TDS (Total Dissolved Solid / Jumlah Zat Padat Terlarut) adalah ukuran jumlah partikel padat terlarut, baik berupa senyawa organik maupun senyawa anorganik. Pengertian terlarut di sini adalah partikel padat di dalam air yang memiliki ukuran di bawah 1 nano-meter. Pengukuran TDS dilakukan menggunakan alat TDS-Meter, atau biasa juga disebut Conductivity-Meter, atau PPM-Tester. Umumnya angka yang ditampilkan pada display adalah nilai ppm (part per million / bagian per sejuta bagian). Jika angka menunjukkan nilai 1, maka zat yang terlarut di dalam air yang diukur sebesar 1 ppm (1 bagian per 1 juta bagian atau 1 gram /ton).

Nilai TDS biasanya digunakan untuk beberapa hal berikut ini :

  • Indikasi awal untuk mengetahui layak tidaknya air untuk di konsumsi. Nilai TDS yang tinggi pada air baku memiliki kemungkinan air tersebut telah tercemar oleh zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan (namun bukan berarti nilai TDS yang rendah memiliki arti bahwa air yang diuji telah terbebas dari zat-zat yang berbahaya).
  • Indikasi awal layak tidaknya suatu air digunakan sebagai sebagai bahan baku untuk air minum. Nilai TDS yang tinggi menyebabkan biaya produksi air hingga menjadi layak minum menjadi tinggi. Makin tinggi nilai TDS suatu air, makin tinggi biaya yang dibutuhkan untuk memprosesnya menjadi air layak minum.
  • Pengukuran salinitas suatu air asin. Nilai salinitas dibutuhkan untuk industri pembuatan garam dan tambak air payau.
  • Pengukuran tingkat kesadahan air tanah. Makin tinggi angka TDS suatu air tanah, makin sadah air tersebut.
  • Penggunaan untuk laboratorium kimia, dan pengujian mineral yang menggunakan metoda AAS. Nilai TDS pada laboratorium sangat penting diketahui, terutama untuk pengukuran cemaran mineral pada air aquadest. Aquadest yang tercemar oleh mineral tak bisa digunakan sebagai air kalibrasi pada mesin AAS, air pengencer larutan kimia, dan pelarut bahan kimia.
  • Proses demineralisasi air menjadi air aquadest (potable water). Proses demineralisasi adalah proses ekstraksi mineral terlarut dalam air, menggunakan resin atau karbon sebagai adsorbent.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *