Perbedaan Larutan, Koloid, dan Suspensi

Suatu unsur kimia (atom) bisa berupa padatan yang terlihat dan mampu mengendap, bisa juga tak terlihat secara jelas dan melayang-layang dalam air, dan bisa juga sama sekali tak telihat oleh mata telanjang (hampir 100%tembus cahaya). Padatan yang terlihat dan mampu mengendap disebut dengan istilah suspensi, sedangkan kekeruhan yang tak mengendap disebut dengan istilah koloid. Unsur atau atom yang tak terlihat sama sekali diberi nama larutan (suatu cairan yang tembus terhadap cahaya). Lantas apakah 3 istilah tersebut secara substansi benar-benar berbeda? Berikut ulasan masing-masing istilah tersebut .

Suspensi

Pada istilah umum, suspensi adalah suatu campuran antara larutan dan padatan, yang dapat dipisahkan melalui melalui 2 cara :

  • Pengendapan. Karena biasanya padatan cenderung lebih berat dari cairan, maka dengan sendirinya padatan akan mengendap. Kesempurnaan endapan berbanding lurus dengan waktu.
  • Penyaringan. Suspensi dapat dipisahkan dari larutan melalui proses penyaringan menggunakan kertas saring. Partikel suspensi akan tertahan, dan larutan lolos dari kertas saring.

Disebut dengan istilah campuran, berarti terdapat 2 zat yang berbeda ; larutan dan padatan. Oleh sebab itu campuran disebut juga dengan istilah heterogen.

Analisa ; suspensi adalah gabungan atom-atom / molekul-molekul padat yang memiliki ukuran (diameter) 1 mikrometer atau lebih. Suspensi dibentuk dari 1 atau beberapa unsur kimia, yang dapat diurai sebagai berikut :

  • Suspensi yang tersusun dari kumpulan/ikatan satu atau lebih jenis atom logam. Misalnya, bijih emas murni yang terdiri dari gabungan atom-atom emas, yang menyatu membentuk ikatan logam, dengan diameter lebih dari 1 mikrometer. Atau paduan antara beberapa unsur atom logam, membentuk ikatan logam (misalnya paduan emas, perak, tembaga, yang menyatu sebagai partikel dengan ukuran diameter di atas 1 mikrometer.
  • Suspensi yang terbentuk dari beberapa jenis atom atau molekul. Misalnya , campuran antara beberapa jenis atom / molekul logam, yang berasal dari partikel koloid yang teraglomerasi (tergumpal/membentuk gumpalan). Atau campuran dari satu atau lebih senyawa-senyawa kimia tak larut , yang teraglomerasi (misalnya endapan perak klorida, gabungan endapan perak hidroksida dan besi III hidroksida, dan sebagainya).

Koloid

Secara umum, defenisi koloid adalah ; campuran dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 – 999 nm), sehingga mengalami Efek Tyndall. Partikel koloid juga disebut terus bergerak secara acak, yang disebut dengan Gerak Brown.

Analisa ; partikel koloid (yang secara atomik berfase padat) adalah partikel padat yang sama dengan suspensi, namun memiliki ukuran yang lebih kecil (antara 1 nanometer – 999 nanometer). Koloid umumnya terbentuk karena adanya kesamaan muatan listrik antara masing-masing pertikel, sehingga terjadi gaya tolak-menolak antar masing-masing partikel tersebut. Sebagai contoh, emas koloid adalah kumpulan partikel – partikel logam emas (dalam suatu ruangan) yang berukuran 1 nm atau lebih. Mengapa partikel-partikel yang notabene sejenis ini tidak mau menyatu (teraglomerasi)?

Karena masing-masing partikel memiliki muatan listrik yang sejenis, maka yang terjadi justru terjadinya gaya tolak-menolak antar mereka (umumnya partikel emas koloid bermuatan negatif). Apa yang menyebabkan terjadinya gerak Brown pada partikel koloid?Gerak Brown adalah gerakan partikel yang acak (random). Mengapa harus acak ? Gerak Brown terjadi akibat adanya muatan listrik yang sejenis (misalnya muatan masing-masing partikel dalam satu media semuanya positif, atau semuanya negatif), sehingga tiap partikel akan terus – menerus bergerak, bertumbukan antara satu dan lainnya. Karena masing-masing saling menolak, maka gerakan tiap partikel pun tidak bisa diprediksi, alias acak.

Dari penjelasan tentang koloid ini, dapat disimpulkan bahwa :

  • Partikel koloid (yang berfase padat) dan suspensi pada dasarnya sama-sama zat padat. Yang membedakan antar keduanya adalah diameter partikel padat koloid yang lebih kecil (berukuran antara 1 nm – 999 nm), sedangkan suspensi berukuran lebih besar (1 μm atau lebih).
  • Partikel koloid bisa membentuk suspensi, jika muatan listrik pada masing-masing partikel dinetralkan. Penetralan muatan mengakibatkan terjadinya koagulasi (penggumpalan), sehingga membentuk aglomerasi yang memiliki diameter di atas 1 μm.

Larutan

Secara umum, defenisi larutan adalah ; campuran homogen (berbentuk cair) yang terdiri dari dua atau lebih zat/unsur/molekul/senyawa kimia. Secara kasat mata, larutan terlihat jernih, dan tembus cahaya (tidak mengalami efek tyndall). Disebut larutan, karena ada zat pelarut, dan zat yang terlarut. Suatu contoh, kristal gula yang dilat=rutkan dalam air tawar, membentuk larutan gula. Atau kristal garam yang dilarutkan dalam air, membentuk larutan garam. Pertanyaannya, apakah zat yang terlarut tersebut ion, padatan, atau cairan?

Analisa :Ion adalah istilah dari zat kimia yang termuati oleh muatan listrik. Ion tembaga adalah atom tembaga yang mendapat muatan listrik yang menempel di atom tembaga. Garam padat merupakan suatu kumpulan yang terdiri dari 2 jenis atom (atom natrium dan atom klor), yang membentuk ikatan akibat perbedaan muatan listrik antar atom-atom tersebut. Natrium adalah unsur padat yang bersifat logam, sehingga atomnya juga merupakan padatan. Analog dengan garam dapur (NaCl), kristal garam tembaga klorida (CuCl2) juga merupakan ikatan antara atom logam tembaga dan atom gas klor, akibat adanya muatan listrik yang berbeda antar ke-dua atom tersebut.

Dari pemaparan di atas, maka dapat dirangkum sebagai berikut ; larutan adalah suatu sebaran dari berbagai jenis unsur yang berukuran atomik. Larutan gula adalah sebaran dari atom-atom karbon (fase padat) dan hidrogen (fase gas), larutan garam merupakan sebaran dari atom-atom logam natrium (fase padat) dan atom-atom dari unsur klor (Cl, fase gas), larutan tembaga klorida merupakan suatu sebaran dari atom-atom tembaga (fase padat) dan atom klor. Atom berdimensi bulat dan memiliki ukuran. Oleh karena itu, unsur yang bersifat padat, memiliki atom yang bersifat padat juga. Atom logam natrium memiliki diameter 186 piko-meter, atom karbon berdiameter sekitar 77 pm, dan atom tembaga memiliki diameter 170 pm.

Dari berbagai pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ; suatu unsur yang berfase padat dapat membentuk 3 penampakan :

  • Berukuran besar disebut dengan istilah suspensi (ukuran 1 μm atau lebih)
  • Berukuran antara 1 nanometer hingga 999 nanometer disebut dengan istilah “koloid”.
  • Berukuran dibawah 1 nanometer disebut dengan istilah ‘larutan”.

Kesimpulan akhir adalah :

  1. Suspensi, koloid, dan larutan, adalah hanya suatu istilah, sedangkan wujud suatu unsur selalu tetap. Logam emas tetap berwujud logam pada saat disebut dengan istilah koloid, dan juga tetap berwujud logam saat disebut dengan istilah “larutan emas”.
  2. Atom suatu unsur yang berfase padat dalam larutan, dapat dijadikan koloid maupun suspensi. Begitupun sebaliknya, suspensi dapat diubah menjadi koloid dan larutan.

Tinggalkan Balasan