Potensi Mineral Titanium dalam Pembangunan Perekonomian Nasional

Kecuali logam emas perak, tembaga, dan timah hitam dan timah putih, hingga saat ini Indonesia masih merupakan negara pengimpor puluhan jenis logam ; mulai dari aneka jenis logam dasar, logam-logam mulia golongan platina, dan logam-logam tanah jarang (rare earth elements). Meskipun sebagai negara dengan kandungan mineral logam terlengkap di dunia, namun hingga saat ini industri metalugi mineral kita justru belum berdaya untuk menghasilkan produk logam dan produk bahan kimia dari logam.

pasir titanium

 

 

 

 

 

Gambar 1. Mineral Titanium

Sejak puluhan tahun yang lalu negeri ini sudah memiliki industri baja, dimana bahan bakunya berasal dari besi dan besi bekas, namun industri pembuat besi (berbahan baku batu besi atau pasir besi) justru baru akan (sedang) didirikan. Jadi kita masih mengimpor sebagian dari kebutuhan bahan baku industri baja nasional, sedangkan batuan atau pasir besi yang merupakan bahan baku pembuatan besi justru diekspor dalam bentuk raw material (terutama sebelum diberlakukannya Peraturan Pemerintah N0.1 tahun 2014).

Pemerintah pada dasarnya telah mendukung tumbuh kembangnya industri mineral logam dalam negeri, melalui berbagai kebijakan mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, dan belasan peraturan di bawahnya. Namun hal ini tidak dilihat oleh sebagian besar pengusaha dan dunia akademis sebagai peluang raksasa yang harus dimanfaatkan. Yang terjadi justru masuknya sebagian kecil investasi asing untuk pendirian industri pengolahan mineral, yang mana hal ini hanya memiliki dampak kecil terhadap kemajuan perekonomian nasional.

Ke halaman 2…

One comment

Tinggalkan Balasan