Pendahuluan Teknik Pembuatan garam Industri

Garam industri sering disalah artikan dengan “garam yang hanya dipakai untuk industri atau kebutuhan industri”, atau “garam yang tidak digunakan untuk konsumsi”.Pada dasarnya istilah “industri” yang menempel pada garam terkait dengan aturan-aturan dasar, antara lain :

  • Standarisasi mutu atau kualitas. Hubungannya dengan garam industri, misalnya produk soda api (caustic soda), yang di hampir setiap negara mensyaratkan kandungan minimum NaOH 98%, dimana untuk mencapai tingkat kemurnian tersebut membutuhkan bahan baku berupa garam yang harus memiliki tingkat kemurnian tinggi. Produk-produk hasil industri juga sudah menjadi produk lintas negara, dimana untuk memasuki suatu negara, produk-produk ini harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh negara bersangkutan, dan juga persyaratan yang ditetapkan organisasi-organisasi internasional. Mie instan buatan Indonesia mudah ditemukan di supermarket-supermarket negara-negara maju ; artinya, garam sebagai salah satu komponen dari mie instan ini sudah melewati persyaratan minimum standar kualitas bahan baku yang diijinkan.
  • Daya saing dan mutu barang. Barang-barang ataupun bahan-bahan kimia yang menggunakan bahan baku yang berasal dari garam harus memiliki mutu yang baik. Mutu atau kualitas menentukan daya saing suatu barang atau produk.
  • Garam yang memiliki kandungan NaCl rendah memiliki rasa yang kurang enak, karena memiliki rasa asin yang cenderung pahit. Makin tinggi kadar NaCl dalam suatu produk garam, makin gurih rasa garam tersebut.
  • Alasan Kesehatan. Air laut mengandung ratusan jenis unsur dan senyawa kimia. Sebagai muara dari aliran air, tentulah air laut mengandung cemaran-cemaran yang bisa membahayakan kesehatan. Hampir semua jenis logam berat bisa ditemukan di air laut. Logam-logam ini bisa berupa ion dari senyawa terlarut dalam air, dan bisa juga berupa pertikel-pertikel koloid. Garam dengan kadar NaCl tinggi tentu saja memiliki kandungan pengotor yang lebih rendah dibanding garam berkualitas rendah. WHO dan beberapa lembaga dari beberapa negara menetapkan kandungan logam berat maksimum yang masih diperbolehkan terkandung di dalam garam. Artinya, garam yang digunakan harus memenuhi standar maksimum kandungan logam berat yang masih diijinkan ada di produk tersebut.

Dari beberapa paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa garam industri sesungguhnya adalah garam yang sangat layak dikonsumsi dan dipakai untuk berbagai kebutuhan. Untuk penggunaan sebagai garam konsumsi, tentu saja kristal garam industri harus dicampur terlebih dahulu dengan yodium yang berasal dari senyawa KIO3 (kalium iodate), dengan kandungan yodium minimum 8 ppm. Yodium sendiri berfungsi mencegah penyakit gondok.

Lantas apakah garam beryodium sudah layak dikatakan sebagai garam yang layak dikonsumsi ?

Pertanyaan ini tentu dapat dengan mudah dijawab berdasar kriteria-kriteria garam industri yang telah dijelaskan di atas. Yodium merupakan unsur kimia golongan halida, satu golongan dengan unsur kimia natrium sebagai kation dari garam. Pemberian yodium hanya ditujukan untuk mencegah penyakit gondok, dan senyawa kimia ini ada di garam karena dicampur pada produk garam tersebut. Sehat atau tidaknya suatu produk garam beryodium bergantung dari persyaratan yang telah dijelaskan di atas.

Sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia, dan juga terletak di katulistiwa (terpapar matahari sepanjang tahun), ketiadaan industri yang memproduksi garam berkualitas tinggi menjadi hal yang sangat ironi. Impor garam kualitas tinggi masih terjadi dan meningkat tiap tahunnya, sementara garam yang diproduksi di dalam negeri justru tak mampu memenuhi standar kualitas minimum yang dipersyaratkan.

Proses pembuatan garam berkualitas tinggi tak hanya mengandalkan penguapan air dan warna kristal yang bersih saja. Kualitas garam diukur dengan berbagai parameter, dimulai dari kadar air dalam kristal, kandungan logam berat maksimum yang diperbolehkan, persentase NaCl minimum yang diperbolehkan, persentase KCl dan atau MgCl2 maksimum yang diperbolehkan, kandungan belerang maksium yang diperbolehkan, dan sejumlah syarat lainnya.

Menaikkan kuantitas kandungan NaCl dan kualitas garam yang dihasilkan harus berurusan dengan bahan-bahan kimia, karena proses pemurnian garam hampir seluruhnya menggunakan reaksi kimia.

Pada bagian selanjutnya akan dijelaskan cara-cara membuat garam industri, termasuk perhitungan biaya produksi yang layak secara ekonomis.

Selanjutnya :

Penentuan dan Persiapan Lahan Produksi Untuk Pembuatan Garam Industri