Perbedaan Larutan Koloid dan suspensi secara fisik terletak pada ukuran partikelnya. Larutan tembus cahaya, koloid memiliki efek tyndall, dan banyak lagi.

Perbedaan paling jelas sebenarnya terletak pada perbedaan ukuran partikel dalam suatu media cair. Media cair bisa berupa air, alkohol, dan sebagainya.

Suatu unsur kimia (atom) bisa berupa padatan yang terlihat dan mampu mengendap. Padatan yang mampu mengendap ini adalah gabungan dari banyak atom, hingga memiliki diameter di atas 1 mikro-meter. Gabungan padatan ini disebut dengan nama suspensi.

Unsur-unsur kimia bisa juga tak terlihat secara jelas dan melayang-layang dalam air. Ini pun juga merupakan gabungan dari atom-atom, namun gabungan tersebut belum memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga membuatnya tak mampu mengendap. Jenis yang melayang-layang ini diberi defenisi koloid.

Ada juga unsur kimia yang sama sekali tak telihat oleh mata telanjang (hampir 100% tembus cahaya). Jenis ini disebut dengan definisi larutan (solution).

Padatan yang terlihat dan mampu mengendap disebut dengan istilah suspensi, sedangkan kekeruhan yang tak mengendap disebut dengan istilah koloid.

Unsur atau atom yang tak terlihat sama sekali diberi nama larutan (suatu cairan yang tembus terhadap cahaya).

Lantas apakah 3 defenisi di atas secara substansi benar-benar berbeda? Berikut ulasan masing-masing istilah tersebut .

Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi

Larutan

Secara umum, definisi larutan adalah ; campuran homogen (berbentuk cair) yang terdiri dari dua atau lebih zat/unsur/molekul/senyawa kimia.

Secara kasat mata, larutan terlihat jernih, dan tembus cahaya (tidak mengalami efek tyndall).

Disebut larutan, karena ada zat pelarut, dan zat yang terlarut. Suatu contoh, kristal gula yang dilarutkan dalam air tawar, membentuk larutan gula. Atau kristal garam yang dilarutkan dalam air, membentuk larutan garam.

Dari 2 jenis larutan tersebut, zat yang terlarut adalah gula dan garam. Sedangkan pelarutnya adalah air (H2O).

Pertanyaannya, apakah zat yang terlarut tersebut ion, padatan mono-atomik, atau cairan?

Tidak semua zat kimia yang terlarut bisa disebut ion, dan belum tentu juga yang terlarut berupa padatan berukuran atomik, atau pun cairan.

Larutan garam adalah atom natrium (Na) dan atom klorin (Cl) yang terionisasi. Karena terionisasi, maka atom natrium terpisah dari atom klor menjadi ion Na+ dan ion Cl.

Ada juga unsur kimia padat yang terlarut dalam larutan. Contohnya emas atomik di dalam air atau zat pelarut lain. Artinya emas (Au) yang berada di dalam larutan tidak terionisasi. Namun karena memiliki ukuran yang lebih kecil dari 1 nm (nano-meter), akibatnya padatan emas tersebut menjadi terlarut.

Ion adalah istilah dari zat kimia yang termuati oleh muatan listrik.

Ion tembaga adalah atom tembaga yang mendapat muatan listrik yang menempel di atom tembaga. Garam padat merupakan suatu kumpulan yang terdiri dari 2 jenis atom (atom natrium dan atom klor), yang membentuk ikatan akibat perbedaan muatan listrik antar atom-atom tersebut.

Natrium adalah unsur padat yang bersifat logam, sehingga atomnya juga merupakan padatan. Analog dengan garam dapur (NaCl), kristal garam tembaga klorida (CuCl2) juga merupakan ikatan antara atom logam tembaga dan atom gas klor, akibat adanya muatan listrik yang berbeda antar ke-dua atom tersebut.

