Apakah Jessica Juga Keracunan JIka Ikut Minum Kopi Mirna?

Sidang kasus pembunuhan Mirna yang dilakukan menggunakan sianida ternyata memunculkan fakta-fakta baru, yang sebelumnya tak terkuak saat terdakwa masih ditahan di kepolisian. Banyak teka-teki, sandi-sandi, yang kemudian terjawab saat sedang berlangsungnya persidangan. Bestekin.com, jauh sebelum kasus ini di sidangkan telah menulis artikel mengenai sianida, yang mungkin berguna dalam pengungkapan kasus.

Fakta pertama yang diungkap oleh tim bestekin.com adalah embalming, yang berhasil menghapus semua bukti sianida di organ-organ selain lambung. Embalming dilakukan oleh Dr. Djaja Surya Atmadja.

Pada kasus kematian akibat diracun sianida, biasanya pelaku yang berhadapan langsung dengan korban telah menyiapkan  beberapa rencana, mulai dari rencana A, B, C, dan seterusnya. Pada kasus meracuni, ada kemungkinan rencana A gagal. Jika ini terjadi, maka pelaku harus mempersiapkan rencana darurat untuk mengatasi situasi yang terburuk. Dalam kasus kematian Mirna, situasi yang terburuk adalah saat korban meminta/memaksa pelaku untuk ikut juga mencicipi kopi yang diminum korban. Pada situasi yang mendesak, pelaku harus mau mencicipi. Ini tentu saja berbahaya, jika pelaku tidak mempersiapkan terlebih dahulu penangkal racun yang akan digunakan.Jika saja pelaku ikit mencicipi namun tak mati, maka hampir dipastikan kasus pembunuhan ini menjadi lebih rumit adanya.

  1. Apa Jenis Penangkal Sianida yang Dimiliki Jessica?

Saat di tempat kejadian perkara (TKP), ada 3 gelas yang berisi minuman, 1 gelas berisi kopi, 2 gelas berisi cocktail yang mengandung alkohol, di mana racun berada di dalam kopi yang di minum Mirna.

Pada kasus kematian Mirna, penulis mengikuti jalannya persidangan, meneliti dengan seksama pembicaraan antara saksi-saksi dengan penasehat hukum, jaksa penuntut umum, dan majelis hakim. Dari kesaksian Dr. I Made Gel Gel disebutkan, bahwa terdakwa memiliki beberapa jenis obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit umum dan khusus, di antaranya berjenis Pregabalin.

I. Obat Terdakwa Merupakan Penangkal Keracunan Sianida

Ada satu jenis obat yang memiliki senyawa bernama PREGABALIN, yang disita dari tersangka (sekarang terdakwa), dimana senyawa ini memiliki rumus kimia  C8H17NO2. Dalam ilmu kimia, senyawa pregabalin masuk dalam golongan alkil nitrite,  yang sebenarnya juga merupakan obat untuk menangkal keracunan sianida. Senyawa anorganik dan organic nitrite bisa digunakan sebagai obat penangkal sianida, dimana cara kerja obat ini sebagai berikut :

  • Setelah terserap oleh darah, ion nitrit dari PREGABALIN / Lyrica mengoksidasi sebagian dari ion besi II dari hemoglobin, menjadi ion besi III, yang mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin.
  • Sianida yang masuk ke dalam darah lebih menyukai berikatan dengan methemoglobin dibanding sitokrom oksidase, membentuk senyawa baru cyanmethemoglobin. Ikatan ini menyebabkan lepasnya sianida dari sitokrom oksidase.
  • Pengobatan dengan nitrit tidak berbahaya karena methemoglobin tidak dapat membawa oksigen.
  • Jika Jessica mengkonsumsi obat ini sebelum berlangsungnya kejadian, maka yang bersangkutan telah memasang perisai methemoglobin di dalam darahnya, yang akan mengikat (jika ada) sianida yang masuk ke dalam darah.
  1. Alkohol Sebagai Penangkal Racun Sianida

Bagaimana cara kerja alkohol menangkal racun sianida di lambung ?

  • Alkohol yang berasal dari minuman cocktail adalah alkohol primer berjenis ethanol, yang saat masuk ke lambung bereaksi dengan HCl, menyebabkan terjadinya sintesa gugus alkil halida, dimana dalam hal ini nama senyawa baru nya ethyl halida (C2H5Cl).
  • Jika alkali sianida (dalam hal ini jenis NaCN) masuk ke lambung, alkil halida akan bereaksi dengan natrium sianida ,menghasilkan senyawa baru dari gugus nitrile. Organo sianida berjenis nitrile tak bersifat racun, karena ion sianida terikat erat dengan rantai nitrile. Pelepasan sianida dari gugus nitrile umumnya baru terjadi jika senyawa ini dibakar di udara.
  1. Penggunaan obat penekan produksi asam lambung

Untuk menekan potensi produksi HCN yang tinggi jika sianida masuk ke lambung, maka penggunaan obat reraberazol menjadi andalan. Reaksi sianida di lambung yang telah mengandung alkohol, tak hanya berlangsung dengan alkohol, namun juga dengan alkil halida dan sisa HCl. Reaksi yang paling berbahaya adalah antara alkali sianida dan HCl, yang menghasilkan gas sianida. Penggunaan reraberazol bermaksud menekan potensi terbentuknya banyak gas HCN di lambung.

