PALLADIUM

Palladium (Pd)

Unsur kimia logam palladium termasuk satu dari 6 logam yang digolongkan dalam golongan platina. Untuk kategori jenis logam, palladium digolongkan sebagai logam mulia. Sebagaimana diketahui, kriteria logam mulia adalah logam yang sukar bereaksi dengan hampir semua bahan kimia, termasuk dengan hampir semua jenis oksidator.

Palladium memiliki warna yang mirip platina, namun agak sedikit cerah mengkilap. Logam ini lunak jika dipanaskan. Dari semua logam dalam golongan platina, palladium merupakan logam dengan titik leleh terendah, dan memiliki massa jenis terkecil.

Sifat-sifat Fisika dan Kimia Logam Palladium

Sifat-sifat Fisika

Fase                : Solid / Padat

Titik leleh      : 15550C

Titik didih      : 29630C

Massa Jenis   : 12 gr/ml

Radius Atom : 137 pm

 

Sifat-sifat Kimia

Nama dan simbol       : Palladium, Pd

Nomor atom               : 46

Massa Atom               : 106

Golongan                     : golongan 10, blok d.

Perioda                        : 5

Elektronegatifitas      : 2,2 skala pauling

Konfigurasi elektron : [Kr] 4 d10

Jenis Logam               : Logam golongan transisi

 

Penggunaan Palladium

Hampir 50% dari hasil produksi logam palladium digunakan untuk catalytic converter di industri automotive. Pengguna ke-2 terbesar palladium adalah industri elektronika. Pada komponen elektronika, palladium digunakan dalam multilayer kapasitor keramik, dimana paduan logam palladium dan perak digunakan sebagai elektroda. Palladium juga digunakan sebagai relay tegangan rendah, bahan solder, jalur konduktor pada PCB, dan konduktor pada bagian dalam komponen IC. Pengguna ke-3 terbesar logam palladium adalah industri perhiasan. Bersama emas, nikel, dan perak, palladium dijadikan paduan logam mulia yang sering disebut dengan istilah “emas putih”.

Reaksi-reaksi Kimia Palladium

Palladium memiliki bilangan oksidasi +1, +2, dan +4. Pada suhu kamar dan suhu normal, palladium tak bereaksi dengan udara. Peningkatan suhu hingga di atas 8000C menyebabkan palladium bereaksi dengan udara, membentuk senyawa palladium II oksida pada permukaan logamnya. Oksida palladium ini melapisi bagian dalamnya, dari kemungkinan oksidasi lanjutan. Peristiwa ini sama dengan logam aluminium yang teroksidasi oleh udara pada suhu kamar, dimana lapisan oksida tersebut akan melindungi logam bagian dalam dari kemungkinan oksidasi lanjutan).

Palladium bereaksi dengan sangat lambat dan sangat sedikit terhadap larutan asam nitrat pekat panas, dan larutan asam sulfat pekat panas. Palladium larut oleh gas klor yang berasal dari air raja. Pelarutan berlangsung lebih cepat dibanding laju pelarutan emas dalam air raja. Dengan air raja, reaksi palladium menghasilkan 3 kemungkinan, yaitu larutan palladium II klorida Pd(Cl)2, dan larutan kompleks heksakloropaladat H2Pd(Cl)6.

Ion palladium sangat mudah tereduksi kembali menjadi logamnya. Kita bisa memisahkan dan memurnikan ion Pd dari mineral-mineral terlarut lainnya pada larutan Pd(Cl)2 dan H2Pd(Cl)6, menggunakan reduktor merkuri I klorida (Hg2Cl2). Reaksinya sebagai berikut ;

PdCl2 (l)  +  Hg2Cl2 (s)  →  Pd (s)  +  2 HgCl2 (l), atau secara ionik bisa diurai menjadi persamaan berikut ;

Pd2+  +  4 Cl  +  2 Hg+  →  Pd (s)  +  2 Hg2+  +  4 Cl

Dari persamaan reaksi di atas terlihat, kation merkuri I (Hg+) bertindak sebagai reduktor kation Pd2+, sehingga ion palladium tereduksi menjadi logamnya, dan ion Hg+ teroksidasi menjadi ion Hg2+.

Potensi Tambang Palladium di Indonesia

Tak seperti keberadaan mineral platina di Kalimantan (khususnya di Kabupaten Tanah Laut), hingga saat ini potensi tambang mineral palladium belum ditemukan di Indonesia. Beberapa kemungkinan potensi mineral palladium ada di beberapa wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan kepulauan Maluku, karena umumnya logam ini ditemukan di wilayah-wilayah pertambangan nikel.

One comment

Tinggalkan Balasan