataupun pengacara ataupun terdakwa dengan meminum kopi yg dikondisikan sama spt pada saat kematian mirna, apabila mereka tidak mati berarti tuduhan jpu tidak benar — sidang bisa langsung ditutup dan terdakwa bebas tanpa syarat, gampang tho!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.