Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Penggunaan Tembaga Untuk Membunuh Virus Corona

Penggunaan Tembaga Untuk Membunuh Virus telah ribuan tahun dilakukan oleh peradaban kuno. Coronavirus dan virus influensa yang mendarat di permukaan logam tembaga atau paduannya akan segera mati dalam beberapa menit saja. Dan dalam beberapa jam sudah tak terdeteksi lagi.

“Kami melihat virus baru saja pecah,” kata Bill Keevil, profesor kesehatan lingkungan di University of Southampton. “Mereka mendarat di tembaga dan itu hanya menyebabkan kematian mereka.”(sumber)

Tembaga beserta paduannya (kuningan, perunggu, kupronikel, tembaga-nikel-seng, dan lainnya) adalah bahan antimikroba alami. Peradaban kuno mengeksploitasi sifat antimikroba dari tembaga jauh sebelum konsep mikroba dipahami pada abad kesembilan belas.

Selain beberapa untuk bahan obat, juga diamati berabad-abad yang lalu bahwa air yang terkandung dalam wadah tembaga atau diangkut dalam sistem pengangkutan menggunakan wadah tembaga memiliki kualitas yang lebih baik. (sumber)

Bakteri, ragi, dan virus dengan cepat dibunuh pada permukaan logam tembaga, dan istilah “pembunuhan kontak” telah diciptakan untuk proses ini. Sementara fenomena itu sudah dikenal di zaman kuno, saat ini kembali menerima perhatian baru.

Pembunuhan kontak diamati berlangsung pada laju setidaknya 7 hingga 8 log per jam, dan tidak ada mikroorganisme hidup yang secara umum ditemukan dari permukaan tembaga setelah inkubasi yang berkepanjangan.

Aktivitas antimikroba dari tembaga dan paduan tembaga sekarang sudah mapan, dan tembaga baru-baru ini terdaftar di Badan Perlindungan Lingkungan A.S (US-EPA) sebagai bahan antimikroba padat pertama. (sumber)

Stainless steel adalah logam yang paling banyak digunakan di lingkungan perawatan kesehatan. Ini disebabkan penampilannya yang “bersih” dan tahan korosi.

Namun tidak ada keuntungan antimikroba yang melekat dalam penggunaan stainless steel. Permukaan tembaga, dengan sifat self-sanitizing-nya, dapat digunakan sebagai kontribusi penting untuk pengendalian infeksi di rumah sakit-rumah sakit.

Dengan demikian, penggunaan permukaan logam tembaga sebagai antimikroba cenderung memberikan perlindungan dari mikroba infeksius dengan mengurangi kontaminasi permukaan.(sumber)

Studi tentang sifat-sifat antimikroba dari permukaan tembaga logam adalah perkembangan yang relatif baru. Penelitian antimikroba tembaga memperoleh momentum ketika Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US-EPA) mendaftarkan hampir 300 jenis permukaan paduan logam tembaga yang berbeda sebagai antimikroba pada tahun 2008.

Karena telah terbukti mampu membunuh semua jenis virus, perlu kiranya dipertimbangkan penggunaan tembaga untuk membunuh virus corona di rumah sakit-rumah sakit yang menjdi rujukan pasien virus corona.

Karena stainless steel tak memiliki kemampuan disinfektan, maka peralatan stainless steel bisa saja diganti dengan peralatan yang terbuat dari tembaga atau paduan tembaga.

Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia

Membuat Alkohol dari Singkong Untuk Hand Sanitizer

Membuat Alkohol dari Singkong Untuk Hand Sanitizer perlu diketahui dalam masa makin merebaknya wabah virus corona saat ini.

Tak bisa dipungkiri, wabah COVID-19 telah menyebabkan sejumlah bahan kimia yang berhubungan dengan disinfektan dan hand sanitizer mengalami kenaikan harga yang gila-gilaan.

Alkohol adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak digunakan sebagai hand sanitizer. Bahan kimia ini juga termasuk dalam salah satu bahan kimia yang disetujui oleh US-EPA dan WHO untuk digunakan dalam upaya melawan virus corona COVID-19 atau SARS-Cov2.

Alkohol konsentrasi 90% saat ini dijual dengan harga yang sangat tinggi, bahkan hingga Rp 250.000,- per liter. Meskipun naik sangat cepat, namun permintaan masih saja tetap tinggi.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk ikut menyuplai alkohol, bestekin.com mengajarkan bagaimana cara membuat alkohol yang menggunakan singkong sebagai bahan baku.

Meskipun harga alkohol di pasaran makin tak terjangkau, namun harga singkong masih relatif stabil, sekitar Rp 2000,- per kg di berbagai tempat. Bahkan di tingkat produsen, komoditi ini masih bisa dibeli dengan harga Rp 650,- per kg.

Proses Pembuatan Alkohol 96% dari Singkong

Alkohol yang digunakan sebagai disinfektan dan bahan baku hand sanitizer adalah ethanol. Alkohol jenis ini berbeda dengan alkohol yang digunakan pada campuran miras oplosan, yang berasal dari methanol. Methanol bersifat toksik, yang menyebabkan penggunaannya dibatasi dalam bidang-bidang tertentu saja.

Singkong mengandung karbohidrat yang sangat tinggi, lebih banyak dibanding jagung. Cara Membuat Alkohol dari Singkong Untuk Hand Sanitizer dimulai dari :

I. Persiapan Bahan Baku

Bahan baku singkong (ubi kayu) untuk produksi alkohol bisa diperoleh di sekitar Anda. Singkong yang telah dikupas dan dibersihkan dihancurkan menjadi bubur untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik.

II. Liquifikasi

Liquifikasi adalah pencairan. Jika sebelumnya singkong seperti lumpur putih, maka liquifikasi akan mengubahnya menjadi cair agak kental.

Pada proses liquifikasi, kandungan karbohidrat dari pati dikonversi menjadi gula komplex menggunakan Enzym Alfa Amylase. Proses ini melibatkan panas. Proses pemanasan (pemasakan) dilakukan hingga suhu 90 derajat celcius (hidrolisis).

Pada saat pemanasan, lumpur putih dari pati ubi kayu akan mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly). Pada kondisi optimum, Enzym Alfa Amylase bekerja memecahkan struktur tepung secara kimia menjadi gula komplex (dextrin).

Proses Liquifikasi selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang diproses berubah menjadi lebih cair seperti sup.

III. Sakarifikasi

Sakarifikasi adalah proses pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana. Proses ini dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

-Pendinginan bubur hingga mencapai suhu optimum Enzym Glukosa Amylase bekerja.

-Pengaturan pH optimum enzim.

-Pemasukan dan penambahan Enzym Glukosa Amilase secara tepat, dan mempertahankan pH serta temperatur pada suhu 60 derajat celcius, hingga proses Sakarifikasi selesai.

Hasil dari proses ini menghasilkan cairan yang manis seperti gula.

IV. Fermentasi

Proses III menghasilkan cairan gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa), dengan kadar gula berkisar antara 5 hingga 12 %.

Tahapan selanjutnya adalah fermentasi, yaitu mencampurkan ragi (yeast) pada cairan dan mendiamkannya dalam wadah tertutup (fermentor) selama  7 hari (fermentasi secara anaerob). Proses fermentasi sama seperti proses pembuatan tape dari ubi kayu.

Proses ini harus dilakukan tanpa udara. Oleh karena itu Anda bisa menggunakan tabung yang memiliki penutup. Skala kecil bisa dilakukan dalam galon air isi ulang.

Keseluruhan proses membutuhkan ketelitian agar bahan baku tidak terkontaminasi oleh mikroba jenis lain. Untuk menahan perkembangan mikroba jenis lain, Anda bisa menambahkan sedikit garam pada saat pendinginan hasil proses III.

Hasil dari fermentasi adalah cairan mengandung alkohol/ethanol berkadar  7% hingga 10 % (biasa disebut cairan Beer).

V. Distilasi.

Distilasi atau penyulingan dilakukan untuk memisahkan alkohol dari cairan beer hasil fermentasi. Proses distilasi dilakukan pada suhu 78 derajat celcius (setara dengan titik didih alkohol). Ethanol akan menguap lebih dulu ketimbang air yang bertitik didih 100 derajat celcius.

Uap ethanol didalam distillator dialirkan ke pipa kondensor, sehingga terkondensasi menjadi cairan ethanol. Pada bagian ujung pipa yang paling dingin, alkohol cair menetes dan ditampung ke dalam wadah atau tabung yang agak tertutup.

Dengan mencoba beberapa kali, proses pembuatan alkohol kadar tinggi sudah pasti bisa Anda lakukan

Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga Virus Corona COVID-19

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona

Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di rumah tangga telah diterbitkan oleh US-CDC (United States Centers for Disease Control and Prevention). Pedoman ini juga berlaku dan tepat untuk diterapkan di negara kita.

Artikel ini sebagian besar berisi konten dari “Interim Recommendations for US Households with Suspected/Confirmed Coronavirus Disease 2019” yang berasal dari link ini.

Istilah “Disinfeksi” pada beberapa kalimat di bawah mengacu pada kata kerja “melakukan menggunakan cairan disinfektan”.

Latar Belakang Virus Corona

Ada banyak yang harus dipelajari tentang novel coronavirus yang menyebabkan penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Berdasarkan apa yang saat ini diketahui tentang novel coronavirus dan coronavirus dari strain yang berbeda (penyebab SARS dan MERS), umumnya spesies virus ini menyebar dari orang ke orang. Penyebaran paling sering terjadi pada jarak dekat, sekitar 6 kaki atau kurang dari 2 meter. Jenis penularan ini terjadi melalui kontak pernapasan.

Dengan kata lain, penularan coronavirus dari benda-benda atau permukaan lantai yang terkontaminasi virus kepada manusia belum didokumentasikan secara utuh.

Namun bukti terbaru menunjukkan bahwa coronavirus dapat bertahan selama berjam-jam pada permukaan yang terbuat dari berbagai bahan. Pembersihan permukaan yang tampak kotor diikuti oleh pembasmian kuman dan virus adalah tindakan praktik terbaik untuk pencegahan COVID-19 dan penyakit virus pernapasan lainnya, di rumah tangga dan masyarakat.

Tujuan Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona di Pemukiman

Panduan ini berisi rekomendasi tentang pembersihan dan disinfeksi rumah tangga di mana orang yang sedang diselidiki (suspek corona), atau mereka yang memiliki COVID-19 yang dikonfirmasi tinggal atau mungkin berada dalam isolasi sendiri.

Ini bertujuan untuk membatasi kelangsungan hidup virus di lingkungan tempat tinggal.

Pedoman ini difokuskan pada pengaturan rumah tangga dan dimaksudkan untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Pembersihan mengacu pada pemisahan kuman dan kotoran dari permukaan benda dan permukaan lantai atau dinding. Membersihkan tidak bertujuan membunuh kuman, tetapi dengan menghilangkannya, akan menurunkan jumlah dan risiko penyebaran infeksi.

Disinfeksi mengacu pada penggunaan bahan kimia disinfektan, yang bertujuan membunuh kuman di permukaan benda atau ruangan. Proses ini tidak bertujuan membersihkan permukaan yang kotor atau membuang kuman. Tetapi proses disinfeksi menggunakan disinfektan dengan membunuh kuman di permukaan setelah dibersihkan, dapat semakin menurunkan risiko penyebaran infeksi.

Rekomendasi Umum untuk Pembersihan Rutin dan Disinfeksi Rumah Tangga

Anggota masyarakat dapat melakukan pembersihan rutin permukaan yang sering disentuh (misalnya: meja, gagang pintu, sakelar, pegangan, meja, toilet, keran, bak cuci) dengan pembersih rumah tangga dan desinfektan yang sesuai untuk permukaan tersebut. Untuk penggunaan disinfektan, Anda harus mengikuti instruksi label, atau mencari tahu cara penggunaan cairan disinfektan yang akan digunakan.

Label berisi instruksi untuk penggunaan yang aman dan efektif dari produk pembersih, termasuk tindakan pencegahan yang harus Anda ambil saat menggunakan produk. Misalnya harus mengenakan sarung tangan dan memastikan Anda memiliki ventilasi yang baik selama penggunaan produk.

Rekomendasi Umum untuk Pedoman Membersihkan dan Membasmi Virus Corona Rumah Tangga dengan Orang-Orang yang Terisolasi dalam Perawatan di Rumah (mis. Diduga / Dikonfirmasi memiliki COVID-19)

  • Anggota rumah tangga harus mendidik diri mereka sendiri tentang gejala COVID-19 dan mencegah penyebaran COVID-19 di rumah.
  • Bersihkan dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh setiap hari di area umum rumah tangga (mis. Meja, kursi bersandaran keras, gagang pintu, sakelar lampu, remote, gagang, meja, toilet, wastafel)
  • Di kamar tidur / kamar mandi yang digunakan untuk orang sakit: pertimbangkan mengurangi frekuensi pembersihan sesuai kebutuhan (mis., Benda dan permukaan yang kotor) untuk menghindari kontak yang tidak perlu dengan orang yang sakit.
  • Sebisa mungkin, orang yang sakit harus tinggal di ruangan khusus dan jauh dari orang lain di rumah mereka, mengikuti panduan perawatan di rumah.
  • Pengasuh dapat menyediakan persediaan pembersih pribadi untuk kamar dan kamar mandi orang yang sakit. Persediaan ini termasuk tisu, handuk kertas, pembersih, dan desinfektan.
  • Jika kamar mandi terpisah tidak tersedia, kamar mandi harus dibersihkan dan didesinfeksi setelah digunakan oleh orang yang sakit. Jika ini tidak memungkinkan, pengasuh harus menunggu setelah digunakan oleh orang yang sakit, untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang memiliki frekwensi sentuhan tinggi.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti panduan perawatan di rumah ketika berinteraksi dengan orang-orang yang dicurigai / dikonfirmasi COVID-19 dan kamar / kamar mandi isolasi mereka.

Cara membersihkan dan mendisinfeksi:

Permukaan

  • Kenakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan dan mendisinfeksi permukaan. Sarung tangan harus dibuang setelah setiap pembersihan. Jika Anda menggunakan sarung tangan yang bisa dipakai ulang, sarung tangan tersebut harus digunakan hanya untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan yang dicurigai tercemar COVID-19.  Artinya sarung tangan jangan digunakan untuk kepentingan lain. Konsultasikan instruksi pabrik untuk membersihkan dan mendesinfeksi produk yang digunakan. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.
  • Jika permukaannya yang akan didisinfeksi kotor, mereka harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan deterjen atau sabun dan air, sebelum dilakukannya desinfeksi.
  • Untuk desinfeksi, larutan pemutih rumah tangga yang diencerkan (sodium hipoklorit atau hidrogen peroksida), larutan alkohol yang setidaknya memiliki konsentrasi 70%. Atau menggunakan beberapa jenis bahan kimia disinfektan rumah tangga yang terdaftar di EPA.
  • Larutan pemutih rumah tangga encer dapat digunakan jika sesuai untuk permukaan. Ikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan ventilasi yang tepat. Periksa untuk memastikan produk tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan sekali-kali mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya. Pemutih rumah tangga yang tidak kadaluwarsa akan efektif melawan virus corona bila diencerkan dengan benar.
  • Siapkan larutan pemutih dengan mencampurkan: 5 sendok makan (1/3 gelas) pemutih per galon air, atau 4 sendok teh pemutih per liter air
  • Ikuti instruksi pabrik untuk semua produk pembersih dan desinfeksi (mis., Konsentrasi, metode aplikasi, dan lamanya waktu kontak, dll.).
  • Untuk permukaan lunak (keropos) seperti lantai berkarpet, permadani, dan gorden, singkirkan kontaminasi yang terlihat mata jika ada, dan bersihkan dengan pembersih yang sesuai untuk permukaan ini. Setelah dibersihkan, cuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Pakaian, handuk, linen, dan barang-barang lain yang masuk binatu

Pakailah sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor dari orang yang sakit dan kemudian buang (sarung tangan) setelah digunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan tersebut harus didedikasikan untuk membersihkan dan mendesinfeksi permukaan COVID-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas.

Jika tidak ada sarung tangan yang digunakan saat menangani cucian kotor, pastikan untuk mencuci dan mendisinfeksi tangan sesudahnya.

Jika memungkinkan, jangan kocok cucian kotor. Ini akan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara.

Mencuci barang sesuai dengan instruksi pabrikan. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.

Kebersihan tangan dan tindakan pencegahan lainnya

  • Anggota rumah tangga harus sering membersihkan tangan, termasuk segera setelah melepas sarung tangan dan setelah kontak dengan orang yang sakit, dengan mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia dan tangan tidak tampak kotor, pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol dapat digunakan. Namun, jika tangan tampak kotor, selalu cuci tangan dengan sabun dan air.
  • Anggota rumah tangga harus mengikuti tindakan pencegahan normal saat bekerja dan di rumah termasuk kebersihan tangan yang direkomendasikan dan menghindari sentuhan mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Mencuci tangan dengan disinfektan juga harus Andas lakukan setelah :

  • Setelah menyentuh hidung, batuk, atau bersin
  • Setelah menggunakan kamar kecil
  • Sebelum makan atau saat menyiapkan makanan
  • Setelah kontak dengan hewan atau hewan peliharaan
  • Sebelum dan sesudah memberikan perawatan rutin untuk orang lain yang membutuhkan bantuan (mis. Seorang anak)

Pertimbangan lainnya

Orang yang sakit harus makan / diberi makan di kamar mereka jika memungkinkan. Barang-barang layanan makanan non-sekali pakai yang digunakan harus ditangani dengan sarung tangan dan dicuci dengan air panas atau dalam mesin cuci piring. Bersihkan tangan setelah memegang item layanan makanan bekas.

Jika mungkin, persembahkan tempat sampah berjajar untuk orang sakit. Gunakan sarung tangan saat mengeluarkan kantong sampah, penanganan, dan pembuangan sampah. Cuci tangan setelah memegang atau membuang sampah.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan departemen kesehatan setempat tentang pedoman pembuangan sampah jika tersedia.

Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Korban Virus Corona Virus Corona COVID-19

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona perlu dipelajari, mengingat makin mahalnya harga-harga disinfektan yang dikenal secara umum saat ini. Harga alkohol dan hidrogen peroksida mengalami kenaikan yang tajam hingga 10 kali lipat dari harga normalnya.

Ada banyak alternatif yang bahkan jauh lebih kuat dibanding alkohol dan peroksida, yang bisa digunakan sebagai disinfektan pembasmi virus corona.

Corona adalah jenis enveloped virus, yang memiliki lapisan lemak di permukaan luarnya. US EPA (United States  Environmental Protection Agency) telah menetapkan kombinasi antara senyawa kompleks perak sitrat dan asam sitrat sebagai salah satu dari jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai disinfektan virus corona.

Sekilas Perak Sitrat

Pembentukan larutan kompleks sitrat perak / asam sitrat telah lama diselidiki. Meskipun perak sitrat sangat sedikit yang larut di dalam air, namun senyawa ini bisa dilarutkan dalam larutan asam sitrat.

Konsentrasi maksimum ion Ag + dalam larutan diperkirakan 23 hingga 25 g /L, jika konsentrasi asam sitrat yang digunakan setidaknya 4 mol / L atau lebih tinggi. Pelarutan perak sitrat dalam larutan asam sitrat dikaitkan dengan pembentukan kompleks perak sitrat dari formula umum [Ag3 (C6H5O7) n + 1] 3n−.

Larutan kompleks perak sitrat + asam sitrat telah menunjukkan aktivitas bakteriostatik dan bakterisida yang sangat kuat.

Sudah diketahui dengan baik bahwa perak dalam bentuk ionik atau senyawa kompleksnya lah yang aktif sebagai antimikroba. Sedangkan perak dalam bentuk logam, bahkan dalam apa yang disebut “nanoparticle”, tidak memiliki kemampuan anti mikroba.

Senyawa perak menarik digunakan sebagai disinfektan, karena pada kisaran konsentrasi yang berlaku, ion perak tidak menunjukkan toksisitas dan aktivitas karsinogenik terhadap tubuh manusia.

Perak sitrat adalah zat berwarna putih dengan kelarutan yang sangat terbatas dalam air. Di bawah kondisi fisikokimia normal, 1 bagian perak sitrat larut dalam 3500 bagian air, yang sesuai dengan 285 ppm ion Ag + dalam larutan.

Pemasukan larutan perak nitrat ke dalam larutan asam sitrat atau asam hidroksikarboksilat lainnya menghasilkan endapan.

Membuat Perak Sitrat Sebagai Disinfektan Virus Corona

Proses pembuatan Larutan Perak Sitrat

Larutan perak sitrat dibuat menggunakan larutan perak nitrat sebagai bahan baku. Tahap-tahap pembuatan sebagai berikut :

  1. Melarutkan logam perak murni menjadi larutan perak nitrat, atau langsung menggunakan perak nitrat standar farmasi sebagai bahan baku.
  2. Mereaksikan larutan perak nitrat dengan larutan asam sitrat (sitrun), untuk mendapatkan endapan perak sitrat.
  3. Menyaring perak sitrat agar terpisah dari larutan asam nitrat.
  4. Melarutkan perak sitrat dalam larutan asam sitrat.

4 tahap di atas dijelaskan melalui reaksi kimia berikut :

Menggunakan perak nitrat farmasi sebagai bahan baku, yang direaksikan dalam larutan asam sitrat.

3AgNO3 + H3C6H5O7⟷Ag3C6H5O7↓+3HNO3              (i)

Dimana : 

AgNO3 = perak nitrat

H3C6H5O7 = asam sitrat atau sitrun.

Berikutnya adalah menyaring endapan perak sitrat menggunakan kertas saring..

Selanjutnya mereaksikan endapan perak sitrat dalam asam sitrat, seperti reaksi kimia berikut ini :

Ag3C6H5O7↓  + 2 H3C6H5O7 →   3 AgH2C6H5O7       (ii)         

2 Ag3C6H5O7↓+ H3C6H5O7   →  3 Ag2HC6H5O7          (iii)

Dalam larutan asam sitrat, perak sitrat larut dalam 2 senyawa kompleks, yaitu senyawa kompleks AgH2C6H5O7 dalam reaksi (ii), dan senyawa kompleks Ag2HC6H5O7 pada reaksi (iii).

Pelarutan sempurna jika semua endapan perak sitrat (Ag3C6H5O7) yang berwarna putih telah larut semua dalam asam sitrat. Jika masih tersisa endapan, langkah yang Anda lakukan adalah penambahan asam sitrat ke dalam media pereaksi.

Larutan kompleks perak sitrat yang memiliki konsentrasi tinggi, dalam beberapa minggu, dapat berubah sebagia menjadi endapan baru senyawa perak sitrat Ag3C6H5O7 yang tak larut. Ini artinya, terjadi penurunan kelarutan perak sitrat di dalam larutan asam sitrat.

Agar ini tak terjadi, maka proses pelarutan perak sitrat dalam asam sitrat harus menggunakan larutan asam sitrat yang encer, dengan perkiraan ion perak yang larut maksimum 13 g/L.

Pengenceran Larutan Perak Sitrat + Asam Sitrat

Larutan kombinasi perak sitrat + asam sitrat adalah larutan kompleks perak sitrat yang berada di dalam larutan asam sitrat.

Pengenceran dilakukan agar penggunaan perak tak terlalu boros.

Larutan perak sitrat yang memiliki konsentrasi ion perak (Ag+) sekitar 100 ppm (100 grak perak per 1000 liter cairan) sudah mampu membunuh berbagai jenis mikroorganisme dan virus, termasuk di dalamnya virus corona SARS-Cov2 atau yang lebih dikenal COVID-19.

Kemampuan perak sitrat membunuh 99,99% virus corona sekitar 1 menit, yang setara dengan penggunaan sodium hipoklorit dan hidrogen peroksida, dan jauh lebih kuat dibanding alkohol.

Keekonomian Perak Sitrat sebagai Disinfektan Virus Corona

Ion perak dalam cairan disinfektan perak sitrat diperkirakan sekitar 100 gram dalam 1000 liter larutan. 100 gram perak saat ini memiliki harga sekitar Rp 900.000,-, dimana 1 gram logam perak dijual di pasaran seharga Rp 9.000,-.

Jika dibagi dalam sartuan liter, larutan kompleks perak sitrat menggunakan bahan baku logam perak seharga Rp 900,-, yang jauh lebih murah dibanding harga alkohol maupun senyawa kimia lainnya.

Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Kimia

Daftar Disinfektan Virus Corona yang Disetujui EPA

Daftar Disinfektan Virus Corona yang Disetujui EPA bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini (sumber). US EPA adalah singkatan dari United States  Environmental Protection Agency. Ini adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Dalam rangka pemberantasan terhadap virus COVID-19, US EPA telah menerbitkan jenis-jenis disinfektan yang bisa digunakan untuk melawan penyebaran virus corona SARS-Cov2, atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19.

Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia menyebabkan beberapa jenis bahan kimia mengalami kenaikan harga yang jauh di luar kewajaran. Ini disebabkan lonjakan permintaan dan pengetahuan yang terbatas terhadap jenis-jenis disinfektan yang bisa digunakan untuk melawan virus corona.

Di bawah ini Anda bisa melihat daftar jenis disinfektan yang bisa membunuh virus corona, sekaligus aman bagi lingkungan.

Adapun daftar disinfektan yang di rilis oleh EPA terus di update dari waktu ke waktu.

Tabel 1. Daftar Disinfektan Virus Corona yang Disetujui EPA

No Nama Bahan Kimia Waktu Kontak Minimum
1. Kombinasi  H2O2 + peroksi asam asetat 10 menit
2. Hidrogen peroksida 1 menit
3. H2O2 + peroksi asam setat + octanoid acid 4 menit
4. Isopropanol 5 menit
5. Quaternary ammonium 5 menit
6. Sodium hipoklorit 1 menit
7. Ethanol (alkohol) 5 menit
8. Asam klorida (HCl) 10 menit
9. Asam perasetik (peracetic acid) 1 menit
10. Asam sitrat (sitrun) 5 menit
11. Phenolic 10 menit
12. Kombinasi perak sitrat + asam sitrat 1 menit
13. Sodium Chlorite 10 menit
14. Octanoic acid 2 menit.

Keterangan :

  • Penggunaan dalam praktek harus memperhatikan konsentrasi minimum dan maksimum yang boleh dipergunakan. Misalnya, untuk alkohol berjenis ethanol, konsentrasi minimum yang dibutuhkan adalah 20%, namun untuk membunuh virus corona dibutuhkan konsentrasi optimum antara 60%-80%. Artinya konsentrasi maksimum yang diperlukan untuk alkohol adalah 80%.
  • Waktu kontak minimum adalah waktu persentuhan antara benda yang dicurigai mengandung virus corona dan bahan kimia yang digunakan. Misalnya, untuk alkohol, saat digunakan sebagai disinfektan atau hand sanitizer harus kontak dengan kulit tangan minimum 5 menit, untuk memastikan 99,99% virus corona berhasil di non-aktifkan.

Tabel di atas memperlihatkan jenis-jenis bahan kimia yang bisa digunakan sebagai disinfektan untuk virus corona. Namun daftar di atas adalah daftar yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat.

Masih ada beberapa jenis bahan-bahan kimia lain yang bisa digunakan untuk membasmi virus corona, namun belum dimasukkan ke dalam daftar. Sebab lain mungkin sifat bahan kimia yang tak masuk daftar EPA bersifat sangat korosif, mencemari lingkungan, bisa menyebabkan kanker, dan beberapa alasan lainnya.

Meskipun beberapa jenis disinfektan ampuh lain tak dimasukkan, misalnya formalin, namun formalin bisa digunakan sebagai disinfektan, tentunya harus melalui beberapa persyaratan keamanan yang ketat. Penggunaan formalin dibatasi karena bahan kimia ini diduga bisa menyebabkan kanker.

Categories
Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Menggunakan Formalin Sebagai Disinfektan Virus Corona

Menggunakan formalin sebagai disinfektan virus corona membutuhkan cara yang tepat agar aman dan bisa membunuh virus hingga 100%. Formalin adalah jenis disinfektan yang sangat kuat, yang bisa membunuh semua mikroorganisme dan seluruh jenis virus.

Namun penggunaan formalin untuk membunuh virus membutuhkan konsentrasi minimum dan waktu optimum yang diperlukan.

Formalin adalah versi cair dari formaldehida.

Pada artikel sebelumnya,  https://bestekin.com/2020/03/19/cara-membuat-disinfektan-virus-corona-dari-formalin/, telah diajarkan bagaimana membuat formalin sebagai disinfektan untuk pembunuh virus.

Agar efektif membunuh virus hingga 99,9%, formalin yang digunakan harus memiliki konsentrasi minimum 2%, dan optimum 4%.

Untuk menggunakan sebagai disinfektan, dibutuhkan beberapa peralatan pelindung tubuh sebagai berikut :

  • Kacamata, yang melindungi mata dari percikan zat ini, baik di saat pembuatan maupun di saat penggunaan.
  • Masker udara. Gunakan masker udara yang rapat, seperti masker N95.
  • Sarung tangan karet. Formalin, jika terkena kulit dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan kanker kulit.
  • Sepatu atau alas kaki yang rapat. Saat disemprotkan, formalin juga membasahi lantai.

Peralatan dalam penyemprotan sebagai berikut :

  • Alat semprot hama. Alat ini bisa ditemui di toko-toko yang menjual alat pertanian. Semua jenis alat penyemprot hama bisa digunakan untuk menyemprotkan formalin ke seluruh ruangan.
  • Air tawar sebagai pembilas dan pencuci tangan.
  • Sabun mandi untuk membersihkan tangan dan tubuh setelah penyemprotan.
  • Lembaran plastik. Plastik diperlukan untuk menutupi ventilasi udara agar formalin dapat efektif mematikan semua kuman dan virus.
  • Lembaran plastic wrapping. Plastic wrapping digunakan untuk membungkus makanan dan bahan-bahan makanan dengan rapat, agar terhindar dari cairan formalin.

Cara menggunakan formalin sebagai disinfektan virus corona dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :

  1. Proses persiapan sebelum penyemprotan.
  2. Proses penyemprotan.
  3. Proses setelah penyemprotan.

Proses persiapan sebelum penyemprotan

  • Masukkan sejumlah volume formalin ke dalam alat semprot hama, yang disesuaikan dengan luas dan volume ruangan yang akan disemprot.
  • Tutup semua ventilasi  dengan rapat. Celah-celah bisa ditutup menggunakan lembaran plastik yang di lakban.
  • Masukkan makanan ke tempat tertutup, termasuk bahan-bahan makanan. Anda bisa menggunakan kulkas atau lemari yang tertutup rapat.
  • Gunakan masker dan peralatan pengaman lainnya.

Proses penyemprotan

  • Lakukan penyemprotan secara urut  dari satu ruangan ke ruangan lain. Ini dimaksudkan agar Anda terhindar dari paparan cairan formalin melalui kulit dan pernafasan.
  • Semprot bagian atas terlebih dahulu (plafon ruangan), dinding, dan ruang udara, dan lantai.
  • Penyemprotan dilakukan secara mundur. Artinya, Anda bergerak mundur agar terhindar dari cairan dan uap formalin.
  • Semprot juga berbagai peralatan rumah tangga selain makanan.
  • Lakukan penyemprotan secara menyeluruh dan teliti.

Proses setelah penyemprotan

  • Setelah selesai menyemprot menggunakan formalin, Anda segera keluar ruangan, dan tutup pintu ruangan dengan rapat dari luar.
  • Biarkan kontak formalin dengan mikroorganisme dan virus selama 2 – 4 jam.
  • Setelah 4 jam, buka ruangan secara bertahap, termasuk ventilasi udara.
  • Biarkan ruangan terbuka selama 4-6 jam, agar sebagian besar sisa formalin menguap keluar dari ruangan atau rumah Anda. Anda juga bisa menggunakan kipas angin atau exhaust fan untuk mengusir semua sisa-sisa formalin.
  • Mandi dan cuci semua bagian tubuh.
  • Khusus untuk makanan dan bahan makanan, Anda baru bisa mengeluarkan mereka setelah 8 jam selesainya penyemprotan.
Categories
Cara Membuat Berbagai Disinfektan Virus Corona Kesehatan Virus Corona

Cara Membuat Disinfektan Virus Corona Dari Formalin

Cara membuat disinfektan virus corona dari formalin perlu diketahui, dikarenakan makin sulitnya menemukan disinfektan yang ampuh di pasaran. Formalin adalah salah satu disinfektan yang sangat kuat untuk mematikan virus dan kuman, termasuk virus COVID-19 atau yang sekarang berganti nama menjadi SARS-Cov2.

Tak seperti disinfektan kaporit yang telah diulas pada artikel ; https://bestekin.com/2020/03/15/membuat-cairan-pembunuh-virus-corona-dari-kaporit/, formalin tak bersifat korosif. Jadi proses pembuatan dan penggunaan bahan kimia ini bisa dilakukan menggunakan bahan-bahan logam atau kombinasi bahan logam dan non-logam.

Penggunaan Formalin Secara Umum

Formalin secara luas digunakan dalam dunia kedokteran dan peternakan. Dalam kedokteran, formalin digunakan sebagai agen pembalseman, untuk melestarikan spesimen anatomi, dan secara historis telah digunakan untuk mensterilkan instrumen bedah, terutama ketika dicampur dengan etanol. (sumber).

Formalin adalah sterilant dingin yang secara efektif membunuh semua mikroorganisme, termasuk spora dan virus jenis apapun. Untuk membunuh virus dan mikroorganisme, penggunaan formalin harus memperhatikan konsentrasi yang tepat dan diberi waktu kontak yang mencukupi.(sumber)

Formalin adalah nama lain dari formaldehide yang dicairkan menggunakan air. Formaldehyde sendiri dalam suhu kamar memiliki fase gas. Artinya, formalin adalah formaldehyde yang larut dalam air. Formaldehyde digunakan sebagai desinfektan dan sterilisasi baik dalam bentuk cair maupun gas.

Formaldehida lebih banyak dijual dan digunakan dalam bentuk larutan berbasis air yang disebut formalin, yang merupakan formaldehida berkonsentrasi 37%. Artinya, larutan formalin 100% setara dengan formaldehida berkonsentrasi 37%.

Larutan formalin adalah pembunuh bakteri, tuberculocide, fungisida, virucide dan sporisida. Formalin harus ditangani dengan hati-hati, karena bersifat karsinogen.

Formalin adalah larutan disinfektan yang murah dan stabil dengan umur simpan yang panjang.

Mekanisme Kerja Formalin

Formaldehyde menonaktifkan mikroorganisme dengan cara alkilasi kelompok amino dan sulfhidral dari protein dan cincin atom nitrogen dari basa purin.

Memvariasikan konsentrasi larutan formaldehida dan air menghancurkan berbagai mikroorganisme. Inaktivasi virus polio dalam 10 menit membutuhkan konsentrasi formalin 8%, tetapi semua virus lain yang diuji bisa mati dengan cairan formalin berkonsentrasi 2%.

Untuk mencapai inaktivasi virus yang memadai, diperlukan waktu kontak minimum 2 jam bagi larutan formalin yang berkonsentrasi 2%.

Cara Membuat Disinfektan Virus Corona Dari Formalin

Formalin tersedia luas di pasaran. Anda bisa memperoleh zat kimia ini di beberapa toko kimia, di toko-toko yang menjual alat pertanian dan peternakan (misalnya alat-alat untuk peternakan ayam).

Di pasaran, formalin dijual dalam konsetrasi yang bervariasi. Mulai dari formalin konsentrasi 4%, hingga formalin berkonsentrasi 50%.

Untuk membuatnya menjadi disinfektan yang efektif membunuh virus, diperlukan formalin berkonsentrasi minimum 2%. Namun konsentrasi yang efektif adalah antara 3 % – 4%.

Cara membuat formalin konsentrasi 4%.

  • Lihat konsentrasi formalin yang Anda miliki. Apakah 6%, 20% dan sebagainya. Dalam hal ini kita akan mencontohkan cara menurunkan konsentrasi formalin dari 10% menjadi 4%.
  • Untuk membuat cairan formalin dari konsentrasi 10% ke 4%, Anda menggunakan faktor pembagi 10 /4 = 2,5, yang dijadikan sebagai faktor perkalian dalam penambahan air. Misalnya Anda akan menggunakan 1 liter formalin 10%. Volume air yang ditambahkan harus 2,5 liter, yaitu dari 1 x 2,5 = 25 liter.
  • Aduk campuran larutan formalin + air secara merata. Anda bisa menggunakan logam atau plastik sebagai pengaduk dalam proses ini.
  • Untuk mendapat kestabilan jangka panjang, Anda bisa menambahkan larutan metanol 90% sekitar 10 ml sebagai penstabil formalin encer yang telah dibuat.
  • Sebelum digunakan, simpan larutan formalin di dalam botol atau jeriken plastik, dan tutup rapat-rapat.

Penanganan Formalin

 Menelan formalin bisa berakibat fatal. Orang yang tewas karena mengkonsumsi miras oplosan adalah salah satu contoh dari orang yang keracunan formalin. Miras oplosan mengandung metanol (metil alkohol) yang ketika bereaksi dengan udara akan menghasilkan formalin.

Saat formalin disemprotkan ke udara sebagai desinfektan, beberapa saat kemudian air dan formaldehyde menguap menjadi gas. Gas ini bisa mengiritasi mata dan memiliki bau menyengat. Sarung tangan harus selalu dipakai saat memegang formaldehyde untuk mencegah dermatitis dan sensitivitas alergi.

Ruangan harus berventilasi baik. Percikan apa pun harus diminimalkan. Pelindung wajah memberikan perlindungan total pada wajah. Minimal, pelindung mata (kacamata) harus dipakai saat menangani formalin.

Cara Menggunakan Formalin Sebagai Disinfektan Virus Corona COVID-19.

Formalin digunakan secara luas sebagai disinfektan yang sangat ampuh. Keampuhan formalin ini membuatnya digunakan dalam dunia kedokteran dan peternakan, serta sebagai alat fumigasi dalam proses pengiriman kontainer.

Untuk mengetahui cara penggunaan formalin sebadai disinfektan, Anda bisa membacanya pada link https://bestekin.com/2020/03/19/menggunakan-formalin-sebagai-disinfektan-virus-corona/

Categories
Korban Virus Corona Politik

Lockdown Hanya Membuat Keadaan Makin Parah

Lockdown hanya membuat keadaan makin parah. Setelah 3 bulan Wuhan di isolasi, terbukti masih saja ada korban tewas akibat virus corona di sana. Perintah isolasi 3 bulan yang lalu justru langsung menaikkan angka kematian di Wuhan. Sementara di seluruh provinsi China lainnya juga ada korban tewas, namun tak separah Wuhan.

Ternyata kebijakan China ditiru oleh Italia. Tragis, tingkat kematian naik tajam hingga mendekati 500 orang per hari. Demikian juga di Spanyol dan Prancis.

Singapura tak pernah melakukan penguncian total. Namun hingga artikel ini dimuat, belum 1 orang pun yang tewas di sana. Karena mereka sadara, bahwa lockdown hanya membuat keadaan makin parah.

Perintah presiden untuk melarang kepala daerah bertindak sendiri sudah sangat tepat. Kita harus belajar dari data. Bahwa virus corona ini datangnya dari negara yang memiliki iklim berbeda dengan kita. Dan jumlah persentase korban tewas memang terbukti jauh lebih tinggi di negara-negara sub-tropis tersebut.

Sebelum presiden memberikan peringatan keras, bestekin.com pun telah terlebih dahulu menulis artikel yang isinya mengkritik keras wacana-wacana lockdown yang digaungkan oleh sejumlah orang.

3 bulan sudah corona virus menjadi wabah di dunia. Dan mungkin saja virus ini sudah menyebar ke Indonesia jauh sebelum pengumuman resmi pemerintah. Namun kenyataan di lapangan, tidak ada kehebohan di pemukiman-pemukiman. Tidak ada kematian massal atau misterius yang jumlahnya seperti di negara-negara non-tropis saat ini.

Tidakkah politisi-politisi ini melihat karakteristik penularan dan jumlah korban tewas di negara-negara dingin ? Khususnya jika dibandingkan dengan negara-negara tropis?!

Sejak diumumkan telah masuk ke Singapura, hingga kini belum 1 orang pun dari penderita corona virus yang tewas di sana. Jika alasannya karena pelayanan medis yang baik, bukankah negara-negara Eropa dan Amerika Utara memiliki pelayanan yang baik, dan bahkan lebih maju dibanding Singapura ?!

Malaysia, baru hari ini diumumkan 2 orang tewas karena virus ini. Dan kejadian ini baru ada setelah 3 bulan virus COVID-19 bercokol di sana. Begitupun di negara-negara ASEAN lainnya. Atau di benua Amerika yang dilalui khatulistiwa, dan juga Afrika!

Lantas atas dasar apa wacana lock down ini muncul ke permukaan! 9% dari rakyat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, dan masih ada puluhan juta lagi yang rentan miskin.

Para pekerja harian dan pelaku sektor informal umumnya kerja hari ini untuk makan esok hari. Sudahkan dipikirkan nasib mereka jika dilakukan isolasi suatu kota?

Sekarang saja pendapatan para pekerja tersebut mengalami penurunan tajam. Warung di depan sekolah dan kantor yang diliburkan menjadi tutup, tak tak jelas bagaimana nasib mereka.

