Ekstraksi Emas Sulfida Tinggi Menggunakan Aluminium

batuan emas sulfida

Emas selalu ditemukan dalam batuan mineral logam yang mengandung belerang, termasuk batuan bersulfida tinggi. Pada batuan jenis pyrite / pirit, kandungan emas umumnya antara 0,2 gram / ton hingga 7 gram / ton. Batuan jenis pyrrhotite memiliki kandungan emas antara 0,2 gram hingga 30 gram per ton ore, dan pada batuan berjenis arsenopyrite, kandungan emas bisa ditemukan dalam jumlah yang jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai 16 kg per ton ore.

Batuan emas bersulfida tinggi sulit diolah dengan cara-cara yang biasa, disebabkan banyaknya belerang dan logam-logam dasar dalam batuan tersebut. Penggunaan merkuri sebagai alat ekstraksi tidak efektif disebabkan belerang dalam batuan bisa membentuk senyawa larut H2S selama proses penggilingan dan penghalusan di dalam tromol atau glundung. Larutan H2S bereaksi dengan merkuri, membentuk lapisan merkuri II sulfide (lapisan berwarna hitam) di kulit terluar dari dari merkuri :

H2S (l) + Hg (s) → HgS (s) + H2 (g) …………..(i)

Terbentuknya lapisan HgS di klulit terluar dari logam cair merkuri mengakibatkan terhalangnya bijih emas untuk masuk dan melakukan penetrasi ke dalam merkuri, sehingga membawa dampak sebagai berikut :

  • Rendahnya perolehan hasil bullion emas yang teramalgamasi, dimana bijih yang teramalgamasi hanya berasal dari bijh emas yang memiliki diameter beasar dan berkadar tinggi
  • Rusaknya merkuri, yang selanjutnya membentuk butiran-butiran kecil logam merkuri di dalam tromol, dimana proses pecahnya logam-logam merkuri menjadi ukuran yang lebih kecil ini disebabkan terbentuknya lapisan hitam merkuri II sulfida. Makin banyak senyawa sulfida yang larut selama proses amalgamasi di dalam tromol, akan mengakibatkan makin banyaknya merkuri yang membentuk bubur, dan makin tinggi susut berat dari merkuri.

Adanya senyawa sulfida yang larut selama proses amalgamasi juga menyebabkan rusaknya lapisan luar bijih emas, terutama pada bijih emas berkadar emas rendah (bijih emas yang memiliki kadar Au di bawah 50%, dimana sisanya umumnya berupa logam perak). Ini terjadi disebabkan perak pada bijih emas bereaksi dengan H2S, membentuk lapisan hitam Ag2S di permukaan bijih emas. Senyawa perak sulfida yang terbentuk akan menghalangi proses amalgamasi emas.

Ag (s) + H2S (l)     →     Ag2S (s) + H2 (g)                        ……….   (ii)

Ke halaman 2…

1 KOMENTAR

  1. Bapak2, ada yg sudah menjalankan…?
    Sy mau belajar,..
    Atau skrng sedang produksi, sy belajar praktek skalian.
    Atau bisa kerjasama, ajarkan kami.
    Kami ada lokasi Galena di Trenggalek-JaTim.
    Hub. WA. 081326158684

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.