Ditinjau dari melepaskan atau menerima panas, reaksi kimia dibagi 2, yaitu reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

Defenisi dan Contoh Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan panas atau kalor, dari sistem ke lingkungan.

Atau, defenisi reaksi eksoterm secara teoretis :

Jika reaksi kimia berlangsung dengan melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan, maka reaksi disebut reaksi eksoterm. Pelepasan kalor menyebabkan penurunan entalpi reaksi, sehingga ΔH reaktan > ΔH produk. Oleh karena itu ΔH bertanda negatif.

Defenisi dan Contoh Reaksi Eksoterm secara umum

Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang menyebabkan munculnya panas atau kalor dari suatu benda atau kumpulan zat kimia. Benda atau kumpulan zat kimia ini disebut sebagai sistem. Area di luar benda atau kumpulan zat kimia disebut sebagai lingkungan.

Contoh reaksi eksoterm ke 1 : panas tubuh manusia dan hewan.

Contoh nyata, tubuh kita sebagai manusia. Seluruh tubuh kita disebut sistem, dan udara di sekitar tubuh disebut lingkungan. Aktifitas makan dan minum adalah aksi. Akibat adanya aksi, muncul reaksi kimia di dalam tubuh, menyebabkan panas suhu tubuh. Panas suhu tubuh dilepaskan ke lingkungan, atau ke udara di sekeliling kita.

Jadi tubuh manusia yang hidup terus melakukan reaksi eksoterm.

Contoh reaksi eksoterm ke 2 : arang terbakar.

Saat anda memasak nasi menggunakan gas, kayu, atau arang. Aktifitas menyalakan gas, kayu, atau arang, disebut aksi. Akibatnya muncul reaksi kimia dalam wujud api. Panas yang timbul disebabkan terjadinya reaksi eksoterm antara atom atau senyawa karbon dengan udara.

C (s) + O2 (g) → CO2 (g)

Persamaan reaksi di atas adalah reaksi antara arang (C) dengan udara yang mengandung oksigen (O2), yang menyebabkan terlepasnya panas laten dari atom karbon.

Secara defenisi kaku nya, reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan kalor, dimana kalor yang dilepaskan mengalir dari sistem ke lingkungan.

Yang dimaksud sistem di atas adalah tempat berlangsungnya reaksi kimia. Jika pembakaran berlangsung di tungku, maka sistem yang dimaksud adalah tungku tersebut.

Sedangkan lingkungan adalah wilayah di luar sistem. Artinya ruang di luar tungku adalah lingkungan.

Dari mana asal kalor yang dilepaskan tersebut?!

Atom karbon yang teroksidasi oleh udara pada reaksi kimia pembakaran arang di atas sesungguhnya telah menyimpan panas, yang disebut panas laten (kalor laten). Panas yang disimpan oleh arang tersebut berasal dari panas sinar matahari saat berlangsungnya peristiwa fotosintesa pada daun. Nah, karbon yang dibakar tersebut sebelumnya berasal dari kayu, yang dihasilkan melalui proses fotosintesa tumbuhan.

Ciri-ciri reaksi eksoterm lainnya adalah reaksi kimia nya berlangsung spontan. Saat kayu terbakar, kita tak perlu lagi memanaskan, karena justru kayu akan terus terbakar.

Atau jika anda menyalakan minyak atau membakar plastik. Artinya tak ada paksaan agar reaksi kimia bisa terus berlangsung.

Contoh reaksi eksoterm ke 3 : Reaksi antara kapur bakar dan air.

Kapur bakar adalah kapur dari batuan yang telah dibakar di tungku pembakar kapur. Kapur bakar memiliki rumus kimia CaO. Saat kapur dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air, muncul reaksi keras, yang jika diamati kapur menjadi hancur dan air di sekitarnya menjadi panas dan mendidih.

Reaksi yang berlangsung dijelaskan sebagai berikut :

CaO   +  H2O   →  Ca(OH)2

Kapur CaO yang kontak fisik dengan air dalam reaksi eksoterm di atas, menyebabkan terbentuknya senyawa kimia baru, yaitu Ca(OH)2.

Mengapa kapur bakar di atas bisa panas saat diberi air?

Jawabannya sebagai berikut :

Awalnya kapur tersebut berasal dari batuan kapur (Kalsit atau limestone) di pegunungan. Kapur ditambang, lalu kemudian dibakar di tungku pembakaran kapur. Batu kapur yang ditambang tersebut memiliki rumus kimia CaCO3.

Pada saat kapur dibakar, terjadi reaksi kimia di bawah ini.

CaCO3 (s)  →  CaO (s)  +  CO2 (g)

Reaksi pembakaran seperti persamaan reaksi kimia di atas menyebabkan terbentuknya 2 senyawa kimia, CaO (kapur bakar), dan CO2 (gas karbon dioksida). CaO berupa padatan, dan CO2 berupa gas yang terbang ke udara.

Nah, saat pembakaran kapur tersebutlah senyawa CaO menyimpan panas yang diperoleh dari proses pembakaran. Panas yang disimpan ini akan dilepaskan jika mendapatkan kondisi yang tepat ; misalnya jika bersentuhan dengan air atau gas CO2.

Proses pembakaran kapur di atas bukan reaksi eksoterm, melainkan reaksi endoterm. Pengertian Reaksi endoterm berlawanan dengan reaksi eksoterm.

Karena untuk memisahkan gas CO2 dari CaCO3 dibutuhkan panas yang disuplai dari lingkungan ke sistem. Dalam hal ini, kapur mentah (CaCO3) dibakar oleh api hingga gas CO2 terlepas. CaO yang dihasilkan telah menyimpan sebagian kalor yang ditransfer oleh api, inilah yang dimaksud kalor laten.

Pada kondisi terbuka oleh udara, kapur CaO jika disentuh terasa panas, karena kapur berusaha melepaskan kalor yang dimiliki. Panas yang timbul disebabkan adanya uap air dalam udara yang sebagian bereaksi dengan kapur.

Saat dicampur dengan air, kapur bereaksi spontan membentuk senyawa baru, sembari melepaskan kalor laten yang dimilikinya.

Dengan contoh yang gamblang dari “Defenisi dan Contoh Reaksi Eksoterm” di atas, mudah-mudahan pembaca bisa memahami dengan baik maksudnya.