Defenisi molaritas adalah perbandingan antara mol suatu bahan kimia terlarut dengan volume larutan (volume pelarut + volume terlarut, dalam satuan liter). Satuan dari molaritas adalah molar.

Jadi defenisi molaritas adalah angka perbandingan antara mol dan volume larutan dari suatu bahan kimia.

Contoh 1 :

#Hitung molaritas dari 3 gram kristal NaCl yang dilarutkan dalam air aquadest, hingga mencapai volume 500 ml.

Jawab :

Massa molekul NaCl = 23 (massa atom Na)  +  35,5 (massa atom Cl) = 58,5.

Mol NaCl = massa NaCl / Massa Molekul NaCl = 3 / 58,5 = 0,051

Molaritas NaCl = mol NaCl / volume larutan = 0,051 / 500 ml = 0,051 mol / 0,5 liter = 0,102 Molar = 0,102 M

Contoh 2 :

* Hitung molaritas 12 gram tembaga II sulfat anhidrat, yang dilarutkan oleh air hingga volume 800 ml.

Jawab :

Tembaga II sulfat anhidrat adalah garam kristal tembaga II sulfat yang sudah tak mengandung air.

Massa molekul CuSO4 = 63,5 (massa atom Cu)  +  32 (massa atom S) + 4 x 16 (4 x massa atom oksigen) = 159,5.

Mol CuSO4 = massa CuSO4 / Massa Molekul CuSO4 = 12 / 159,5 = 0,075

Molaritas CuSO4 = mol CuSO4 / volume larutan = 0,075 mol/ 800 ml= 0,075 mol / 0,8 liter = 0,09375 Molar = 0,09375 M

Molaritas adalah satuan yang sangat penting dalam berbagai bidang ilmu kimia. Mulai dari penentuan konsentrasi suatu larutan, hingga berbagai perhitungan dalam reaksi kimia.

Misalnya saja, suatu larutan HNO3 yang memiliki konsentrasi 68%, kita bisa menghitung molaritasnya, demikian juga sebaliknya.

Tak hanya konsentrasi, massa jenis suatu larutan juga bisa ditentukan menggunakan satuan molaritas sebagai salah satu input dasar perhitungan.

Molaritas juga berhubungan dengan perhitungan syarat terjadinya reaksi kimia. Misalnya, logam perak, Ag, baru bisa bereaksi dengan larutan asam nitrat yang memiliki molaritas minimum 2.