PLATINA

Platina (Platinum)

Platina merupakan logam yang digolongkan sebagai logam mulia, karena kebal (innert) terhadap sebagian besar jenis oksidator (bahan kimia pengoksida). Logam platina merupakan unsur kimia yang terletak di golongan 10 (blok d) dan perioda 6 pada tabel periodik unsur-unsur kimia. Golongan ini terdiri dari nikel ( Ni) di perioda 4, palladium (Pd) perioda 5, dan platina / platinum (Pt) di periode 6. Berdasarkan banyaknya kesamaan sifat fisika dan kimia beberapa unsur logam, platina dikelompokkan dalam golongan “Logam-Logam Golongan Platina” (Platinum Group Metals /PGM).

Logam-logam yang masuk dalam PGM adalah Platina (Pt), Palladium (Pd), Rhodium (Rh), Ruthenium (Ru), Iridium (Ir), dan Osmium (Os).

Sifat-sifat Fisika dan Kimia Logam Platina 

Sifat-sifat Fisika

Phase             : Solid (Padat)

Titik Cair       : 17690C

Titik Didih     : 38250C

Massa Jenis   : 21,45 gr/ml

Radius Atom : 139 pm

 

Sifat-sifat Kimia

Nomor Atom              : 78

Massa Atom               : 195

Jenis Unsur                : Logam Golongan Transisi

Golongan                    : Golongan 10, blok d

Perioda                        : 6

Konfigurasi Elektron : [Xe] 4f14, 5d9, 6s1

Bilangan Oksidasi      : +6, +5, +3, +2, +1

Elektronegatifitas      : 2,28 (Skala Pauling)

 

Penggunaan Platina

Logam platina memiliki warna perak keabu-abuan, sepintas mirip dengan warna aluminium. Logam ini agak lunak dan mudah ditempa, sehingga banyak digunakan untuk bahan perhiasan (emas putih). Platina memiliki titik leleh yang tinggi (17690C), dan tak teroksidasi oleh udara pada suhu tinggi, bahkan hingga fase uapnya pun tetap tak teroksidasi. Karena titik leleh dan sulit teroksidasi pada suhu tinggi menyebabkan platina banyak digunakan sebagai pelapis connector arus listrik bertegangan tinggi.

Platina sejak dulu digunakan sebagai pelapis connector pengapian busi mesin bensin, terutama sebelum adanya teknologi sistem pengapian ruang bakar mesin bensin elektronik yang sekarang digunakan pada motor bensin. Relay-relay tegangan tinggi juga menggunakan logam platina pada lidah-lidah konektor nya. Daya tahan yang tinggi terhadap oksidasi dan skala kekerasan yang lebih baik dari emas membuat platina banyak digunakan di bidang kesehatan (penyambung tulang yang patah, kawat gigi, dan sebagainya). Platina juga digunakan untuk kemoterapi penyakit kanker.

Seperti logam-logam lain dalam golongannya, platina juga memiliki kemampuan menyerap oksigen hingga 900 x volumenya. Karena sifat khas Platinum Group Metas ini, maka logam platina juga digunakan sebagai catalytic converter di industri otomotive modern, yang mensyaratkan gas buang rendah CO (karbon monoksida) dan NOx (nitrogen x-oksida).

Reaksi – reaksi Kimia Platina

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, platina kebal terhadap hampir semua jenis oksidator. Platina tahan terhadap seluruh jenis larutan asam (kecuali HCN), dan tahan terhadap hampir semua larutan basa (kecuali NaOH). Platina larut oleh gas klorin (gas klor Cl2) yang berasal dari air raja, membentuk senyawa kompleks H2Pt(Cl)6; pada suhu kamar laju pelarutan berlangsung lambat, dan meningkat bila mengalami pemanasan. Reaksinya sebagai berikut ,

Pt(s) + 4HNO3 (l) + 6HCl (l)  →  H2Pt(Cl)6 (l) + 4NO2 (g) + 4H2O(aq) …….(i)

Reaksi di atas menyimpang dengan adanya logam atau senyawa thalium di dalamnya.

Pt (s)  +  TlCl2 (l)  +  4 HNO3 (l)  +  6 HCl (l)  →  TlPt(Cl)6 (s) +  4 NO2 (g)  +  2 HCl (l)  +  4 H2O (aq)   …….(ii)

Pada reaksi (ii), platina tak jadi larut, melainkan membentuk endapan berwarna kuning dengan adanya thalium pada saat berlangsungnya reaksi pelarutan, atau jika senyawa thalium ditambahkan ke media reaksi seteleh berlangsungnya reaksi pelarutan platina. Endapan TlPt(Cl)6 berwarna kuning telur. Larutan H2Pt(Cl)6 (heksakloroplatinat) bisa dipresipitasi menggunakan ammonium klorida (NH4Cl), membentuk senyawa tak larut ammonium heksakloroplatinat (NH4)2Pt(Cl)6. Reaksi pengendapan berlangsung seperti reaksi kimia (ii).

Platina juga larut oleh sianida membentuk anion kompleks Pt(CN)42-. Reaksinya seperti berikut ini ;

2 Pt(s)  +  8 NaCN (l)  +  O2 (g)  +  2 H2O (aq)  →  2 Na2[Pt(CN)4] (l)  +  4 NaOH (l)   ………..(iii)

Reaksi (iii) berlangsung sangat lambat. Laju reaksi meningkat jika dilakukan pemanasan.

Mineral Tambang Platina di Indonesia

Platina ditemukan (bersama dengan emas) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Logam ini juga menyebar di kabupaten-kabupaten sekitarnya. Pada daerah tersebut, platina ditemukan di batuan jenis kuarsa dan juga batuan berjenis laterite. Dahulu pada daerah ini platina disebut dengan istilah ‘emas kodok”, karena dipisahkan dari pasir atau pengotor dengan cara meniupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.