Perak / Silver / Argentum

Perak adalah unsur kimia yang memiliki simbol Ag, yang merupakan singkatan dari Argentum. Perak memiliki nomor atom 47. Perak termasuk salah satu unsur logam mulia. Perak memiliki penampilan yang putih mengkilap, lunak, ulet, dan berat.

Sifat-Sifat Fisika Perak

Phase                                              : Solid (Padat)

Titik Cair                                        : 961,80C

Titik Didih                                     : 21620C

Massa Jenis pada Suhu Kamar :  10,5 gr/ml

Jari-jari Atom                               : 144 pm (empiris)

Cepat Rambat Suara                   : 2680 m/detik

Electrical Resistivity                   : 15,87 nΩ.m

Sifat Magnet                                 : Diamagnetik

Sifat Kimia Perak

Nomor Atom                 : 47

Massa Atom                  : 107,8

Kategori Unsur            : Logam Transisi

Grup dan blok             : Grup 11, blok d

Perioda                         : Perioda 5

Konfigurasi Elektron : [Kr] 4d10 5s1

Reaksi-Reaksi Kimia Perak

Perak tak bereaksi dengan HCl, baik encer maupun HCl pekat panas. Perak bereaksi lambat dengan H2SO4 pekat panas. Perak bereaksi dengan larutan HNO3 dengan molaritas minimum 2 M ; reaksi berlangsung makin cepat jika molaritas HNO3 makin besar, dan dilakukan pada suhu yang tinggi.

Ag (s)  +  2 HNO3 (l)  →  AgNO3 (l)  +  H2O (aq)  +  NO2 (g)   …………(i)

Perak nitrat (AgNO3) bereaksi dengan berbagai pelarut dan bahan kimia lainnya. Reaksi-reaksinya antara lain :

Reaksi dengan HCl / NaCl / MgCl2 /CaCl2 sebagai berikut ;

AgNO3 (l)  +  HCl (l)  →  AgCl (s)  +  H2O  +  NO2 (g)  …………………..(ii)

Pada reaksi substitusi di atas, kation Ag+ dari larutan AgNO3 memilih berpasangan dengan anion klor Cl, membentuk senyawa tak larut AgCl yang berwarna putih. Endapan AgCl yang masih mengandung larutan sisa HNO3 tak akan larut dalam HCl yang diberi secara berlebihan. AgCl akan larut dalam HCl berlebih jika tak mengandung senyawa larutan HNO3, membentuk larutan kompleks perak klorida (dikloroargentat) yang larut dalam air. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :

AgCl (s)  +  HCl (l)   →   H[Ag(Cl)2] (l)         ………………………..(iii)

Senyawa AgCl sangat peka terhadap cahaya, khususnya sinar ultraviolet. AgCl yang terpapar ultraviolet akan berubah menjadi hitam ; perubahan warna ini disebabkan tereduksinya kation Ag+ menjadi logam Ag, sedangkan anion Cl teroksidasi menjadi gasnya. Reaksi lengkapnya sebagai berikut :

AgCl (s) + ultraviolet  →  Ag (s)  +  Cl2 (g)                  …………………….(iv)

dimana adanya paparan ultra violet meningkatkan energi reduksi-oksidasi ion-ion dalam senyawa AgCl. Ion Cl bertindak sebagai reduktor Ag+, sehingga kation Ag+ tereduksi menjadi logamnya. Sebaliknya, Ag+ mengoksidasi ion Cl menjadi gasnya (Cl2). Reaksi AgNO3 dengan ion karbonat (CO32-) dan hidroksil (OH) sebagai berikut ;

2 AgNO3 (l) +  Na2CO3 (l) →  Ag2CO3 (s)  +  2 NaNO3 (l) ……………(v)

2AgNO3 (l) + 2 NaOH (l) →  Ag2O (s) + NaNO3 (l)  +  H2O(aq) …….(vi)

Logam perak larut dalam alkali sianida, membentuk senyawa kompleks disianoargentat, seperti reaksi berikut ini :

Ag (s)   +  NaCN (l)  +  H2O (aq)  +  O2 (g)  →   Na[Ag(CN)2] (l)  +  NaOH (l)   ………(vii)

Sama halnya dengan logam perak, perak klorida (AgCl), perak oksida (Ag2O), perak karbonat(Ag2CO3), perak hidroksida (AgOH), dan beberapa senyawa perak lainnya, juga larut dengan mudah dalam alkali sianida.

Tak seperti senyawa-senyawa perak yang disebutkan di atas, senyawa perak sulfida (Ag2S) sangat sulit bereaksi dengan larutan alkali sianida. Laju pelarutan berlangsung lambat, dan muncul potensi kerusakan ion sianida akibat ion  belerang yang berasal dari senyawa perak sulfida.

 

Tinggalkan Balasan