Definisi dan Pengertian Koloid

Definisi dan pengertian koloid adalah campuran di mana satu substansi partikel yang tidak larut terdispersi secara mikroskopik di seluruh zat lain.

Tidak seperti larutan, yang zat terlarut dan pelarutnya hanya terdiri dari satu fase, suatu koloid memiliki fase terdispersi (partikel tersuspensi) dan fase kontinu (media suspensi).

Sistem koloid (selanjutnya cukup disebut “koloid”) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 – 1000 nm), sehingga mengalami Efek Tyndall.

Untuk memenuhi syarat sebagai koloid, campuran tersebut haruslah yang tidak mengendap atau akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengendap. Sedangkan suspensi adalah partikel padat yang mudah mengendap secara sempurna, dan memiliki ukuran partikel di atas 1000 nanometer.

Partikel fase terdispersi memiliki diameter antara 1 hingga 1000 nanometer.

Campuran homogen dengan fase terdispersi dalam kisaran ukuran ini dapat disebut aerosol koloid, emulsi koloid, busa koloid, dispersi koloid, atau hidrosol.

Penjelasan di atas mungkin membuat Anda menjadi bingung, karena terlalu teoretis.

Definisi dan pengertian koloid mudah dipahami jika Anda bisa membaca penjelasan berikut :

Disamping definisi nya yang memiliki arti kaku dan membingungkan, dibawah ini dijelaskan beberapa hal yang menyangkut koloid.

Dispersi memiliki arti sebaran. Terdispersi = tersebar. Pendispersi = penyebar.

Koloid adalah zat padat yang memiliki ukuran mulai dari 1 nano-meter hingga dibawah 1 mikrometer.

Di dalam media cair, pencampuran antara pelarut dan materi koloid secara visual terlihat merata.

Zat padat yang tercampur memiliki ukuran yang lebih kecil dari 1 μm dan umumnya memiliki muatan listrik yang sama. Karena kesamaan muatan inilah menyebabkan campuran tak akan mengendap.

Tak bertemunya partikel padat satu sama lainnya disebabkan adanya gaya tolak-menolak antara partikel padat dalam larutan tersebut.

Akibat dari gaya tolak-menolak tersebut timbullah gerak acak tiap partikel padat, yang disebut dengan nama “Gerak Brown”. Partikel padat ini tidak meneruskan cahaya, melainkan mendispersikannya, sehingga menimbulkan efek Tyndall. Contoh koloid ; susu, teh, cairan kopi, emas koloid.

Secara ukuran, koloid adalah suatu partikel padat yang memiliki diameter penampang kurang dari 1 mikrometer, namun ukuran terkecilnya 1 nanometer. Diameter penampang suatu zat padat yang melebihi dari 1 mikrometer disebut suspensi.

Sedangkan diameter penampang zat padat yang kurang dari 1 nanometer disebut sebagai larutan.

Jenis – jenis koloid

  1. Aerosol

Aerosol merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa zat padat atau cair dan medium pendispersinya berupa gas. Jika fase terdispersinya padat, maka disebut aerosol padat. Jika fase terdispersinya cair, maka disebut aerosol cair. Contoh koloid jenis aerosol cair adalah minyak wangi (parfum), obat nyamuk semprot, dan cat semprot.

Jenis aerosol padat adalah debu halus yang berterbangan di udara.

  1. Sol

Sol merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa zat padat, sedangkan medium pendispersinya berupa zat cair atau zat padat. Jika medium pendispersinya zat padat, disebut sol padat. Contoh koloid jenis sol cair adalah tinta, sol belerang, dan sol emas. Contoh sol padat adalah kaca hitam, intan hitam, dan paduan logam.

  1. Emulsi

Emulsi merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya zat cair dan medium pendispersinya juga zat cair. Lalu, apa bedanya dengan larutan? Pada emulsi, kedua zat cair tidak saling melarutkan. Hal itu karena adanya peran zat pengemulsi. Contoh emulsi adalah kasen di dalam susu, kuning telur, santan, dan mayones.

Emulsi terbentuk akibat bergumpalnya zat, sehingga membentuk partikel yang berukuran lebih dari 1 nanometer.

  1. Buih

Buih merupakan jenis koloid di mana fase terdispersinya berupa gas, sementara medium pendispersinya berupa zat cair. Jika medium pendispersinya berupa zat padat, maka disebut buih padat. Contoh koloid jenis buih ini adalah sabun, detergen, karet busa (buih padat), dan batu apung (buih padat).

  1. Gel

Gel merupakan jenis koloid yang terbentuk dari campuran zat padat dan zat cair. Gel terbentuk karena fase terdispersi mampu mengadsorbsi medium pendipersinya. Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika. Berdasarkan sifat elastisitasnya, gel dibagi menjadi dua, yaitu gel elastis dan non-elastis.

Definisi dan pengertian koloid berbeda dengan suspensi dan larutan. Untuk mengetahui perbedaan larutan koloid dan suspensi, Anda bisa membacanya disini.