Orang lapar mudah terserang penyakit apapun. Yang sebelumnya sehat menjadi sakit. Kemudian terserang corona. Siapa yang mau bertanggungjawab?!

Sekali lagi, untuk membicarakan penyakit ini harus didukung oleh fakta dan data. Faktanya 20 besar negara yang terserang COVID-19 adalah negara dengan iklim sub-tropis dan dingin. Dan faktanya juga, jumlah korban tewas pun jauh lebih tinggi dibanding negara-negara tropis.

Mahluk hidup tak ada yang sempurna. Demikian juga dengan corona virus COVID-19. Virus malaria mematikan di Indonesia, tapi di Eropa menjadi tak berdaya. Virus demam berdarah adalah penyakit tropis, dan tak berbahaya di wilayah sub-tropis.

Singkong tak akan tumbuh di Eropa Utara. Begitupun, tak mungkin bunga tulip bisa tumbuh dengan baik di negeri kita.

3 bulan sudah wabah virus ini berlangsung. Tak ada lonjakan kematian di negara-negara tropis.

Di tutup-tutupi?! Bagaimana caranya? 200 juta rakyat Indonesia sudah melek internet. Bagaimana cara menutup-nutupi dari 200 juta jiwa yang bisa mengirim informasi dengan cepat ini?

India dengan jumlah penduduk mendekati 1 milyar jiwa dan berbatasan langsung dengan China, memiliki jumlah korban COVID-19 yang lebih kecil dibanding negeri kita. Namun mereka bersatu. Tak ada tekanan dari luar maupun dari dalam negeri.

Jangan korbankan rakyat demi ambisi sesaat.

Categories
Kesehatan Tubuh Manusia Tips Perawatan Alat Rumah Tangga

Memilih Pembersih Udara Ditengah Ancaman Virus Corona

Memilih pembersih udara terbaik perlu dicermati di tengah ancaman virus corona. Penularan virus corona lebih cepat terjadi melalui udara.

Ada banyak sekali jenis penjernih udara (Air Purifier), namun tak semuanya bisa diandalkan untuk menangkal sebaran virus di udara.

Pemilihan produk yang akan dibeli harus mempertimbangkan kemampuan suatu alat menyaring partikel padat yang berukuran di bawah 1000 nano meter.

Untuk memilih pembersih udara yang tepat, di bawah ini dijelaskan beberapa alat purifier dari berbagai merek yang terkenal.

Pembersih Udara merek Samsung

Pembersih udara merek Samsung menjamin mampu menyaring 99,97% partikel padat hingga berukuran 300 nm dari udara.

Front Air Inflow dengan mudah menarik udara dari luar. Sebuah Power Fan dengan cepat mendistribusikan udara bersih ke berbagai arah menggunakan 3 Way Air Flow-nya.

Produk Air Purifier Samsung sudah dilengkapi oleh HEPA Pro Filter yang bekerja secara efektif pada ruangan yang cukup luas.

Air purifier merek Samsung memiliki berbagai sensor yang mampu mendeteksi tingkat polusi dan meningkatkan kecepatan filter secara otomatis. Beberapa fitur juga terpasang di Samsung Air Purifier seperti LED Indicators, power button, fan speed, timer control, dan child locking.

LED Indicators berfungsi untuk menunjukkan kualitas udara di dalam ruangan. Indikator tersebut bisa dalam bentuk angka dan warna.

Air Purifier Merek SHARP

Sharp mengandalkan gabungan 2 teknologi dalam penyaringan udara. Penggunaan saringan yang rapat ditambah plasmacluster yang mampu menyaring mikroba hingga virus.

Sharp memiliki berbagai tipe produk, mulai dari penjernih udara untuk ukuran luas 0,3 m2, hingga penjernih udara berukuran 62 m2.

Sharp mengandalkan 2 metode dalam menyaring udara, yaitu :

Penggunaan filter untuk menyaring udara sirkulasi yang akan dihembuskan kembali. Filter ini juga digunakan oleh Air Purifier merek lain.

Menggunakan teknologi Plasmacluster. Plasmacluster pada dasarnya adalah generator ion, yang mengionisasi molekul air yang menempel padanya. 

Plasmacluster juga dipercaya mampu menghasilkan ion positif dan negatif yang sama seperti di alam.

Cara kerja plasmacluster pada Sharp dibagi menjadi 3 tahap :

Alat melepaskan ion negatif OH- dan positif H+ bersama-sama udara yang melewati saringan. Ion OH- dan H+ bersifat reaktif dan cenderung akan menetralkan menggunakan lawan jenisnya dari udara.

Ion OH- yang terlepas ke udara selanjutnya jika terkena mikroba dan virus, bereaksi menjadi air. Ion OH- akan merampas ion H+ dari protein mikroba dan virus, agar menjadi netral dalam bentuk molekul air (H2O).

Sama seperti OH-, ion H+ dari alat juga akan menyerang ion radikal yang mengandung OH- dari benda-benda yang dilalui, untuk membentuk senyawa air yang netral.

Air Purifier Merek Xiaomi

Xiaomi juga memproduksi alat penjernih udara yang mereka klaim sebagai High Performance Smart Air Purifier. Air purifier ini mampu membersihkan ruangan hingga seluas 406 m3/jam dengan jangkauan efektif seluas 48 m2.

Produk “Mi Air Purifier”  telah dibekali dengan aerodynamic principles yang mampu membersihkan polusi serta virus di udara. Mi Air Purifier Max, salah satu jenis air purifier Xiaomi, dilengkapi dengan dual-blower 4-duct, sehingga mampu membuat produk ini memompa udara bersih ke setiap sudut ruangan.

Mi Air Purifier juga dibekali dengan Triple-filter protection (3 lapis penyaringan) sehingga lebih efektif ketimbang air purifier biasa, karena mampu menyaring lebih dari 99% partikel kecil di udara.

Air Purifier Merek Honeywell

Air Purifier buatan Honeywell juga terkenal akan kualitasnya yang cukup baik. Honeywell mengklaim bahwa produk mereka berbeda dari air purifier buatan perusahaan lain.

Salah satu jenis Air Purifier yang dikeluarkan Honeywell adalah “HONEYWELL Air Purifier Air Touch HAC35M1101G Gold”.

Air Purifier “HONEYWELL Air Purifier Air Touch HAC35M1101G Gold” menggunakan penyaringan udara 3 lapis, dengan urutan :

  • Pre Filter
  • HEPA
  • HiSiv

Tipe ini beberapa keunggulan, antara lain :

  • Mampu membersihkan udara 300 m3 per jam, dengan cakupan luas area hingga 450 feet2.
  • Menggunakan 3 lapis penyaring membuat saringan menjadi lebih awet, dan dapat dipakai hingga 3000 jam.
  • Konsumsi daya yang rendah. Rata-rata daya yang digunakan antara 7,5 – 52 watt.

Air purifier Honeywell tepat digunakan untuk orang-orang yang mengidap alergi udara. Honeywell memproduksi Honeywell Air Touch untuk penggunaan di rumah, dan Honeywell Move Car Air Purifier untuk digunakan di mobil.

