Ekstraksi Mineral Zinc Menggunakan Aluminium

campuran sphalerite dan galena

Sphalerite ((Zn,Fe)S) adalah batuan mineral logam penghasil utama logam zinc. Batuan ini mengandung senyawa utama zinc sulfida, disamping senyawa besi sulfida yang selalu menyertainya. Kandungan zinc dan besi di dalam batuan sphalerite memiliki perbandingan yang terbalik ; jika kandungan besi tinggi, maka kandungan zinc akan rendah, demikian sebaliknya. Batuan ini sering berasosiasi denga galena, pyrite, chalcopyrite, dan senyawa-senyawa sulfida lainnya.

Sphalerite mudah ditemukan, dan tersebar luas di wilayah-wilayah pertambangan mineral logam, khususnya batuan mineral logam penghasil emas dan timah hitam. Dengan galena sebagai penghasil timah hitam, sphalerite membentuk paduan yang sulit dipisahkan secara mekanis.

Tak seperti logam senyawa-senyawa sulfida logam lainnya yang bisa tereduksi menjadi logam dalam proses peleburan, senyawa zinc sulfida hanya mengalami proses substitusi, dimana ion sulfida digantikan oleh ion oksigen, membentuk senyawa zinc oksida berwarna putih.

Untuk memperoleh logam zinc, maka tepung zinc oksida harus dilarutkan dalam asam, yang kemudian dilakukan elektrolisis terhadap larutan tersebut. Logam zinc mudah menguap pada suhu tinggi, oleh karena itu hasil lumpur zinc yang menempel di katoda harus dilebur sedikit di atas suhu cair logam zinc, atau pada suhu 4500C.

Pelatihan Ekstraksi Zinc dari Sphalerite Menggunakan Aluminium…

Sejak diberlakukannya PP No.1 tahun 2014, usaha perdagangan atau ekspor batuan atau konsentrat zinc mengalami mati suri. Hal ini disebabkan kurangnya antisipasi dunia usaha menyikapi aturan yang pasti berlaku tersebut.

Sejatinya, industri dalam negeri juga sangat membutuhkan bahan baku zinc. Industri plat seng membutuhkan zinc sebagai pelapis tahan karat dari plat seng. Industri kuningan membutuhkan zinc sebagai campuran, yang dilebur bersama logam tembaga. Industri baja juga membutuhkan zinc. Obat-obatan, pupuk, peralatan kecantikan, juga membutuhkan zinc sebagai bahan bakunya.

Pengolahan Batuan Zinc Menggunakan Aluminium

Proses ekstraksi zinc dari batuan atau konsentrat memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan proses pengolahan galena, batuan tembaga sulfida, dan batuan emas bersulfida tinggi, namun memiliki prinsip dasar yang hampir sama. Pengolahan zinc meliputi proses desulfurisasi, oksidasi, pelarutan oksida zinc, dan elektrolisa.

Pengolahan batuan atau konsentrat zinc bisa dilakukan menggunakan logam aluminium sebagai oksidator belerang, reduktor logam, dan sebagai sumber panas pada tungku. Ekstraksi zinc menggunakan aluminium memiliki keuntungan yang signifikan dalam hal waktu, biaya pengolahan, kapasitas produksi, dan ramah terhadap lingkungan.

Pelatihan Ekstraksi Zinc Menggunakan Aluminium…

4 KOMENTAR

  1. Selamat Pagi, saya tertarik dengan artikel anda. bisakah saya berkonsultasi mengenai hal tersebut? apakah alamat lokasi perusahaan yang tercantum bisa saya kunjungi? Terima Kasih

  2. mohon maaf pak, setelah saya lihat kok alamatnya menunjukan tempat bimbingan belajar. Bisa dibantu pak untuk alamat jelasnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.