Pengertian Ion, Kation, dan Anion

Ion, kation, dan anion, adalah suatu zat kimia yang memiliki muatan listrik di kulit terluarnya. Muatan ini disebabkan karena terlepas atau bertambahnya elektron keluar / ke dalam atom atau zat kimia tersebut.

Pengertian lain yang memiliki arti sama ; adalah suatu atom, molekul, atau senyawa, yang termuati oleh muatan listrik negatif atau positif. Zat kimia yang bermuatan listrik negatif disebut anion, sedangkan zat bermuatan positif disebut kation.

Contoh reaksi :

Cu (s)  +   4 H+  +  4 NO3  →   Cu2+  +  2 NO3  +  2 NO2 +   2 H2O (g)

Dari reaksi di atas, 1 atom dari logam tembaga (Cu) yang tak bermuatan listrik dioksidasi oleh 2 anion nitrat yang berasal dari larutan asam nitrat, menjadi kation tembaga II (Cu2+). Pada saat yang bersamaan 2 anion nitrat (NO3) tersebut juga tereduksi menjadi gas NO2.

Contoh lainnya garam dapur. Garam dapur memiliki rumus senyawa NaCl. Saat dilarutkan ke dalam air, senyawa NaCl terurai menjadi kation Na+ dan anion Cl.

NaCl + H2O →  Na+  +  Cl

Dari reaksi kimia di atas, Na+ dan Cl- disebut dengan ion, dimana Na+ adalah kation, dan Cl- disebut anion.

Contoh ion dari senyawa yang lebih besar misalnya senyawa CuSO4 (tembaga sulfat / copper sulfate). Saat dilarutkan ke dalam air, senywa CuSO4 terurai menjadi ion Cu2+ dan ion SO42-.

Ion Cu2+ adalah ion dari unsur kimia tembaga (Cu). Sedangkan ion dari SO42- merupakan ion dari gabungan 1 atom S (sulfur) dan 4 atom O (oksigen).

Kation juga bisa merupakan gabungan dari atom-atom yang terionisasi, misalnya Cu(NH3)42+.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *