Peningkatan Perolehan Sianidasi Emas Menggunakan Sodium Ferri Sianida

Meskipun makin banyak kendala yang ditemukan dalam sianidasi emas, namun hingga saat ini sianidasi masih tetap menjadi pilihan favorite dalam industri ekstraksi emas dari batuan.

Makin menipisnya deposit bijih emas liberal di alam, hanya menyisakan sebagian besar pilihan bijih emas electrum dan bijih emas dengan kadar yang lebih rendah lagi.

Tingginya kadar belerang di dalam batuan emas yang akan diolah menggunakan sianida, makin mahalnya harga kebutuhan bahan kimia pendukung, menjadi tambahan hambatan dalam industri pengolahan emas yang dilakukan menggunakan proses sianida.

Sianidasi, khususnya proses sianidasi yang hanya mengandalkan sianida, tentu makin sulit mengekstrak bijih-bijih emas yang bersifat refractory tersebut.

Bijih emas berkadar rendah yang mengandung senyawa sulfida beresiko terhadap passifasi selama berlangsungnya proses penghalusan dan pelarutan menggunakan sianida.

Bijih emas pasif disebabkan terbentuknya lapisan sulfida hitam dipermukaan bijih emas.

Ini terjadi dalam berbagai kemungkinan, bisa disebabkan karena bahan bakunya telah mengandung lapisan sulfida logam yang sulit diliberalisasi melalui penghalusan. Atau bisa terbentuk pada saat proses penggerusan dan penghalusan batuan, atau juga bisa terjadi pada saat dilakukannya proses leaching.

Senyawa perak sulfida membuat bijih emas sulit di sianidasi, sehingga hasil yang diharapkan tak sesuai dengan kandungan emas dalam batuan.

Batuan emas yang mengandung senyawa sulfida tinggi sangat rentan mengalami kerugian jika diolah menggunakan proses sianida. Tembaga dan senyawanya cenderung lebih mudah larut dalam sianida dibanding perak dan emas. Akibatnya penggunaan sianida dan karbon meningkat.

Tingkat perolehan yang rendah tentu rentan terhadap menurunnya laba, atau malah beresiko terhadap munculnya munculnya kerugian. Pengolahan bijih emas refractory umumnya hanya berhasil me-recovery 30% dari total kandungan emas dalam batuan yang diolah.

Pada proses pengolahan yang dilakukan menggunakan cara penyiraman, tingkat recovery bahkan jauh lebih rendah dibanding pengolahan lumpur / slurry emas.

Untuk menaikkan perolehan emas, perlu dilakukan proses-proses tambahan.

Misalnya melakukan kombinasi antara pemakaian sianida dan sodium ferri sianida, penggunaan katalis yang mempercepat reaksi kimia, dan sebagainya.

Na3[Fe(CN)6]3− merupakan pelarut yang sangat tepat digunakan sebagai pelarut bijih-bijih emas refractory (bijih emas pasif), juga bijih emas yang banyak mengandung logam dan senyawa tembaga.

Penggunaan feri sianida dan beberapa jenis katalis pada proses ekstraksi emas dari batuan emas refraktory mampu menaikkan perolehan emas hingga 97%.

Ebook Pengolahan emas menggunakan sianida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *