Pengolahan Emas Menggunakan Thiosulfate

Di samping sianida, thiosulfate (thiosulfat / thiosulphate) juga mampu melarutkan emas dan perak. Thiosulfate merupakan salah satu pelarut bijih emas alternatif yang bisa digunakan jika proses sianidasi tak memungkinkan untuk dilakukan. Penyebab tak mungkinnya proses sianidasi dilakukan bisa mengacu pada beberapa hal berikut :

  • Lingkungan sekitar lokasi penambangan yang melarang penggunaan sianida.
  • Aturan yang melarang penggunaan sianida
  • Jenis batuan yang bersifat refraktory terhadap sianida (antara lain ; batuan dengan kandungan belerang tinggi, batuan emas yang mengandung tembaga lebih besar dari 0,5%, batuan emas yang mengandung karbon, dan sebagainya).

Jika menyangkut aturan atau masyarakat yang melarang penggunaan sianida, maka thiosulfat merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan. Namun jika hanya men yangkut jenis batuan yang bersifat refraktory, maka proses thiosulfat pun bisa dikombinasikan dengan sianidasi, terutama jika kita ingin menggunakan karbon aktif sebagai adsorbent ion-ion emas dan perak dari dalam larutannya. Kombinasi antara proses thiosulfat dan sianidasi bisa menekan biaya produksi, dan mampu mengolah bahan-bahan yang refraktory terhadap sianidasi.
Thiosulfate memiliki 3 jenis senyawa, yaitu sodium thiosulfate (hypo), kalsium thiosulfate, dan ammonium thiosulfate. Masing-masing senyawa mampu melarutkan emas dan perak, namun dengan laju pelarutan yang berbeda-beda antara 3 senyawa tersebut. Ammonium thiosulfate merupakan keluarga thiosulfate yang memiliki laju pelarutan emas tercepat, disusul kalsium thiosulfat, dan yang terakhir sodium thiosulfat.
Materi ebook disusun dalam 6 bab, yang daftar isinya tertera pada tulisan di bawah ini.

Resin Adsorbent ion emas thiosulfate

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Resin Purolite A 500 / 2788 ( Adsorbent Emas Thiosulfate)

 

I. Pendahuluan
II.Peralatan dan Bahan-Bahan Kimia Proses Thiosulfate
II.1. Alat-Alat Proses Thiosulfate
II.2. Bahan-Bahan Kimia dan Tujuan Pemakaiannya
III. Proses Leaching Menggunakan Thiosulfate
III.1. Penentuan pH Optimum
III.2. Proses Thiosulfate
III.3. Adsorbsi Menggunakan Macropore Anion Resin Exchange
III.4. Kombinasi Proses Thiosulfate dan Sianidasi
III.4.1. Adsorbsi Menggunakan Resin Anion
III.4.2. Adsorbsi Menggunakan Activated Carbon
IV. Elusi dan Regenerasi Resin / Activated carbon
IV.1. Proses Elusi Resin Anion / Karbon
IV.1.1. Elusi Resin Anion
IV.1.2. Elusi Karbon
IV.2. Proses Regenerasi
IV.2.1. Regenerasi Resin Anion
IV.2.2. Regenerasi karbon Aktif
V. Penetralan Limbah Cair
V.1. Penetralan Limbah Thiosulfat
V.2. Penetralan Limbah Sianidasi
V.3. Penetralan Luimbah Proses Elusi dabn Regenerasi
VI. Analisa Biaya Pengolahan