Sianida, Fungsi, Kegunaan, dan Sifat Racunnya

Peristiwa meninggalnya almarhumah Wayan Mirna Salihin yang ditengarai disebakan racun sianida yang dimasukkan ke dalam kopi yang diminumnya menjadi topik actual terpanas hingga saat dimuatnya tulisan ini.

Akibat kasus ini timbul banyak pro kontra dan pendapat yang simpang siur menyangkut sifat sianida, kadar racunnnya, efek terhadap tubuh dan kulit, dan bagaimana bisa memperoleh sianida dengan cara yang mudah.

Bestekin.com mencoba memberikan beberapa pencerahan dan pelurusan menyangkut beberapa senyawa sianida, fungsi dan kegunaannya, cara memperoleh dan membuat sianida, sifat racun sianida, dan cara menanggulangi paparan racun sianida di dalam tubuh manusia.

Sianida (CN) merupakan anion yang terbentuk dari ikatan antara atom karbon (C) dan atom nitrogen. Sianida memiliki banyak fungsi dan kegunaan dalam kehidupan ; disamping itu sebagian besar dari senyawa sianida juga memiliki sifat racun yang sangat mematikan.

I. Sifat – Sifat Kimia dan Fisika Sianida

Sianida [:C≡C:] adalah senyawa kimia monovalen yang membentuk kelompok CN. Kelompok ini, yang dikenal sebagai kelompok siano, terdiri dari atom karbon yang berikatan rangkap tiga dengan atom nitrogen. Ikatan atom rangkap tiga memiliki kekuatan yang lebih disbanding ikatan tunggal dan ikatan rangkap dua.

Beberapa senyawa sianida anorganik, seperti natrium sianida dan potassium sianida, merupakan kelompok senyawa yang memiliki ion sianida poliatomik bermuatan negatif (CN); senyawa ini merupakan garam dari asam hidrosianat yang sangat beracun. Ion sianida adalah isoelektrik dengan karbon monoksida dan molekul nitrogen.

Beberapa jenis sianida organik biasanya disebut nitril; pada senyawa jenis ini, gugus CN berikatan kovalen dengan gugus karbon, seperti metil (CH3) di metil sianida (asetonitril). Karena senyawa nitril tidak melepaskan ion sianida bebas, maka senyawa ini umumnya kurang beracun, atau dalam kasus polimer tidak larut seperti serat akrilik, pada dasarnya tidak beracun kecuali dibakar.

Asam hidrosianat yang umumnya dikenal sebagai hidrogen sianida atau HCN, adalah cairan yang sangat volatile, digunakan untuk mempersiapkan akrilonitril, yang digunakan dalam produksi serat akrilik, karet sintetis, dan plastik. Sianida digunakan juga di banyak proses kimia, antara lain ; fumigasi, bahan untuk pengerasan besi dan baja, pelarut dalam proses hydrometallurgy mineral logam, proses penyepuhan perhiasan logam mulia, dan sebagainya.

Ke halaman 2…

18 comments

  1. kami sangat meyakini bahwa Jessica adalah korban fitnah. ada scenario lain yg belum terungkap dalah kasus ini. membaca uraian dan pemaparan tentang racun cyanida maupun reaksi terhadap tubuh manusia dengan menggunakan perantara minuman atau makanan, maka kami sangat berkeyakinan kalau kejadian itu bukanlah dilakukan oleh Jessica.
    Figur Jessica dengan segala tingkah lakunya, memang akan mengesankan kalau dia adalah aktor dari kasus ini, ditambah opini yg dibangun oleh ayahnya mirna yg begitu bersemangat dangan menyederhanakan pengungkapan hanya dengan metode kronologis, sangat-sangat mungkin penyidikan hanya berputar pada sosok Jessica.
    ada ungkapan yg kami pertimbangkan dan juga prasangka-prasangka yg tertanam dibenak kami, namun kami tdk mungkin mengungkap itu disini atau mungkin juga hanya kami simpan sambil mengikuti perkembangan kasus ini.
    kami berkeyakinan kasus ini akan mengarah pada persoalan lain dan meninggalkan BAP yang telah dibuat leh pihak penyidik.
    Manajemen restoran, ayahnya mirna, posisi tempat cuci dan posisi obat pembersih di tempat cuci, dlsb juga harusnya menjadi bagian dari penyelidikan.
    tks.

  2. Mitra Pembangunan: Pikiran kita mirip. Seseorang yang kehilangan anak wanita jarang yang bertingkah seperti ayah si korban. Si ayah terlihat terlalu yakin bahwa pembunuh adalah terdakwa tanpa mempedulikan bahwa fakta/bukti/saksi di persidangan tidak kuat. Dia juga ikut menyelidik seperti polisi dan sangat mudah mendapatkan barang bukti seperti CCTV dan rekening seorang pegawai kafe. Mengapa dia bisa datang ke TKP? Kasihan terdakwa yang menjadi kambing hitam.

  3. Yup..dari awal penangkapan jesica,sya sudah yakin ada kesalahan penyidik,dan bukti bukti yg ada sangat di paksakan,bersabar ya jes..kebenaran pasti terungkap..bukti bukti rekayasa dengan sendirinya pasti gugur dngan realita kebenaran…

  4. yup, kita tidak bisa bilang ada kesalahan siapa-siapa sebelum dipalu..
    btw yang pasti kita lihat nyata kenapa Otopsi tidak dilakukan komperhensif? kenapa data otopsi tidak menunjukkan ada sianida di darah? padahal itu akan bisa bereaksi ketika menyebar.. dan kenapa tidak ada di hati sianida? TY

  5. Menurut saya: 1. Background Kerja Jessica di Ausie pernah dibagian Kimia, dan Crime Record di Ausie juga banyak. 2. Jessica yang memesankan Ice Kopi Vietnam untuk Mirna dengan durasi waktu lebih dari 1 jam menunggu kedatangan Mirna. Dan selama itu Jessice yang paling dekat dengan posisi Ice Kopi Vietnam tersebut.
    Menurut saya, Jessica sedang mencari alibi lain dalam menghadapi tuduhan tewasnya Mirna.

  6. Dalam kasus pembunuhan, seharusnya setiap orang bisa dijadikan tersangka dan profiling tiap orang akan mendapatkan motif masing2, misal : sakit hati, asuransi, warisan, kompetitor bisnis, terlibat bisnis ilegal, suruhan, dst. Kalau mau obyektif, setiap orang (ayah Mirna, Jessica, pegawai kafe, manajer, suami Mirna, Hani, staf bagian dapur kafe, dst) masing2 punya reaksi yang dapat dicurigai (aneh) bergantung opini kita.
    Dari keterangan ilmiah ahli dari Australia dan UI (RSCM) secara meyakinkan menunjukkan bahwa Mirna mati bukan karena racun Sianida. Pertanyaannya, bukan karena sianida, tapi di kopi mengandung sianida dengan kadar tinggi. Darimana ? Patut juga kita curiga bahwa gelas yang dibawa oleh staf kafe ke dapur sudah tidak murni lagi atau bukanlah kopi yang diminum oleh Mirna. Siapa pembunuh sebenarnya ? Apakah Mirna sudah diracun sebelum minum kopi dan bereaksi saat minum kafein ? (Andaikan ada racun seperti ini). Jika memang keluarga ingin tahu sebab kematian Mirna, mengapa menunda otopsi dan mengapa sangat keberatan diotopsi ulang ? Namun ngotot menuduh orang lain membunuh tanpa mau mencari bukti ? (Aneh).

  7. Seandainya, Mirna sadar kL coffee itu… mengandung racun,& masih ada waktu… cepatlah bertindak, dng melugek (bhs jawa) yaitu dg meletakkan telunjuk pd langit2 Mulut,telak mulut bag atas sebelah dalam mulut, agar muntah!
    *MUNGKIN’KAH KORBAN BISA TERTOLONG? Racun itu terlalu “KUAT!”
    Hanya hitungan detik…..
    *Secra tradsnal… MINUM AIR KELAPA SE’BANYAK2’nya mngkn dpt unt’ menetralisir.

  8. Berarti ahli harusnya tahu soal PH dimana yg dianalisa adalah ion CN, dimana ion CN Ada di ph > 9.5 Jangan heran dikopi Ada dgn ph 13 ion CN ada, sedangkan di PH 6-8 yg Ada HCN..bukan ion CN..cairan lambung ph 5.5 artinya sebagian besar sudah dlm bentuk HCN, bukan ion CN..jangan dianggap cyanida ga Ada…Dan tiosianat bisa tidak Ada pada Korban yg mati cepat, dimana enzim Blm sempat bekerja…ini dgn modal googling artikel ilmiah toksikologi internasional Aja udah dapat…
    Belum lagi soal bau sianida yang kata Nya tidak tercium orang dikafe..baca deh..20 – 40 persen populasi umum tidak bisa Mencium bau sianida karena terkait dengan genetik…bahkan Sisa Nya bisa menganggap bau sianida tidak aneh krn terbuka sa.
    Terus kalau bicara soal sianida pada mayat..tau dong dlm 24 jam kadar sianida berkurang sampai 80 persen…Dan bagaimana suhu sangat mempengaruhi kecepatan peluruhan sianida…suhu 4 derjat selsius Aja sianida tetap meluruh…bayangkan suhu indonesia..sampel diambil hari ke 3..,diperiksa hari ke 5…mau berapa sianida tersisa?? Belum lagi fakta bahwa jasad diformalin betapa cepat hancur Nya sianida..# modal baca awam Aja
    nih…para ahli bagaimana mikirnya???

Tinggalkan Balasan