Air Purifier Merek Daikin

Daikin menjual 5 jenis Air Purifier.

Air Purifier Daikin dinilai tidak hanya menghilangkan bakteri dan menyegarkan udara, namun juga mampu menghilangkan bau.

Salah satu tipe yang akan di ulas di sini adalah tipe MC30VVM-H.

Tipe ini bisa digunakan pada ruangan seluas 21,5 m2.

Daikin pun sudah menggunakan filetr HEPA, yang mampu menyaring partikel padat berukuran 300 nm. Secara umum Air Purifier Daikin sudah memiliki penyaring bau, namun pada tipe MC30VVM-H tidak terpasang.

Tipe ini juga mampu membersihkan ruangan melalui tiga arah, agar proses penyaringan menjadi lebih cepat.

Dari 5 merek produsen “Air Purifier” di atas, mudah-mudahan Anda bisa memilih pembersih udara yang terbaik buat Anda.

Categories
Kesehatan Kesehatan Tubuh Manusia Korban Virus Corona

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO sangat mudah dipraktekkan. Bahan-bahan kimia yang digunakan juga tersedia bebas di pasaran.

Hand sanitizer mengalami kelangkaan akibat merebaknya kasus virus corona. Disamping langka, barang yang tersedia juga memiliki harga yang mahal.

Pada artikel ini, bestekin.com mengajarkan bagaimana membuat hand sanitizer sendiri, namun memiliki standar kesehatan yang sama dengan yang dipersyaratkan oleh WHO. Di artikel sebelumnya telah diajarkan beberapa cara pembuatan cairan desinfektan. (sumber) (sumber).

WHO telah membuat 2 formula hand sanitizer untuk diproduksi dan dipergunakan di berbagai negara. (sumber)

Faktor logistik, ekonomi, keselamatan, budaya, dan agama telah ikut dipertimbangkan dengan cermat oleh WHO sebelum merekomendasikan formula tersebut untuk digunakan di seluruh dunia.

Saat ini, handrubs berbasis alkohol adalah satu-satunya cara yang mudah dibuat untuk secara cepat dan efektif menonaktifkan beragam mikroorganisme dan virus yang berpotensi berbahaya di tangan.

WHO merekomendasikan handrubs berbasis alkohol berdasarkan faktor-faktor berikut:

1. Fakta nyata berbasis bukti dari aktivitas mikrobisida cepat-aksi dan spektrum luas dengan risiko minimal terhadap resistensi mikroba akibat penggunaan bahan kimia ini.

2. Mudah digunakan di daerah yang terbatas sumber daya atau terpencil dengan kurangnya akses ke bak cuci atau fasilitas lain untuk kebersihan tangan.

5. Meminimalkan risiko dari peristiwa buruk (saat ini pandemi COVID-19) karena peningkatan keselamatan yang terkait dengan penerimaan dan toleransi yang lebih baik daripada bahan kimia lain.

Pengaturan perawatan kesehatan yang menggunakan handrubs komersial harus mengikuti standar ASTM atau EN, dan diterima / ditoleransi dengan baik oleh petugas kesehatan (lihat juga Toolkit Implementasi yang tersedia di http: // www.who.int/gpsc/en/).

WHO merekomendasikan produksi lokal dari 2 formula berikut sebagai alternatif ketika produk komersial yang sesuai tidak tersedia atau terlalu mahal. Disarankan komposisi formulasi handrub berbasis alkohol untuk produksi lokal

Pilihan komponen untuk formulasi handrub yang direkomendasikan WHO memperhitungkan kendala biaya dan aktivitas mikrobisida. Dua formulasi berikut direkomendasikan untuk produksi lokal dengan maksimum 50 liter per lot, agar memastikan keamanan dalam produksi dan penyimpanan.

Formula I

Untuk menghasilkan produk yang memiliki konsentrasi akhir etanol 80% v / v, gliserol 1,45% v / v, hidrogen peroksida (H2O2) 0,125% v / v.

Cara Membuat Sendiri Hand Sanitizer Standar WHO+ Desinfektan I

Tuang ke dalam labu ukur (bisa juga menggunakan erlenmeyer atau beaker glass) berukuran 2000 ml:

  • Etanol yang memiliki konsentrasi 96%  sebanyak 833,3 ml
  • Larutan hidrogen peroksida (H2O2) konsentrasi 3% (dapat Anda peroleh di apotik atau toko kimia) sebanyak  41,7 ml
  • Gliserol konsentrasi 98% sebanyak 14,5 ml.
  • Tambahkan air suling (air destilasi) atau air yang telah direbus ke dalam erlenmeyer, hingga mencapai volume penuh 1000 ml (1 liter)

Formula II

Untuk menghasilkan produk yang memiliki konsentrasi akhir isopropil alkohol 75% v / v, gliserol 1,45% v / v, hidrogen peroksida 0,125% v / v:

Cara Pembuatan Formula Hand Sanitizer + Desinfektan I

Tuang ke dalam labu ukur 2000 ml:

  • Larutan isopropyl alkohol berkonsentrasi 99,8%, sebanyak 751,5 ml
  • Larutan hidrogen peroksida (H2O2) berkonsentrasi 3%, sebanyak 41,7 ml
  • Gliserol konsentrasi 98%, sebanyak 14,5 ml
  • Tambahkan ke dalam labu ukur air suling atau air hasil rebusan hingga volume total mencapai 1000 ml (1 liter)

Tujuan Penggunaan H2O2

Penggunaan konsentrasi rendah dari H2O2 yang dimasukkan dalam formula bertujuan untuk membantu menghilangkan spora yang terkontaminasi dalam larutan curah, dan bukan zat aktif untuk antiseptik tangan.

Tujuan Penambahan Gliserin

Gliserin / Gliserol ditambahkan ke formula sebagai humektan (pelembab kulit). Humektan atau emolien lain dapat digunakan untuk perawatan kulit, asalkan harganya terjangkau, tersedia secara lokal, bisa bercampur dalam air dan alkohol, tidak beracun, dan hipoalergenik. Gliserol dipilih karena aman dan relatif murah. Menurunkan persentase gliserol bisa dilakukan untuk mengurangi kelengketan handrub di tangan.

Penambahan Aditif lain Ke Dalam formula

Sangat disarankan agar tidak ada bahan selain yang ditentukan di atas untuk ditambahkan ke formula hand sanitizer.

Pewarna dapat dimasukkan untuk membedakan handrub dari cairan lain, asalkan zat tambahan tersebut aman dan kompatibel dengan komponen-komponen penting dari handrub. Namun zat H2O2 dalam handrubs mungkin cenderung memudarkan zat pewarna yang digunakan.

Penambahan wewangian tidak dianjurkan karena risiko reaksi alergi.

Keamanan dalam produksi

Dari 3 bahan kimia di atas (etanol, hidrogen peroksida, dan gliserol), etanol adalah bahan kimia yang yang harus ditangani dengan hati-hati. Zat kimia ini, dalam konsentrasi tinggi sangat mudah terbakar.