Teknik Pembuatan Garam Industri

Ebook “Teknik Pembuatan garam Industri” terdiri dari 9 bab, yag dimulai dari Bab I dengan judul Pendahuluan. Ebook membahas cara pembuatan garam industri, yang dimulai dari persiapan lahan produksi dan diakhiri dengan analisa biaya produksi. Daftar Isi dari ebook “Teknik Pembuatan Garam Industri” tertera pada bagian bawah ini.

tumpukan hasil produksi garam
I. Pendahuluan. Bab ini mengupas secara umum kandungan dari air laut, kegunaan dari garam, dan sangat pentingnya produksi dan konsumsi garam industri dalam industri dan kehidupan sehari-hari.

II. Persiapan Lahan Produksi. Bab ini membahas persiapan lahan untuk produksi garam industri. Lahan merupakan bagian terpenting dari proses produksi garam industri, oleh karena itu bab tentang persiapan lahan produksi garam dibahas setelah bab pendahuluan. Lahan produksi terdiri dari beberapa bagian atau seksi, antara lain ; lahan parkir untuk masuknya air laut, lahan untuk lokasi peralatan pemurnian garam, lahan penjemuran air garam, lahan untuk gudang penyimpanan sementara garam hasil produksi, dan beberapa seksi lahan untuk kegunaan lainnya. Persiapan lahan juga harus memasukkan komponen keekonomian lahan tersebut, letak yang harus strategis dan mudah terjangkau, tidak terlalu jauh dari konsumen (harus mempertimbangkan biaya transportasi dan infrastruktur), dan sebagainya.

III. Persiapan Peralatan Produksi. Peralatan produksi garam industri tentu tak sama dengan peralatan yang digunakan untuk pembuatan garam biasa (garam krusuk / garam kasar). Bab ini menerangkan berbagai peralatan yang digunakan untuk proses pembuatan garam industri, antara lain ; kincir angin atau pompa pengisi kolam air garam, pad liner (geo-membrane) untuk alas penjemuran, sejumlah reaktor untuk pemurnian, alat penyaringan untuk pemisah suspensi dan koloid dari air garam, alat untuk pemanenan, dan sebagainya. Semua peralatan untuk memproduksi garam industri dijelaskan pada bagian ini.

IV. Persiapan Kebutuhan Bahan Kimia. Garam Industri adalah garam NaCl yang memiliki kemurnian (kadar NaCl) di atas 97%, di mana dalam beberapa jenis pemakaian malah mensyaratkan kadar NaCl yang lebih tinggi dari 97%. Proses pengeringan (dehidrasi) dan pemurnian (purifikasi) sebagian besar dilakukan menggunakan proses kimia. Ada beberapa bahan kimia utama, dan beberapa senyawa kimia tambahan. Pada bagian ini dijelaskan jenis-jenis bahan kimia tersebut, beserta tujuan pemakaiannya dalam proses pemurnian garam.

V. Proses Pengayaan Air Garam. Air laut umumnya memiliki berat jenis antara 1,02 kg / liter hingga 1,03 kg / liter. Berat jenis air (H2O) pada suhu kamar (250C) berada di posisi 1 kg / liter, artinya selisih berat jenis air dan berat jenis air laut hanya sedikit. Proses kristalisasi garam dimulai saat berat jenis air laut telah mencapai 1,4 kg / liter. Agar kristalisasi dapat berlangsung cepat (karena harus memperhitungkan daya dukung lahan), diperlukan proses pengayaan air laut menjadi air garam. Bagian ini menjelaskan rekayasa pengayaan terhadap air laut, sehingga produksi garam bisa berlangsung cepat.
VI. Proses Pemurnian Tahap I. Untuk memperoleh garam industri dengan kandungan NaCl mminimum 97%, maka proses pemurnian air garam harus dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap I adalah pemurnian yang bertujuan memisahkan ion-ion logam berat dari air garam, pemisahan kation magnesium, anion sulfat, dan anion toksik lainnya (misalnya anion sianida). Bab ini juga mengajarkan pemisahan berbagai mikroorganisme dan koloid yang terkandung pada air garam (misalnya ganggang, bakteri, kuman, dan virus). Proses pemurnian tahap I ditutup dengan pemisahan kation kalsium (Ca2+) dari larutan jenuh air garam.

VII. Proses Kristalisasi & Pemurnian Tahap II. Hasil dari pemurnian tahap I masih menyisakan ion-ion pengotor pada larutan garam, yang antara lain ion K+, Ca2+, Mg2+, dan sebagian ion sulfat (SO42-). Pemisahan ion-ion ini dilakukan pada saat mulai terbentuknya kristal-kristal garam.

VIII.Pengemasan dan Penyimpanan. Pengemasan dan penyimpanan perlu mendapat perhatian khusus, karena menyangkut garam yang bersifat korosif, volume produksi yang besar, dan resiko terendam air pasang atau rob jika jarak gudang berdekatan dengan garis pantai. Garam industri yang kembali tercemar tentu harus diproses ulang lagi, suatu hal yang tak diinginkan.

IX. Analisa Biaya Produksi. Biaya produksi memegang peranan utama dalam industri pembuatan garam industri. Saat ini kebutuhan akan garam industri seluruhnya diperoleh dari impor. Pasar domestik untuk garam industri memang sangat besar, lebih dari 2 juta ton per tahun ; namun kita juga harus memperhitungkan keekonomian harga produksi, yang harus jauh lebih murah dibanding harga produk impor. Bab ini membahas analisa biaya produksi, agar praktisi yang akan memproduksi garam industri mampu mendapat keuntungan yang maksimal.