Dari pemaparan di atas, maka macam-macam larutan dapat dirangkum sebagai berikut :
  • Larutan adalah suatu sebaran dari berbagai jenis unsur yang berukuran atomik. Misalnya partikel emas (Au) atomik di dalam pelarut air.
  • Larutan gula adalah sebaran dari senyawa organik dari atom-atom karbon (fase padat), hidrogen (fase gas), dan oksigen, yang tak terionisasi.
  • Larutan garam merupakan sebaran dari atom-atom logam natrium (fase padat) yang terionisasi menjadi ion Na+, dan atom-atom dari unsur kimia gas klor (Cl, fase gas), yang terionisasi menjadi ion Cl.
  • Larutan tembaga klorida merupakan suatu sebaran dari atom-atom tembaga (fase padat) yang terioniasi menjadi ion Cu2+, dan atom klor yang terionisasi menjadi ion Cl.

Atom berdimensi bulat dan memiliki ukuran. Oleh karena itu, unsur yang bersifat padat, memiliki atom yang bersifat padat juga. Atom logam natrium memiliki diameter 186 piko-meter. Atom karbon berdiameter sekitar 77 pm, dan atom tembaga memiliki diameter 170 pm.

Dapat disimpulkan, bahwa: Larutan adalah gabungan dari zat pelarut (air, alkohol, dan sebagainya), dengan zat-zat yang terlarut (bisa berupa ion atau tidak), yang memiliki diameter di bawah 1 nano-meter.

Apakah zat yang terlarut bisa dipisahkan dari zat pelarutnya ?

Jawabnya : bisa.

Pemisahan zat terlarut dari zat pelarut bisa dilakukan dengan 2 cara :

  1. Pemisahan pelarut dan zat terlarut menggunakan proses penguapan (distilasi), atau penyulingan. Contohnya proses pembuatan garam krosok dari air laut, yang dilakukan melalui proses penguapan air laut.
  2. Pemisahan pelarut dan zat terlarut menggunakan proses penyaringan menggunakan membrane reverse osmosis.

Koloid

Secara umum, definisi dan pengertian koloid adalah ; campuran dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 – 999 nm), sehingga mengalami Efek Tyndall.

Dispersi = sebaran. Terdispersi = tersebar. Pendispersi = penyebar.
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. 

Untuk melihat efek tyndall, Anda bisa menggunakan air teh yang dimasukkan ke dalam gelas bening. Gelas yang telah berisi air teh Anda tempatkan di ruangan gelap. Selanjutnya gunakan senter kecil atau laser pen untuk melihat efek tyndall. Nyalakan lampunya, sinari gelas dari salah-satu dindingnya.

Saat disinari, akan terlihat sebagian cahaya terperangkap di dalam air teh. Inilah yang disebut efek tyndall. Larutan, sama seperti air jernih, tidak memiliki efek tyndall.

Partikel koloid juga terus bergerak secara acak, yang disebut dengan Gerak Brown.

Analisa ; partikel koloid (yang secara atomik berfase padat) adalah partikel padat yang sama dengan suspensi, namun memiliki ukuran yang lebih kecil (antara 1 nanometer – 999 nanometer).

Koloid umumnya terbentuk karena adanya kesamaan muatan listrik antara masing-masing pertikel, sehingga terjadi gaya tolak-menolak antar masing-masing partikel tersebut.

Sebagai contoh, emas koloid adalah kumpulan partikel – partikel logam emas (dalam suatu ruangan) yang berukuran 1 nm atau lebih.

Mengapa partikel-partikel yang notabene sejenis ini tidak mau menyatu (teraglomerasi)?

Jawabnya, karena masing-masing partikel memiliki muatan listrik yang sejenis.

Akibat muatan sejenis ini, maka yang terjadi justru munculnya gaya tolak-menolak antar mereka (umumnya partikel emas koloid bermuatan negatif).

Apa yang menyebabkan terjadinya gerak Brown pada partikel koloid?

Gerak Brown adalah gerakan partikel yang acak (random).

Mengapa harus acak ?

Gerak Brown terjadi akibat adanya muatan listrik yang sejenis (misalnya muatan masing-masing partikel dalam satu media semuanya positif, atau semuanya negatif).

Sehingga tiap partikel akan terus – menerus bergerak, bertumbukan antara satu dan lainnya. Karena masing-masing saling menolak, maka gerakan tiap partikel pun tidak bisa diprediksi, alias acak.

Dari penjelasan tentang koloid ini, dapat disimpulkan bahwa :

– Partikel koloid (yang berfase padat) dan suspensi pada dasarnya sama-sama zat padat.

Yang membedakan antar keduanya adalah diameter partikel padat koloid yang lebih kecil (berukuran antara 1 nm – 999 nm), sedangkan suspensi berukuran lebih besar (1 μm atau lebih).

– Partikel koloid bisa membentuk suspensi, jika muatan listrik pada masing-masing partikel dinetralkan.

Penetralan muatan mengakibatkan terjadinya koagulasi (penggumpalan), sehingga membentuk aglomerasi yang memiliki diameter di atas 1 μm. Artinya koloid bisa diubah menjadi suspensi dengan cara menghilangkan muatan listrik dari masing-masing partikel.

Koloid juga terdapat di udara. Namun istilahnya berbeda, di udara koloid disebut dengan nama aerosol.

Baca juga : “Aerosol Penyebab Utama Penularan Virus Corona“.

Suspensi

Pada istilah umum, suspensi adalah suatu campuran antara larutan dan padatan, yang dapat dipisahkan melalui melalui 2 cara :

  • Pengendapan. Karena biasanya padatan cenderung lebih berat dari cairan, maka dengan sendirinya padatan akan mengendap. Kesempurnaan endapan berbanding lurus dengan waktu.
  • Penyaringan. Suspensi dapat dipisahkan dari larutan melalui proses penyaringan menggunakan kertas saring. Partikel suspensi akan tertahan, dan larutan lolos dari kertas saring.

Disebut dengan istilah campuran, berarti terdapat 2 zat yang berbeda ; larutan dan padatan. Oleh sebab itu campuran disebut juga dengan istilah heterogen.

Analisa ; suspensi adalah gabungan atom-atom / molekul-molekul padat yang memiliki ukuran (diameter) 1 mikrometer atau lebih.

Suspensi dibentuk dari 1 atau beberapa unsur kimia, yang dapat diurai sebagai berikut :

–  Suspensi yang tersusun dari kumpulan/ikatan satu atau lebih jenis atom atau senyawa.

Misalnya, bijih emas murni yang terdiri dari gabungan atom-atom emas, yang menyatu membentuk ikatan logam dengan diameter lebih dari 1 mikrometer. Atau paduan antara beberapa unsur atom logam, membentuk ikatan logam (misalnya paduan emas, perak, tembaga, yang menyatu sebagai partikel dengan ukuran diameter di atas 1 mikrometer.

– Suspensi yang terbentuk dari beberapa jenis atom atau molekul.

Misalnya , campuran antara beberapa jenis atom / molekul logam, yang berasal dari partikel koloid yang teraglomerasi (tergumpal/membentuk gumpalan). Atau campuran dari satu atau lebih senyawa-senyawa kimia tak larut , yang teraglomerasi (misalnya endapan perak klorida, gabungan endapan perak hidroksida dan besi III hidroksida, pasir, tanah, dan sebagainya).

Kesimpulan akhir

Dari berbagai pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ; suatu unsur yang berfase padat dapat membentuk 3 penampakan :

  • Berukuran besar disebut dengan istilah suspensi (ukuran 1 μm atau lebih)
  • Berukuran antara 1 nanometer hingga 999 nanometer disebut dengan istilah “koloid”.
  • Berukuran dibawah 1 nano-meter disebut dengan istilah ‘larutan”.

Kesimpulan akhir dari perbedaan larutan koloid dan suspensi adalah :

1. Suspensi, koloid, dan larutan, adalah hanya suatu istilah, sedangkan wujud suatu unsur selalu tetap.

Logam emas tetap berwujud logam pada saat disebut dengan istilah koloid, dan juga tetap berwujud logam saat disebut dengan istilah “larutan emas”.

2. Atom dari suatu unsur kimia yang berfase padat dalam larutan, dapat dijadikan koloid maupun suspensi. Begitupun sebaliknya, suspensi dapat diubah menjadi koloid dan larutan.

3. Perbedaan Larutan Koloid dan suspensi yang paling jelas terletak pada ukuran partikel. Larutan memiliki diameter partikel yang lebih kecil dari 1 nm, atau x > 1 nm, dimana x = partikel larutan. Koloid berukuran di antara 1 nm dan lebih kecil dari 1 mikrometer, atau 1 nm ≤ x < 1 µm, dimana x = partikel koloid. Partikel suspensi berukuran antara 1 mikrometer hingga lebih bedar darinya, atau 1 µm < x, dimana x = partikel suspensi.