Persiapan Peralatan Produksi Untuk Pembuatan Garam Industri

Proses pembuatan garam industri memerlukan peralatan yang jauh lebih banyak dibanding pembuatan garam secara tradisional. Peralatan-peralatan yang digunakan akan dituangkan pada bagian ini, mulai dari geo-membrane hingga peralatan-peralatan lainnya.

  1. Geomembrane yang digunakan berupa lembaran plastik yang bisa terbuat dari jenis HDPE (High Density Polyethylene) atau LDPE (Light Density Polyethylene). Dalam praktek, lebih banyak penggunaan HDPE dibanding LDPE disebabkan harganya yang lebih murah. Ukuran tebal geomembrane yang baik untuk digunakan sebaiknya memiliki ketebalan 0,75 mm, namun ketebalan 0,50 mm juga bisa digunakan. Geomembrane berfungsi menutup permukaan dasar lahan, agar air garam yang dijemur tak bersinggungan dengan permukaan tanah, sehingga diperoleh Kristal garam yang bersih dari partikel padat pengotor.

Under Construction

Gbr III.1. Geomembrane

  1. Pompa penyedot air laut. Pompa penyedot air laut dibutuhkan jika lahan garam yang digunakan tak memungkinkan terjangkau oleh air pasang. Lahan garam yang berdekatan dengan pantai dan memiliki ketinggian yang hampir sama dengan permukaan pantai tidak memerlukan pompa pengisi air, karena bisa diisi air laut yang selalu naik pada saat pasang. Namun pada permukaan lahan penggaraman yang relatif lebih tinggi, pompa pengisi sangat dibutuhkan. Pada daerah pesisir yang memiliki kecepatan angin cukup tinggi, kita bisa membuat pompa yang ditenagai oleh angin, namun pada lokasi-lokasi dengan laju angin rendah, kita harus menggunakan pompa yang digerakkan oleh mesin atau listrik. Pompa air laut harus memiliki laju debit air yang sesuai dengan kapasitas produksi harian. Pompa juga harus terbuat dari bahan yang tahan karat, atau bahan yang telah dilengkapi oleh zinc anode. Ruang pompa yang terbuat dari aluminium atau babet sangat beresiko terhadap korosi air laut, oleh karena itu sebaiknya jenis pompa ini jangan digunakan.

Under Construction

Gbr III.2. Pompa Air Laut

  1. Perangkat Sea Water Osmosis Membrane (Option). Proses pembuatan garam industri bisa dipercepat dengan cara “desalinasi”, yaitu suatu proses dimana kandungan air tawar dipisahkan dengan ion-ion garam. Desalinasi bisa memisahkan hingga 80% dari air tawar yang terkandung di dalam air laut. Pada umumnya air laut mengandung rata-rata 97%-98% air tawar, sisanya senyawa garam dan mineral-mineral ikutan lainnya. Pemisahan air tawar dimaksudkan agar proses kristalisasi bisa berlangsung cepat, dan proses penggaraman juga bisa dilakukan meski pada musim hujan sekalipun. Perangkat “Membrane Osmosis untuk Sea Water” hanya berupa opsi, disamping proses evaporasi alami yang kini digunakan oleh para petani garam.

Perangkat Membrane Osmosis untuk air laut terdiri dari

  • Filter penyaring untuk partikel micron. Filter jenis ini digunakan untuk menyaring partikel-partikel padat yang berukuran micron, dimana jenis partikel ini menyebabkan kekeruhan air. Partikel yang tersaring termasuk jenis mikroorganisme (ganggang, bakteri, kuman).
  • Fiter penyaring partikel berukuran nanometer. Filter jenis ini menyaring partikel berukuran antara 1 nanometer – 999 nanometer. Yang tersaring oleh filter jenis ini antara lain silica halus (fine silica), virus-virus, dan partikel-partikel koloid lainnya.
  • Membrane osmosis untuk air laut. Membrane osmosis jenis air laut memiliki spesifikasi yang berbeda dengan jenis membrane osmosis lainnya. Membrane osmosis untuk sea water bisa menyaring dan memisahkan larutan dari H2O, dengan tingkat kemurnian hingga 95%.
  • Pompa-pompa pendukung.
  • Kolam penampung air garam. Kolam air garam berfungsi menampung output air garam yang keluar dari membrane osmosis. Air garam yang dihasilkan oleh membrane osmosis umumnya telah memiliki berat jenis di atas 1,2 kg/liter. Berat jenis terbaik berada di angka 1,4 kg/liter.
  • Kolam penampung air tawar. Air tawar yang dihasilkan oleh membrane osmosis umumnya masih memiliki kandungan mineral hingga 2000 ppm. Air tawar selanjutnya bisa digunakan sebagai air baku untuk irigasi, air untuk MCK, dan air minum. Namun agar bisa digunakan untuk air minum, air keluaran dari sea water membrane osmosis harus disaring kembali menggunakan membrane osmosis, sehingga output akhir hanya mengandung mineral terlarut maksimum 100 ppm.
  1. Reaktor Air Garam. Air garam yang dihasilkan dari proses desalinasi atau pun dari proses evaporasi yang memiliki berat jenis minimum 1,3 kg/liter selanjutnya dipompa ke dalam reaktor pemurni garam. Untuk pemurnian, kita harus memiliki minimum 3 reaktor air garam, yang masing-masing berguna untuk reaktor pengendap partikel logam-logam berat, reaktor pemisah ion sulfat, dan reaktor pengendap garam kalsium dan magnesium.

Gbr III.3. Membrane Osmosis Untuk Air Laut

  1. Peralatan penunjang lainnya, yang akan dibahas pada bab-bab selanjutnya.