Tembaga / Copper / Cuprum

Tembaga adalah unsur kimia yang diberi simbol Cu (singkatan dari Cuprum) dan nomor atom 29.

Tembaga satu golongan dengan perak dan emas dalam sistem periodik unsur. Logam ini tidak bereaksi dengan air, namun ia bereaksi perlahan dengan oksigen dari udara membentuk lapisan coklat-hitam tembaga oksida.

Berbeda dengan oksidasi besi oleh udara, lapisan oksida ini kemudian menghentikan korosi berlanjut.

Lapisan verdigris (tembaga karbonat) berwarna hijau dapat dilihat pada konstruksi-konstruksi dari tembaga yang berusia tua, seperti pada Patung Liberty. 

Tembaga bereaksi dengan sulfida membentuk tembaga sulfida (CuS).

Sifat Fisika

Fase                                                : Solid (padat)

Titik Cair                                        : 1084,60C

Titik Didih                                     : 25620C

Massa Jenis pada suhu kamar  : 8,99 gr/ml

Jari-jari Atom                               : 128 pm

 
Logam yang tepat berada pada titik lelehnya akan tetap berwarna merah muda. Naiknya suhu saat pelelehan menyebabkan terjadinya perubahan warna menuju putih keperakan.

Tembaga, perak, dan emas berada pada unsur golongan 11 pada tabel periodik dan mempunyai sifat umum yang hampir sama: mempunyai satu elektron orbital-s pada kulit atom d dengan sifat konduktivitas listrik yang baik.

Sifat lunaknya dapat dijelaskan oleh konduktivitas listriknya yang tinggi (59,6×106 S/m), dan oleh karena itu juga mempunyai konduktivitas termal yang tinggi (kedua tertinggi) di antara semua logam murni pada suhu kamar.

Bersama dengan sesium dan emas (keduanya berwarna kuning) dan osmium (kebiruan), tembaga adalah satu dari empat unsur logam dengan warna asli selain abu-abu atau perak. Logam murninya berwarna merah-oranye dan menjadi kemerahan bila kontak dengan udara.

Sifat Kimia

Nomor atom                : 29

Massa Atom                : 63,5

Kategori Unsur           : Logam transisi

Konfigurasi elektron  : [Ar] 3d10 4s1

Grup dan blok             : Grup 11 , blok d

Perioda                         : Perioda 4

Elektronegatifitas       : 1,90 (Skala pauling)

Bilangan Oksidasi        :  +1, +2.

Sifat Kemagnetan       : Diamagnetik

 

Reaksi-Reaksi Kimia

Tembaga relatif lebih mudah bereaksi dengan berbagai pelarut dibanding perak dan emas. Logam ini bereaksi dengan HCl, HNO3, H2SO4, dan berbagai pelarut lainnya.

Reaksi dengan HCl berlansung sangat lambat. Kecepatan reaksi bisa ditingkatkan melalui penambahan larutan H2O2 ke dalam media reaksi.

Cu (s)  +  HCl (l)  →  CuCl2 (l)  +  H2 (g)

Reaksi dengan HNO3 berlangsung cepat. Kecepatan reaksi meningkat jika konsentrasi HNO3 dinaikkan, atau jika suhu larutan ditingkatkan.

Cu (s)  + 4 HNO3 (l)  →  Cu(NO3)2 (l)  +  2 H2O (aq)  +  2 NO2 (g)

Reaksi dengan H2SO4 berlangsung lambat. pemanasan mampu menaikkan kecepatan reaksi, namun tak begitu signifikan. Pencampuran dengan H2O2 mampu menaikkan reaksi secara signifikan.

Cu (s)  +  H2SO4 (l)  →  CuSO4 (l)  +  H2 (g)

Larutan dari senyawa ionnya bisa dimurnikan melalui reaksi kimia dengan amoniak, yang khas terhadap tembaga dan sedikit logam-logam lainnya.

Video di bawah ini menampilkan tutorial pengujian kemurnian larutan tembaga sulfat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *