Pendahuluan Pemurnian Emas & Perak

Logam Emas umumnya bercampur dengan logam perak dan tembaga. Campuran 3 jenis logam ini biasanya ditemukan di berbagai jenis perhiasan emas, dan juga logam paduan emas yang berasal dari penambangan. Disamping bercampur dengan perak dan tembaga, logam emas yang diperoleh dari hasil dari penambangan terkadang mengandung campuran timah hitam, antimony, dan beberapa unsur metalloids lainnya.

Logam emas dari perhiasan juga memiliki berbagai variasi campuran logam lainnya, antara lain campuran emas + nikel + palladium (perhiasan emas putih), campuran emas + nikel + platina + rhodium (emas putih), campuran emas + perak + palladium + rhodium (emas putih), dan banyak variasi campuran lainnya. Namun secara umum, perhiasan emas kuning hanya terdiri dari campuran logam emas perak dan tembaga.

Pada ebook ini kita hanya membahas pemurnian emas dan perak yang berasal dari campuran emas + perak + tembaga, dan kemungkinan tercampur dengan sedikit logam timbal.

Pemurnian emas dan perak bisa dilakukan menggunakan 3 cara yang berbeda, yang semuanya menggunakan pemisahan menggunakan bahan kimia. Pemurnian menggunakan proses yang didahului pelarutan logam-logam selain emas menggunakan pelarut asam nitrat, kita sebut dengan istilah nitrifikasi. Proses pemurnian emas menggunakan asam nitrat sering dilakukan oleh para perajin emas dan penambang, karena mudah dilaksanakan. Namun, pemurnian emas dengan asam nitrat hanya menghasilkan tingkat kemurnian emas yang tak bisa mencapai di atas 99%. Tingkat kemurnian emas yang bisa dicapai menggunakan metode ini adalah berkisar antara 97% – 99%, dimana tingkat kemurnian peraknya berkisar antara 90% – 99,5%.

Untuk menghasilkan emas yang lebih murni lagi (emas dengan kadar di atas 99,5%), kita harus menggunakan proses klorinasi, dimana pada proses ini, justru emas lah yang dilarutkan oleh gas klorin. Proses nitrifikasi bertujuan melarutkan logam-logam selain emas, dimana pada proses klorinasi justru hampir semua logam dilarutkan (termasuk logam emas). Akibat dari larutnya emas, maka proses pemisahan berlangsung secara atomic ; ini yang menyebabkan emas yang dihasilkan memiliki kadar emas yang jauh lebih baik disbanding emas yang dimurnikan menggunakan asam nitrat. Namun tingkat kemurnian emas yang dihasilkan melalui proses klorinasi hanya mampu mencapai 99,9%, dimana kategori emas murni haruslah memenuhi kadar minimum 99,99%.

Untuk mendapatkan tingkat kemurnian emas yang paling baik, maka proses pemurnian yang sepadan adalah elektrolisa. Proses elektrolisa adalah proses elektrokimia, dimana peristiwa oksidasi-reduksi terjadi akibat adanya arus listrik yang mengalir di larutan elektrolit. Larutan elektrolit yang digunakan haruslah larutan emas (dalam hal ini kita menggunakan larutan tertrakloroaurat / HAuCl4). Proses elektrolisa baru bisa dilakukan setelah kita bisa memastikan bahwa paduan logam yang akan dimurnikan sudah terbebas dari unsur kimia logam tembaga.

Masing-masing metode pemurnian emas yang dipaparkan di atas akan dipaparkan secara lengkap pada bagian-bagian selanjutnya.

Bab II dst klik link berikut :