Kemanfaatan dan Berbagai Cara Membuat Air Suling (Air Destilasi).

resin anion untuk pembuatan air suling

Penyulingan adalah salah satu cara pemisahan air dari partikel-partikel lain yang sebelumnya ada di dalam air tersebut. Matahari merupakan mesin pembuat air suling terbesar di planet kita, bumi.

Melalui panas yang ditimbulkan cahayanya, air dari daratan dan lautan diuapkan dan kemudian mengembun di permukaan atmosfir. Air yang diuapkan oleh matahari selanjutnya diturunkan kembali menjadi hujan.

Penyulingan Air Secara Tradisional

Penyulingan bertujuan memurnikan air dari berbagai kotoran. Penyulingan air secara tradisional dilakukan menggunakan panas yang dikenakan kepada air yang dimurnikan. Uap air selanjutnya diembunkan (di kondensasi) melalui proses pendinginan di dalam pipa.

Pengembunan (proses kondensasi) dilakukan menggunakan suhu dingin yang dikenakan di sepanjang pipa, sehingga panas dari air yang diserap pipa selanjutnya dibuang menggunakan aliran cairan atau udara dingin yang menyentuh permukaan pipa.

Air laut umumnya memiliki kandungan mineral sebanyak 3% dari total beratnya, dimana jika diukur menggunakan alat TDS (Total Dissolved Solid), kandungan ion logam dan non logam bisa mencapai 30.000 ppm (part per million) atau 3% dari total berat air alut. Air laut tentu saja tidak bisa dikonsumsi untuk keperluan rumah tangga.

Penyulingan air laut bertujuan menguapkan air (H2O) dan memisahkannya dari ion-ion logam dan non logam yang larut. Penyulingan dengan pemanasan pada akhirnya menghasilkan air yangmemiliki kandungan mineral rendah.Hasil dari proses penyulingan yang dilakukan secara normal, diperoleh air yang memiliki kandungan mineral lebih rendah dari 6 ppm.

Artinya, penyulingan air laut yang dilakukan menggunakan proses penguapan mampu menurunkan kandungan mineral hingga 99% dari total kandungan sebelumnya.

Penyulingan tradisional membutuhkan energi sangat besar, sehingga biaya yang dibutuhkan juga menjadi sangat tinggi. Kualitas air yang diperoleh pun tak bisa menghasilkan air dengan kandungan mineral 0 ppm.

Penyulingan hanya menghasilkan air dengan kandungan mineral terlarut minimum 2 ppm, artinya penyulingan yang dilakukan lebih dari 1 kali pun tak akan mampu menghasilkan air yang bebas dari mineral terlarut.

Teknologi pemurnian air yang dilakukan menggunakan cara penyulingan tradisional kini sudah dianggap usang, karena beberapa faktor berikut ini :

  • Tak mampu menghasilkan air dengan kualitas maksimum. Air murni adalah air yang tak tercemar oleh unsur-unsur kimia lain di dalamnya. Hasil penyulingan tradisional tak pernah bisa menghasilkan air dengan tingkat kemurnian 99,99%.
  • Biaya produksi tinggi. Pemanasan air hingga menghasilkan uap membutuhkan energi yang tinggi, yang identik dengan biaya.
  • Pemanasan yang dilakukan umumnya menggunakan bahan bakar fosil sebagai penghasil kalor. Limbah dari proses ini adalah gas CO2 yang menyebabkan pemanasan global, dan gas SO2 sebagai biang dari hujan asam.
  • Kapasitas dan laju produksi rendah.

Ke halaman 2…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.