II. Bagaimana berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di atas?

II.1. Alkohol sebagai penawar racun sianida (Perisai Pertama)

Pada dasarnya, bukanlah alkohol yang langsung berhadapan dengan sianida, melainkan senyawa alkil halida. Alkil halida di lambung disintesa dari cairan alkohol yang masuk ke dalamnya.

  1. Reaksi antara alkohol dan HCl di lambung

Alkohol bereaksi dengan hidrogen halida, membentuk senyawa baru bernama alkil halida. Jenis halida yang ada di lambung berasal dari ion klor (Cl). Alkohol pada minuman berasal dari senyawa ethanol, yang jika bereaksi dengan HCl terbentuk senyawa baru ethyl klorida. Reaksinya sebagai berikut :

C2H5OH (l)  +  HCl (l)  =======>  C2H5Cl (l) + H2O (aq)   …………….(i)

Persamaan reaksi di atas menunjukkan adanya reaksi antara ethanol dan HCl, menghasilkan ethyl halida dan air.

Ethyl halide yang terbentuk merupakan perisai pertama dalam lambung Jessica. Jika natrium sianida masuk juga ke dalam lambung, senyawa ini akan langsung bereaksi membentuk gugus nitrile yang tidak beracun. Reaksinya sebagai berikut :

  1. Reaksi antara alkil halide dan NaCN

C2H5Cl   +  NaCN ======>   C2H5CN +  NaCl          …………….(ii)

C2H5CN (nitrile) yang terbentuk bersifat stabil, karena adanya ikatan kuat ion CN pada gugus alkil.

Tujuan minum alkohol pada dasarnya adalah untuk menetralisir racun sianida (jika terpaksa masuk ke dalam tubuh Jessica). Ini adalah perisai pertama. Makin banyak alkohol yang masuk ke lambung, makin kecil tingkat resiko keracunan sianida.

II.2. Omeprazole Sebagai Depressant HCl di Lambung (Perisai ke-2)

Reaksi (ii), sebagaimana reaksi-reaksi kimia pada umumnya, pasti tak berlangsung secara ideal. Kemungkian terbentuknya gas HCN akibat reaksi antara NaCN dan HCl di lambung harus di minimalisir dengan cara menekan produksi HCl. Tekanan terhadap produksi HCl dilakukan dengan mengkonsumsi obat berjenis prazole (omeprazole). Mengkonsumsi omeprazole berarti mengurangi efek terbentuknya banyak hidrogen sianida di lambung.

II.3. Pregabalin / Lyrica Sebagai Penangkal Sianida di Dalam Darah  (Perisai ke-3)

Pregabalin yang diminum sebelum terjadinya peristiwa akan standby di dalam darah, membentuk methemoglobin. Jika sianida masuk ke darah (baik yang berasal dari lambung ataupun paru-paru), sianida yang masuk akan cenderung memilih berpasangan dengan methemoglobin, menjadi senyawa baru cyanmethemoglobin. Dengan terikatnya sianida pada methemoglobin, maka kerja sitokrom oksidase dalam mengikat oksigen tak terganggu.

Kesimpulan : Jika saja Jessica terpaksa mengkonsumsi kopi yang di minum Mirna, dipastikan Jessica tak akan mati

Apa yang terjadi jika Mirna sempat meminum alkohol dari jatah Hani?

Jika saja masih tersisa minuman cocktail jatah Hani, dan Mirna sempat meminumnya, kemungkinan peluang selamat menjadi ada. Namun apakah cairan cocktail yang seharusnya menjadi jatah Hani masih tersedia pada saat kejadian berlangsung?

6 comments

  1. Luar biasa pintar dan liciknya Jessica sampai dia menyiapkan perisai sianida buat dirinya. Mudah2an kasus ini terungkap supaya tidak ada lagi korban jessica di kemudian hari

  2. Dari awal memang aneh kok dia memesan coctail berakohol sampai 2 gelas?? Bukankah sangat janggal kalau jessica memesan minuman hanya untuk dia dan mirna saja. Sementara hani tidak dipesankan minumam sesuai keinginan hani

  3. Bapak penulis yang pintar dan baik, tolong informasi ini disampaikan ke jaksa, hakim dan penyidik… Kalau perlu bapak bisa menjadi saksi ahli JPU. Saksi ahli dari pengacara terdakwa banyak yang membodohi masyarakat awam

  4. Bapak hakim, jaksa dan penyidik tolong ditelusuri dimana apotik jessica membeli obat ini?? Kalau memang dia jarang mengkonsumsinya maka tidak ada alasan lain kecuali dia menyiapkannya untuk persiapan menghabisi alm. Mirna. Sungguh Keji

  5. Saya jadi ingat penggunaan sianida sebagai racun dalam kisah percobaan pembunuhan Rasputin, penasihat serta tabib Czar Rusia.
    Sianida yang dimasukkan ke dalam anggur merah (wine) dan cake milik Rasputin, tidak mampu membuatnya tewas.
    Hal ini menunjukkan bahwa efek racun sianida yang tertelan oleh Rasputin berkurang karena adanya reaksi dengan gula dan alkohol alami di dalam anggur merah tersebut dan membentuk amygdalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.