Deret Volta

Deret Volta bukan cuma hafalan. Bagaimana cara memahaminya? Artikel ini menuntun anda untuk memahami maksud dari deret volta. Dengan memahami cara kerja deret volta, berarti anda telah memiliki fundamental ilmu kimia yang kuat.

Deret volta atau deret elektrokimia adalah urutan logam-logam (termasuk hidrogen) yang didasarkan oleh kenaikan potensial elektroda standar nya.

Deret volta yang umum dipakai sebagai berikut :
Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au

Pada deret volta di atas, unsur logam yang memiliki potensial elektroda standar lebih kecil ditempatkan di bagian sebelah kiri, sedangkan logam yang memiliki potensial elektroda yang lebih besar ditempatkan di sebelah kanan.

Pada deret di atas, logam tembaga (Cu) memiliki potensial elektroda standar yang lebih besar dibanding logam bismuth (Bi), logam zinc (Zn) memiliki potensial elektroda yang lebih besar dari logam mangan (Mn), logam lithium (Li) memiliki potensial elektroda standar yang paling kecil, dan logam emas (Au) memiliki potensial elektroda standar terbesar.

Dari deret di atas, makin ke kiri kedudukan suatu logam, maka :
  • Logam tersebut makin reaktif (makin mudah melepas elektron)
  • Logam sebelah kiri merupakan reduktor yang makin kuat. Konsekwensi dari hal ini, maka logam yang makin ke kiri memiliki sifat yang makin mudah teroksidasi.
  • Logam sebelah kiri akan mereduksi ion logam sebelah kanannya, sebaliknya ion logam sebelah kanan akan mengoksidasi logam sebelah kirinya.

Hal sebaliknya terjadi jika ditinjau kedudukan logam yang makin ke kanan :

  • Logam sebelah kanan semakin kurang reaktif (makin sulit melepas elektron)
  • Logam sebelah kanan merupakan oksidator yang makin kuat (makin mudah tereduksi)

Contoh dari deret volta, reaksi kimia berikut ini :

CuSO4 (l)  +  Fe(s)  →  Cu (s)  +  FeSO4 (l)                 ……………..(1)

yang secara ion bisa ditulis

Cu2+  +  SO42-  +  Fe (s)  →  Cu (s)  +  Fe2+  +  SO42-

Dari reaksi di atas, logam besi (Fe) mereduksi kation logam tembaga yang memiliki muatan 2+ menjadi logamnya (Cu). Pada saat yang bersamaan, kation tembaga mengoksidasi logam besi menjadi kationnya (Fe2+).

Dilihat dari deret volta, logam tembaga memiliki kedudukan jauh di sebelah kanan dari logam besi, dan logam besi memiliki kedudukan yang jauh lebih ke kiri daripada logam tembaga.

Makin jauh jarak kedudukan antar logam dalam deret volta, makin cepat reaksi reduksi-oksidasi yang terjadi. Hal ini dapat kita bandingkan antara reaksi (1) di atas dengan reaksi (2) berikut ini :

CuSO4 (l)  +  Zn (s)  →  Cu (s)  +  ZnSO4 (l)        ……………………(2)

yang secara ion ditulis seperti berikut

Cu2+  +  SO42-  +  Zn (s)  →  Cu (s)  +  Zn2+  +  SO42-

Dari persamaan reaksi antara no.1 dan no.2, reaksi redoks no.2 berlangsung lebih cepat dibanding reaksi redoks no.1. Ini terjadi karena jarak antara tembaga dan logam zinc jauh lebih besar dibanding jarak antara logam tembaga dan logam besi.

Aplikasi Deret Volta

Deret volta sangat banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang. Contohnya penerapan anti karat pada kapal laut yang terbuat dari besi. Jika hanya mengandalkan bodi besinya, umur kapal tersebut dipastikan tak akan lama.

Untuk mencegah cepatnya perkaratan pada besi kapal, kapal-kapal laut yang menggunakan bodi besi dilindungi oleh anoda, berupa logam yang memiliki reaktifitas lebih tinggi daripada besi.

Kebanyakan kapal-kapal laut menggunakan  anoda yang terbuat dari zinc, dimana logam zinc ini ditempelkan pada bodi dari kapal yang bersentuhan dengan air laut.

Dalam hal ini, besi bertindak sebagai katoda, dan zinc sebagai anoda. Dengan adanya anoda korban (zinc), maka yang terus mengalami perkaratan adalah logam zinc. Lama-kelamaan logam zinc ini akan habis, dan harus diganti dengan yang baru.

Contoh lainnya adalah pipa minyak atau gas miliki Pertamina. Pipa baja yang panjangnya ratusan kilometer tersebut dilindungi oleh logam yang memiliki reaktifitas lebih rendah  darinya.

Tiang telepon, arde anti petir, plat seng, dan juga stainless steel, semua menggunakan prinsip-prinsip deret volta.

Tips praktek deret volta.

Praktek deret volta bisa anda lakukan menggunakan larutan tembaga sulfat. Ada banyak kristal tembaga sulfat (CuSO4)di jual di pasaran atau toko-toko kimia.

Bahan-bahan yang diperlukan :

  • kristal CuSO4 (tembaga sulfat/copper sulfat)
  • paku besi
  • Air  tawar
  • gelas kaca
  • pengaduk plastik

Proses percobaan :

  1. Larutkan kristal tembaga sulfat dalam gelas yang memang anda peruntukkan untuk praktek ini. Bisa juga menggunakan botol kaca yang bening.
  2. Setelah kristal tembaga sulfat yang berwarna biru larut sempurna, masukkan paku bersih ke dalam larutan tersebut.
  3. Beberapa saat setelah paku anda masukkan, warna paku memerah karena terjadi reaksi antara ion Cu2+ dari larutan dan logam Fe pada paku. 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *