Video Tutorial “Praktek Pemurnian Logam Emas dan Perak”

Pada visualisasi video “Praktek Pemurnian Emas dan Perak”, bestekin.com akan menampilkan visualisasi pemurnian emas dan perak menggunakan proses nitrifikasi (proses pemurnian emas menggunakan aqua regia dan elektrolisis disajikan dalam ebook “Teknik Pemurnian Emas dan Perak”. Disebut nitrifikasi karena proses awal dilakukan menggunakan pelarut asam nitrat (nitric acid).

Pemurnian logam campuran emas, perak, dan tembaga, dilakukan pada paduan logam yang memiliki kandungan emas di bawah 25% dari total beratnya. Jika logam yang akan dimurnikan memiliki kandungan emas di atas 25%, maka dikhawatirkan tidak menghasilkan logam emas dengan tingkat kemurnian yang baik. Oleh karena itu, jika sampel yang akan dimurnikan memiliki kadar emas di atas 25%, maka sebaiknya logam tersebut dilebur kembali seraya dicampur dengan logam perak, hingga kadar emas turun dibawah 25%.

Bullion emas biasanya hanya mengandung emas dan perak, namun terkadang ditemukan juga sedikit tembaga. Perhiasan emas yang akan dimurnikan kembali, umumnya mengandung perak dan lebih banyak tembaga. Namun karena tembaga bukanlah menjadi salah satu logam target yang akan dimurnikan (karena jika diproses, volume tembaga tak sebanding dengan harga jualnya), maka tembaga tidak akan diproses lebih lanjut (dibuang sebagai limbah).

Di beberapa jenis paduan emas, logam timah hitam juga ditemukan dalam jumlah yang sedikit. Namun adanya cemaran timbal sangat mempengaruhi warna logam paduan emas. Paduan emas (bullion emas) yang tercemar timbal umumnya memiliki warna putih kehitaman (jika paduan emas berkadar rendah) atau kuning kehitaman (jika paduan berkadar tinggi).