Pembuatan Merkuri dari Cinnabar

Cinnabar adalah batuan sumber utama penghasil logam merkuri. Cinnabar memiliki rumus kimia HgS (merkuri II sulfida). Merkuri bisa dihasilkan dari cinnabar menggunakan 2 cara, yaitu proses pyrometallurgy dan hydrometallurgy. Pyrometallurgy adalah proses produksi yang menggunakan panas, sedangkan hydrometallurgy merupakan proses yang dilakukan menggunakan cairan atau larutan sebagai oksidator.
Batu Cinnabar Pulau SeramEbook ” Pembuatan Merkuri dari Cinnabar” disusun secara lengkap, yang menampilkan 2 cara proses pengolahan yang dikupas secara lengkap dan terstruktur. Proses pyrometallurgy dibahas secara lengkap, termasuk keuntungan dan kerugian yang dialami jika menggunakan proses ini sebagai metoda produksi merkuri. Metode pengolahan merkuri secara hydrometallurgy dibahas lebih lengkap lagi, karena proses yang menggunakan metode ini memiliki berbagai keunggulan yang tak dimiliki oleh proses atau metoda pengolahan merkuri secara pyrometallurgy.
Ebook juga menampilkan cara-cara pemurnian merkuri hingga mencapai angka 99,9999%, metode penanganan limbah cair dan limbah udara (penanganan AMDAL), serta analisa biaya produksi.
Struktur bagan dari ebook “Pembuatan Merkuri dari Cinnabar” disusun dalam bab dan sub-bab berikut ini :
Bab I diberi judul “Pendahuluan”, berisi ulasan umum tentang merkuri, cinnabar, potensi penggunaan dan potensi tambang di Indonesia.
Bab II berjudul “Produksi Merkuri Metoda Pyrometallurgy / Penyulingan”. Bab ini membahas tuntas cara mengolah cinnabar menggunakan proses penyulingan (cara kering). Bab II dimulai dengan sub-bab yang berisi tentang cara pembuatan peralatan tungku penyulingan merkuri, dilanjutkan dengan cara pendinginan uap logam merkuri yang berasal dari proses penyulingan, cara menyaring asap yang mengandung logam merkuri dan gas SO2, dan sebagainya.

Logam Merkuri (Air Raksa)Bab IIIPembuatan Merkuri Secara Hydrometallurgy”. Bagian ini dimulai dari pembahasan proses produksi logam merkuri dengan cara basah (menggunakan larutan kimia sebagai oksidator dan ekstraktor), proses persiapan (preparation) dan penggunaan bahan kimia, pembahasan reaksi pelarutan merkuri, pemisahan larutan dari partikel padat yang tersisa, reduksi larutan merkuri menjadi logamnya, dan cara pembuatan peralatan pengolahan.
Bab IV diberi judul “Cara Pemurnian Logam Merkuri”. Bagian ini menerangkan 2 cara yang dapat dilakukan untuk memurnikan logam merkuri yang dihasilkan melalui proses panas (pyrometallurgy) dan proses cair (hydrometallurgy).
Bab V membahas metode penanganan limbah pengolahan. Proses ekstraksi air raksa dari batuan cinnabar (baik yang dilakukan dengan cara penyulingan cinnabar maupun melalui cara pelarutan menggunakan pelarut kimia) selalu menghasilkan limbah ; baik berupa limbah udara, maupun limbah cair. Limbah yang dihasilkan akibat dari ekses pengolahan tentu saja sangat berbahaya jika dibiarkan begitu saja. Bagian ini (Bab V) mengajarkan cara-cara penetralan dan penapisan limbah, sehingga proses pengolahan merkuri yang dilakukan tidak berdampak buruk bagi lingkungan.
Bab VI membahas “Analisa Biaya Produksi Merkuri”. Bagian ini mengupas asumsi biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses pembuatan air raksa dari batuan cinnabar. Analisa biaya produksi merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhitungkan, karena produksi baru layak dikategorikan berhasil jika memang bisa menciptakan keuntungan.