Nickel Ore Sulawesi

Nikel adalah unsur kimia dengan simbol Ni dan nomor atom 28. Logam ini berwarna putih perak berkilau, dengan sedikit nuansa kuning keemasan. Nikel merupakan logam transisi yang keras dan ulet. Biji logam nikel murni yang berukuran halus relatif mudah teroksidasi oleh udara ; namun pada biji logam yang berukuran lebih besar, adanya aktifitas kimia sulit untuk diamati, disebabkan terbentuknya lapisan oksida tipis pada permukaan kulit luar nikel, melindungi lapisan yang lebih dalam terhadap oksidasi lanjutan.

Logam nikel memiliki tingkat oksidasi yang rendah pada suhu kamar, sehingga logam ini banyak digunakan sebagai pelapis atau paduan dengan logam lain, untuk memperkuat kekebalan terhadap oksidasi udara dan bahan-bahan kimia tertentu. Nikel adalah salah satu dari empat unsur kimia yang bersifat feromagnetik pada suhu kamar.

Deposit Nikel di Indonesia
Sekitar 60% deposit nikel berada di laterit dan 40% di deposito sulfida, artinya sebagian besar bahan baku biji nikel berasal dari dua jenis endapan bijih pada batuan berjenis laterite. Sumber pertama material berjenis laterit, di mana mineral bijih utama adalah limonit nickeliferous: (Fe,Ni)O(OH) dan garnierite (silikat nikel hidro) ; (Ni,Mg)3Si2O5(OH)4. Sumber kedua berasal dari mineral sulfida magmatik, di mana mineral bijih utama adalah pentlandit: (Ni, Fe) 9S8. Indonesia, Rusia, Kanada, Filipina, dan Australia adalah produsen terbesar nikel dunia, seperti dilansir US Geological Survey.

Nickel ore jenis laterit adalah batuan permukaan, yang terbentuk melalui pelapukan alami pada batuan ultrabasa. Batuan jenis ini menjadi penyumbang 75% dari kebutuhan nikel dunia. Dua jenis bijih nikel laterit dipisahkan berdasar komposisi struktur kimia utama pembentuknya ; jenis limonit dan jenis saprolite.
Laterite jenis Limonite atau laterite jenis oksida yang sangat kaya akan unsur kimia besi. Pada batuan limonite, kandungan bijih nikel rata-rata berkisar antara 0,7% – 1% dari berat batuan. Limonite memiliki kekerasan yang sangat lunak, dan cenderung bersifat pasir dan lumpur yang berwarna merah kecoklatan.
Jenis saprolite (batuan nikel jenis silikat) adalah batuan sumber bijih nikel yang terbentuk di bawah zona limonite. Saprolite umumnya mengandung 1,5-2,5% nikel dan sebagian besar terdiri dari Mg-SiO2. Di sebagian celah-celah batu saprolite ditemukan sebagian kecil batuan jenis garnierite hijau yang mengandung antara 20%-40% nikel.

Sebagian besar deposit nickel ore di Indonesia ditemukan di pulau Sulawesi, yang menyebar hampir merata di seluruh propinsi, dengan perkiraan luasan area mencapai jutaan hektar. Deposit nikel juga ditemukan di Kepulauan Maluku Utara, dan sebagian dari Kalimantan. Nikel-nikel di Indonesia umumnya berasal dari batuan laterite (limonite dan saprolite), dengan kandungan logam nikel antara 0,7% – 3%.

Ke halaman 2…

Tinggalkan Balasan