Pengolahan Emas Menggunakan Sianida

Pengolahan emas menggunakan sianida atau ekstraksi emas menggunakan sianida adalah proses ekstraksi atau pemisahan bijih emas dari batuannya (gold ores) menggunakan pelarut kalium / natrium sianida. Pelarut sianida berfungsi untuk melarutkan bijih emas sehingga bisa dipisahkan dari material padat lainnya, yang pada dasarnya merupakan zat ikutan yang bersifat pengotor.

Ekstraksi mineral emas menggunakan sianida merupakan suatu rangkaian proses kimia dan fisika yang dilakukan terhadap suatu ore atau raw material yang mengandung bijih emas, dengan hasil akhir berupa logam emas dan perak.

Ebook “Pengolahan Emas Menggunakan Sianida” disusun secara lengkap sesuai dengan rangkaian atau tahapan proses pengolahan  emas dengan sianida yang memenuhi kaidah ilmiah, teknis, dan yang terpenting adalah keekonomian.

Ringkasan Daftar Isi E-book “Pengolahan Emas Menggunakan Sianida”

I. Pendahuluan. 

II. Jenis Ore Yang Layak di Sianidasi.

Bab ini menerangkan jenis-jenis batuan emas apa saja yang layak di sianidasi. Bab ini juga menjelaskan jenis batuan yang sulit di sianidasi (refraktory), seperti batuan sulfida tinggi, batuan berkarbon, dan sebagainya.

III. Pembuatan Peralatan Sianidasi

Pengolahan emas dengan sianida, terutama pengolahan yang bersifat intensif dan konvensional, membutuhkan peralatan-peralatan pengolahan khusus. Peralatan sianidasi diuraikan pada ringkasan sub-bab berikut ini:

bullion emas

III.1. Kolam Penampung Lumpur dan Peralatan Penunjangnya.

Lumpur berasal dari batuan emas yang telah digiling halus di dalam ball mill. Proses milling menghasilkan lumpur (slurry) dengan ukuran mesh minimum 150. Sebelum dimasukkan ke dalam reaktor (tong), lumpur terlebih dahulu ditempatkan dalam satu wadah berupa kolam. Penempatan di dalam kolam bertujuan menaikkan kekentalan lumpur, dimana lumpur yang sebelumnya keluar dari ball mill berupa lumpur cair yang sangat banyak mengandung air.

III.1.1. Kolam Penampung Lumpur Hasil Proses Milling

III.1.2. Pompa Penyedot Lumpur ke Reaktor

III.2. Pompa Air Untuk Pengencer Lumpur, Pembilas Karbon Aktif Atau Resin

III.3. Reaktor dan Peralatan Penunjangnya

III.3.1.  Kasa Screen penyaring Lumpur

III.3.2. Timbangan Bahan Kimia dan Lumpur Cair

III.3.3. Reaktor (Tong) Kerucut atau Reaktor Alas Datar

III.3.3.1.  Reaktor Kerucut

III.3.3.2.  Reaktor Alas Datar

III.3.4.  Agitator

III.3.5. Kompresor Udara

III.3.6. Indikator pH

III.3.7. Kasa Screen Penyaring Karbon

III.3.8. Kasa Screen Penyaring Resin

sodium cyanide

III.4. Kolam Limbah dan Peralatan Penunjangnya

III.4.1. Kolam Limbah Utama

III.4.2. Kolam Penetral Limbah Cair

III.4.3. Kolam Air Hasil Penetralan Limbah Cair

III.5. Peralatan Pengolah Karbon Aktif

III.5.1. Boiler Proses Elusi Karbon Aktif

III.5.2. Bak Regenerasi Karbon Aktif

III.5.3. Ketel Regenerator Karbon Aktif

III.5.4. Drum Pembakar Karbon Aktif

III.5.5. Blower Peniup Angin

III.6. Peralatan Pengolah Anion Exchange Resin

III.6.1. Bak Proses Elusi Anion Exchange Resin

III.6.2. Bak Proses Regenerasi Anion Exchange Resin

III.7. Peralatan Pengolahan Air Kaya

III.7.1.  Bak Reaktor Electrowinning

III.7.2. Bak Merryl-Crowe

III.8. Peralatan Pelebur Logam Emas

III.8.1. Kowi (Crushible) Pelebur Emas Hasil Electrowinning / Merryl-Crowe

III.8.2. Kowi (Crushible) Pelebur Debu Emas Hasil Insinerasi Karbon Aktif

 

IV. Proses-Proses Prasianidasi

IV.1. Analisa Jenis Ore dan Kandungan Emas

IV.2. Pembuburan

IV.3. Pengisian Reaktor dan Pretreatment

 

V. Sianidasi

V.1. Proses Sianidasi Menggunakan Sodium Sianida

V.1.1. Penetapan pH Menggunakan CaO, NaOH, Atau Kombinasi Keduanya

V.1.2. Perhitungan Konsumsi Sianida Awal

V.1.3. Pengendalian pH dan Analisa Kecukupan Sianida

V.2. Sianidasi Menggunakan Sodium Ferri Sianida. Senyawa pelarut ini digunakan pada batuan-batuan yang refraktory terhadap sodium sianida, dan batuan-batuan yang memiliki kandungan perak tinggi.

V.3. Adsorbsi

V.3.1. Adsorbsi Menggunakan Karbon Aktif

V.3.1.1. Pemilihan Karbon Aktif Berdasarkan Analisa Daya Adsorbsi

V.3.1.2. Perhitungan Rasio Berat Karbon Aktif Terhadap Kemungkinan Berat Emas Teradsorbsi

V.3.1.3. Pembilasan Karbon Aktif Terhadap Partikel Karbon Halus Yang Lolos Saringan

V.3.1.4. Pengujian Kecukupan Karbon aktif

V.3.2. Adsorbsi Menggunakan Anion Exchange Resin

V.3.2.1. Pemilihan Anion Exchange Resin ; Diameter Penampang, Macropore, Daya Adsorbsi Makromolekul

V.3.2.2. Regenerasi Awal Resin Menggunakan Regenerant Untuk Proses Sianidasi

V.3.2.3. Pengujian Kecukupan Resin

 

VI. Proses Elusi dan Regenerasi

VI.1. Elusi dan Regenerasi Karbon Aktif

VI.1.1. Proses Elusi

VI.1.2. Proses Regenerasi Karbon Aktif

VI.1.2.1. Regenerasi Terhadap Muatan Anorganik

VI.1.2.2. Regenerasi Terhadap Muatan Organik

VI.2. Elusi dan Regenerasi Resin

VI.2.1. Elusi Ion Emas Dari Resin Menggunakan Eluant

VI.2.2. Regenerasi Menggunakan Regenerant Khusus Untuk Sianidasi

 

VII.   Ekstraksi Emas dari Larutan Kaya

VII.1. Ekstraksi Menggunakan Zinc atau Aluminium

VII.2. Ekstraksi Menggunakan Electrowinning

 

VIII. Penetralan Cairan Limbah Pengolahan

 

IX. Analisa Biaya Pengolahan