Alat TDS meter banyak digunakan dalam proses pemurnian air minum. Tapi tahukah Anda apa yang dimaksud TDS ?

Pengertian TDS dalam air adalah banyaknya kandungan zat padat yang terlarut dalam air tersebut. Misalnya suatu air memiliki ukuran TDS = 55 ppm, artinya air tersebut memiliki kandungan zat padat sebesar 55 gram dalam 1000 liter air.

TDS adalah singkatan dari Total Dissolved Solid, atau jumlah padatan yang terlarut dalam air.

TDS adalah ukuran jumlah partikel padat terlarut yang menjadi ion, baik berupa senyawa organik maupun senyawa anorganik. Pengertian terlarut di sini adalah partikel padat tersebut terionisasi, namun memiliki ukuran di bawah 1 nano-meter.

Pengertian TDS dalam air minum biasanya merujuk pada banyaknya mineral yang terlarut dalam air tersebut. makin banyak mineral yang terlarut, makin buruk kualitas air minum tersebut.

Contoh dari implementasi TDS :

Suatu cairan H2O (air suling) dimasukkan kristal garam (NaCl). Kristal garam adalah zat padat jika kehilangan air. Saat dimasukkan dalam air, terjadi pelarutan kristal garam. Pelarutan menyebabkan kristal NaCl terdissosiasi (terionisasi) menjadi ion Na+ dan ion Cl. Adanya ion Na+ dan Cl dalam air tersebutlah menyebabkan TDS air berubah, dari nol ppm menjadi sesuai dengan berat kristal yang dimasukkan.

Dari contoh di atas, air (H2O) adalah aquadest, bukan larutan. Setelah dimasukkan kristal garam dan larut, maka air yang sebelumnya aquadest berubah nama menjadi larutan. Atau tepatnya disebut larutan garam. 

Anda bisa membaca artikel “Defenisi dan pengertian larutan” disini.

Air murni memiliki TDS = 0 ppm. Artinya, tak ada ion di dalam air tersebut.

Kekeruhan bukan masuk dalam TDS, namun diukur menggunakan skala Turbidity-meter.

Pengukuran TDS dilakukan menggunakan alat ukur TDS-Meter, atau biasa juga disebut Conductivity-Meter, atau PPM-Tester. Umumnya angka yang ditampilkan pada display adalah nilai ppm (part per million / bagian per sejuta bagian).

Jika angka menunjukkan nilai 1, maka zat yang terlarut di dalam air yang diukur sebesar 1 ppm (1 gram padatan dalam 1000 liter air).

Dari penjelasan di atas cukup jelas maksud dari pengertian TDS dalam air minum atau air baku.

Nilai TDS biasanya digunakan untuk beberapa hal berikut ini :

– Indikasi awal untuk mengetahui layak tidaknya air untuk di konsumsi.

Nilai TDS yang tinggi pada air baku memiliki kemungkinan air tersebut telah tercemar oleh zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Namun bukan berarti nilai TDS yang rendah memiliki arti bahwa air yang diuji telah terbebas dari zat-zat yang berbahaya.

– Indikasi awal layak tidaknya suatu air digunakan sebagai sebagai bahan baku untuk air minum.

Nilai TDS yang tinggi menyebabkan biaya produksi air hingga menjadi layak minum menjadi tinggi. Makin tinggi nilai TDS suatu air, makin tinggi biaya yang dibutuhkan untuk memprosesnya menjadi air layak minum.

– Pengukuran salinitas suatu air.

Nilai salinitas dibutuhkan untuk industri pembuatan garam dan tambak air payau.

– Pengukuran tingkat kesadahan air tanah.

Makin tinggi angka TDS suatu air tanah, makin sadah air tersebut.

– Penggunaan untuk laboratorium kimia, dan pengujian mineral yang menggunakan metoda AAS.

Pengertian TDS dalam air sangat penting pada laboratorium kimia, terutama untuk pengukuran cemaran mineral pada air aquadest.

Aquadest yang tercemar oleh mineral tak bisa digunakan sebagai air kalibrasi pada mesin AAS, air pengencer larutan kimia, dan pelarut bahan kimia. Air H2O yang digunakan sebagai pengencer harus memiliki nilai TDS = 0 ppm, dengan pH yang sudah dipastikan = 7.

– Proses demineralisasi air menjadi air aquadest (potable water). Proses demineralisasi adalah proses ekstraksi mineral terlarut dalam air, menggunakan resin atau karbon sebagai adsorbent.

– Persiapan air baku untuk proses hydrometallurgy.

Misalnya air baku untuk pengolahan emas menggunakan sianida ; air baku untuk sianidasi tak boleh memiliki TDS yang terlalu tinggi. TDS yang terlalu tinggi menyebabkan tingginya pemakaian kapur untuk menaikkan pH lumpur.