Cara Kerja Timbal II Nitrat Pada Proses Sianidasi

Timbal II Nitrat [Pb(NO3)2] merupakan suatu jenis oksidator yang bisa digunakan untuk meningkatkan perolehan emas pada industri pengolahan emas menggunakan sianida. Timbal II nitrat memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Mencegah terjadinya passivasi bijih emas, yang bisa terjadi akibat terbentuknya senyawa Na2S atau H2S.

Emas berkadar rendah umumnya bercampur dengan perak dan tembaga, membentuk paduan emas-perak-tembaga. Logam perak dan tembaga bisa diserang oleh ion S2- dari senyawa larut Na2S atau senyawa asam lemah H2S. Na2S atau H2S bisa terbentuk sebelum dan selama berlangsungnya proses sianidasi.

Larutan Na2S dan H2S bereaksi cepat dengan logam perak (Ag) dan tembaga (Cu), membentuk senyawa tak larut Ag2S dan CuS. Senyawa tak larut tersebut masih menempel di kulit bijih emas, sehingga menghalangi proses leaching sianidasi.

Timbal II nitrat, saat dilakukan penaikan pH menggunakan NaOH atau Ca(OH)2 bereaksi membentuk senyawa tak larut Pb(OH)2. Selanjutnya, saat dilakukan sianidasi, Pb(OH)2 bereaksi dengan NaCN membentuk senyawa Pb(CN)2 yang larut sebagian.

Pada saat pra-sianidasi ataupun saat berlangsungnya sianidasi, ion S2- yang terbentuk akan bereaksi seketika dengan Pb(OH)2 atau Pb(CN)2, membentuk senyawa tak larut PbS. Terbentuknya PbS membuat bijih-bijih emas menjadi aman terhadap resiko pembentukan lapisan emas pasif.

Mekanisme reaksinya sebagai berikut :

Pb(OH)2 + Na2S ====> PbS (s)  +  2 NaOH (l)

Pb(CN)2 + H2S ====>  PbS (s)  +  2 HCN (l)

Emas pasif terjadi akibat reaksi antara senyawa-senyawa larutan belerang (Na2S atau H2S) dengan logam perak atau tembaga, membentuk senyawa tak larut perak sulfida (Ag2S) dan tembaga II sulfida (CuS).

Dengan adanya senyawa timbal yang sebagian larut, maka kemungkinan terbentuknya lapisan emas pasif menjadi lebih kecil. Akibatnya, tingkat perolehan emas pun bisa mencapai target yang diinginkan.

Ion NO3 dari senyawa Pb(NO3)2 dengan bantuan oksigen terlarut akan mengoksidasi belerang padat menjadi ion sulfat, reaksinya sebagai berikut ;

S (s)  +  2 NO3 +  O2 (g)  →   SO42-  +  2 NO2 (g)    …………(ii)

Senyawa tak larut Pb(CN)2 yang terbentuk saat awal proses sianidasi sangat berperan dalam mencegah terbentuknya anion S2- yang berasal dari larutnya senyawa mineral dengan belerang padat yang berasal dari lumpur. Anion S2- dapat merusak anion kompleks emas dan perak, membuat pasif nya bijih emas, dan sebagainya. Agar masalah ini bisa diatasi, maka penggunaan timbal II nitrat menjadi pilihan yang sangat tepat.

Reaksi lengkapnya sebagai berikut.

Pb(NO3)2 (l)  +  NaCN (l)  →  Pb(CN)2 (s)  +  NaNO3 (l)  …..(iii)

Pb(CN)2 (s)  +  Na2S (l)   →  PbS (s)  +  2 NaCN (l)     …….(iv)

Dari persamaan reaksi (iv) terlihat bahwa kation Pb2+ bereaksi dengan anion S2- membentuk senyawa tak larut yang sangat stabil, PbS (timbal II sulfida).

Dari penjelasan reaksi – reaksi kimia di atas dapat disimpulkan bahwa timbal II nitrat sangat efektif digunakan pada proses sianidasi.

Tinggalkan Balasan