Pembuktian Batu Sebagai Bahan Bakar

Unsur – Unsur Kimia Dalam Batuan

Pembuktian batu sebagai bahan bakar bisa dilakukan menggunakan batuan yang banyak mengandung belerang dan oksigen. Batu-batuan di alam terbentuk dari dari belasan hingga puluhan unsur dan senyawa kimia.

Di antara senyawa tersebut, sebagian diantaranya mampu terbakar dalam kondisi dan situasi tertentu. Batuan berjenis karbonat, hidroksida, dan sulfida, mampu terbakar jika menggunakan kaidah-kaidah ilmu kimia dan metalurgi empiris.

Unsur-unsur logam umumnya berasal dari batuan berjenis sulfida, hidroksida dan karbonat. Sebagai contoh, batuan sulfida logam dapat dioksidasi oleh udara, dimana reaksi yang terjadi bersifat eksotermis, yang menghasilkan kalor sangat tinggi.

Dari beberapa percobaan yang dilakukan, suhu maksimum pembakaran bisa mencapai hingga 30000C.

Contohnya batuan galena dengan rumus kimia PbS, yang merupakan sumber dari logam timah hitam (Plumbum), dan sphalerite(Zn, Fe)S, sebagai bahan baku logam zinc, bereaksi dengan udara seperti berikut :

PbS (s)  +  O2 (g)   ======>    Pb (s)  +  SO2 (g)    ………..(i)

2 (Zn,Fe)S (s)  +   2 O2 (g)  ==>   2 ZnO (s)  +  2 Fe (s)  +   2 SO2 (g)   ………(ii)

Reaksi (i) dan (ii) di atas berlangsung dalam kondisi eksoterm, menghasilkan panas sangat tinggi, dimana tingkat suhu dan laju reaksi ditentukan oleh luas permukaan dan laju debit udara. Reaksi (i) dan (ii) di atas menghasilkan dua jenis logam dan senyawa logam yang bernilai sangat ekonomis.

Hasil lainnya adalah gas sulfur dioksida, yang bisa dikonversi menjadi asam sulfat, oleum, atau gypsum. Panas yang dihasilkan pun pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga uap.

Penerapan batu sebagai bahan bakar sebenarnya lebih tepat kepada proses metalurgi. Batu sebagai bahan bakar disebabkan adanya panas laten yang tersimpan pada batu. Saat dilepaskan, panas laten akan menghasilkan panas yang sangat tinggi.

Saat ini proses-proses metalurgi mineral masih mengandalkan pada pyrometallurgy, yang menggunakan panas agar terjadi proses reduksi pada logam.

Bestekin.com telah berhasil menerapkan teknik baru ini dalam sejumlah aplikasi metalurgi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *