Pelatihan Ekstraksi Emas Sulfida Tinggi Menggunakan Aluminium

Aluminium bisa digunakan sebagai bahan kimia dalam proses pengolahan batuan emas bersulfida tinggi. Aluminium bereaksi dengan sulfur dan logam-logam yang lebih mulia darinya, di mana reaksi kimia yang terjadi akan menghasilkan panas yang cukup tinggi untuk melelehkan logam-logam dengan titik cair dibawah 12000C. Aluminium bereaksi dengan belerang membentuk senyawa Al2S3, yang ketika terpapar udara akan bereaksi membentuk senyawa Al2O3 dan gas SO2. Kemampuan aluminium yang sangat baik dalam proses desulfurisasi mineral sulfide bisa dimanfaatkan untuk pengolahan emas bersulfida tinggi.

Bestekin.com telah berhasil mengembangkan teknik pengolahan batuan atau konsentrat mineral emas bersulfida tinggi, yang menggunakan aluminium sebagai reduktor, penghasil panas, dan agen dalam proses desulfurisasi. Hasil uji proses pengolahan batuan emas sulfida tinggi yang menggunakan aluminium sebagai reduktor dalam suhu tinggi, mampu menghasilkan produk dalam waktu yang tersingkat dibanding proses-proses lain yang telah ada saat ini. Proses ekstraksi emas menggunakan aluminium juga memiliki biaya yang termurah, aman, dan sangat ramah terhadap lingkungan.

Pengolahan emas sulfide tinggi yang menggunakan aluminium sebagai bahan kimia, tak memerlukan panas yang ditimbulkan oleh pembakaran, dan juga tidak menggunakan panas yang berasal dari energy listrik. Panas yang dibutuhkan agar terjadi proses desulfurisasi, metalisasi, dan pelelehan logam, sudah cukup terpenuhi dari panas yang timbul akibat peristiwa oksidasi logam aluminium dan belerang di dalam tungku.

Pelatihan pengolahan batuan / konsentrat emas sulfide tinggi menggunakan aluminium disusun lengkap, dari mulai awal berupa batuan, hingga proses akhir yang mnerupakan proses pemurnian emas dan perak.

Materi pelatihan :

  1. Penentuan atau pengujian kadar atau kandungan logam emas, perak, dan mineral ikutan di dalam sampel batuan emas (raw material).
  2. Proses penghalusan batuan (option) emas sulfida berkadar rendah dan sedang.
  3. Proses peleburan menggunakan aluminium sebagai reduktor dan bahan bakar.
  4. Penyulingan gas SO2 dan pengkonversian menjadi larutan H2SO4 atau gypsum (CaSO4).
  5. Pemisahan hasil logam dari kotoran (slag / terak)
  6. Metode pemurnian logam emas dan perak, yang disesuaikan dengan jenis logam-logam pengikut.
  7. Pembuatan Peralatan Pengolahan.
  8. Analisa Biaya Produksi

Info Lebih lanjut, klik di sini

 

Email   : marketing@bestekin.com