Teknik Pemurnian Emas dan Perak

Emas MurniTeknik Pemurnian Emas dan Perak berisi 3 cara pemisahan dan pemurnian logam emas dan perak, yaitu :

  • Pemurnian Emas menggunakan Asam Nitrat. Metode ini menggunakan asam nitrat (nitric acid) sebagai pelarut logam selain emas (logam-logam golongan platina pun tak larut). Jika komposisi awal kadar emas dalam bullion yang akan dimurnikan berada pada persentase optimumnya, maka metode yang menggunakan asam nitrat sebagai pelarut dan pemisah umumnya bisa menghasilkan logam emas dengan kadar kemurnian maksium 99%, dan perak dengan kemurnian 99,5%. Pada ebook, pembahasan metode ini dijelaskan selengkap-lengkapnya. Mulai dari kadar emas maksimum dalam bullion logam yang diperbolehkan, cara mencegah terjadinya susut berat emas akibat terbentuknya emas koloid dalam larutan, cara paling efektif dan cepat dalam proses memurnikan perak, cara agar tak terjadi susut berat perak, dan sebagainya.

Selengkapnya klik di sini.

  • Pemurnian Emas menggunakan Aqua regia. Metode ini disebut juga dengan istilah klorinasi, karena menggunakan gas klor sebagai pelarut logam emas, perak, tembaga, dan logam-logam lainnya. Tingkat kemurnian emas yang dihasilkan jika menggunakan metode ini bisa naik menjadi 99,9%, dan perak 99,5%. Pada bagian ini dibahas bagaimana cara pelarutan emas, pemisahan emas dari kemungkinan tercemar oleh platina dan palladium, peleburan menggunakan kowi bebas mineral logam, pemisahan dan pemurnian logam perak, dan sebagainya.
  • Pemurnian Emas Metoda Elektrolisa. Metode elektrolisa mampu menghasilkan logam emas dengan tingkat kemurnian hingga 99,99%, dan perak 99,9%. Elektrolisa mampu menghasilkan logam emas dengan tingkat kemurnian tertinggi. Pada bagian ini dijelaskan cara membuat alat elektrolisa, elektroda anoda katoda, larutan ionik emas, cara pemurnian logam perak, dan sebagainya.

perak hasil pemurnian

Teknik Pemurnian Emas dan Perak disusun dalam bab-bab berikut ini :

Bab I tentang Pendahuluan, yang mengantarkan proses-proses yang akan dilakukan pada bab selanjutnya.
Bab II diberi judul Teknik Pemurnian Emas dan Perak Menggunakan Asam Nitrat. Isi bab ini diurai dalam beberapa sub-bab dan su-sub-bab berikut ini;
II.1. Penentuan jenis kandungan logam dan kadar emas dalam bahan/bullion emas yang akan dimurnikan. Jika paduan logam yang akan dimurnikan mengandung unsur kimia logam-logam platina, maka proses pemurnian emas tak bisa dilakukan menggunakan asam nitrat, melainkan harus dilakukan menggunakan air raja (Bab III).

II.2. Pembuatan dan Penyiapan Peralatan Pemurnian. Sub-bab ini memaparkan cara pembuatan atan penyiapan peralatan pemurnian emas dan perak menggunakan larutan asam nitrat.
II.3. Persiapan Bahan-Bahan Kimia. Bagian ini merinci berbagai bahan kimia yang dibutuhkan pada proses pemurnian emas dan perak, yang menggunakan pelarut asam nitrat sebagai pemisah awal paduan logam.
II.4. Proses Pemurnian Emas
II.4.1. Persiapan Kadar Emas di Bullion Pada Posisi Optimum Untuk Nitrifikasi.
II.4.2. Proses Nitrifikasi

II.4.2.1. Nitrifikasi

II.4.2.2. Penyaringan dan Pemisahan Lumpur Emas dari Larutan
II.4.2.2.1. Deteksi Kemungkinan Adanya Emas Koloid Dalam Larutan
II.4.2.2.2. Penyaringan dan Dekantasi Lumpur Emas
II.4.3. Peleburan Emas
II.4.4. Pemisahan Perak, Pemurnian, dan Peleburan
II.4.4.1. Pemisahan Perak dari Larutan
II.4.4.2. Pemurnian dan Reduksi Endapan Perak
II.4.4.3. Peleburan Logam Perak

Bab III berjudul “Pemurnian Emas Menggunakan Aqua Regia”.
III.1. Persiapan Peralatan Pengolahan
III.2. Bahan Kimia Yang Dibutuhkan
III.3. Proses Klorinasi

Bab IV “Pemurnian Emas Menggunakan Elektrolisa”.
IV.1. Persiapan Peralatan Pengolahan, termasuk catu daya (power supply) DC dengan tegangan output yang terregulasi pada pembebanan dinamis (self adjustable voltage regulator). Pada sub bab ini juga diterangkan berbagai alat-alat lainnya.
IV.2. Persiapan Bahan Kimia Yang Digunakan Untuk Pemurnian Emas Menggunakan Elektrolisa
IV.3. Proses Elektrolisa
Bab V mengulas Penanganan Limbah Pengolahan. Pada bab ini diuraikan cara mengatasi limbah cair sisa proses pemurnian logam emas dan perak, sehingga cairan sisa pengolahan bisa aman untuk dibuang ke lingkungan.
Masing-masing metode pemurnian dijelaskan secara rinci, tahap-tahap serta tata-cara pelaksanaannya.

Bagian selanjutnya klik link di bawah ini :