Potensi Mineral Titanium dalam Pembangunan Perekonomian Nasional

Potensi mineral titanium di Indonesia cukup besar, dan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi jika dieksploitasi. Kecuali logam emas perak, tembaga, timbal dan timah putih, hingga saat ini Indonesia masih merupakan negara pengimpor puluhan jenis logam.

Mulai dari aneka jenis logam dasar, logam-logam mulia golongan platina, dan mineral tanah jarang (rare earth elements). Meskipun sebagai negara dengan kandungan mineral logam terlengkap di dunia, namun hingga saat ini industri metalugi kita justru belum berdaya.

pasir titanium

Gambar 1. Mineral Titanium

Sejak puluhan tahun yang lalu negeri ini sudah memiliki industri baja, dimana bahan bakunya berasal dari besi dan besi bekas. Namun industri pembuat besi (berbahan baku batu besi atau pasir besi) justru baru akan (sedang) didirikan.

Jadi kita masih mengimpor sebagian dari kebutuhan bahan baku industri baja nasional. Sedangkan batuan atau pasir besi yang merupakan bahan baku besi justru diekspor dalam bentuk raw material.

Pemerintah pada dasarnya mendukung tumbuhnya industri logam dalam negeri, melalui berbagai kebijakan mulai dari undang-undang, dan belasan peraturan di bawahnya.

Namun hal ini tidak dilihat oleh sebagian besar pengusaha dan dunia akademis sebagai peluang raksasa yang harus dimanfaatkan. Yang terjadi justru masuknya investasi asing untuk pendirian industri mineral, yang hanya memiliki dampak kecil terhadap kemajuan perekonomian nasional.

Ke halaman 2…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *