Pertumbuhan penduduk mengakibatkan terjadinya penyusutan lahan pertanian. Sementara kebutuhan pangan justru meningkat.

Sawah padi geo membrane adalah solusi dari keterbatasan lahan untuk tanaman padi, khususnya akibat dari makin menyusutnya lahan pertanian.

Perubahan iklim drastis sedang dan terus berlangsung di seluruh dunia. Indonesia merasakan juga hal ini, dimana selama beberapa tahun belakangan sedang terjadi pergeseran musim.

Saat ini, di bulan yang mestinya berada di puncak musim kemarau (bulan Juli), justru di sebagian besar Pulau Jawa terjadi hujan yang agak kontinu.

Perubahan iklim terjadi disebabkan kualitas lingkungan udara yang terus menurun, ditandai oleh naiknya suhu atmosfir bumi. Ini dipicu oleh makin massifnya pelepasan karbon dioksida ke udara, yang diikuti rendahnya konversi CO2 menjadi karbon.

Kabon dioksida (CO2) merupakan sumber utama makanan tanaman, dimana CO2 disintesa di daun, diubah menjadi senyawa karbon. Senyawa karbon kemudian disimpan di batang dalam bentuk kayu, daun-daun hijau dan kering, dan di akar.

Artinya dapat dikatakan pepohonan menjadi satu-satunya kunci sukses untuk mengurangi laju pemanasan global. Dalam kenyataannya, tuntutan yang tinggi akan kebutuhan hidup (pangan, perumahan, pabrik dan perkantoran) menyebabkan wilayah hutan terus menyusut secara gradual.

Kebutuhan akan pangan sebagian besar dipenuhi oleh sektor nabati, dimana di Indonesia komponen tertinggi darinya adalah beras. Beras menjadi makanan utama (pokok) bagi lebih dari 95% rakyat.

Pertumbuhan penduduk menyebabkan meluasnya wilayah-wilayah perkotaan, tumbuhnya wilayah-wilayah pedesaan, dan munculnya kota-kota baru.

Pertumbuhan bangunan ini umumnya dilakukan dengan mengkonversi lahan kebun dan persawahan. Akibatnya lahan sawah makin menyempit, sedangkan tingkat kebutuhan akan beras justru makin tinggi.

Persoalan makin sempitnya lahan untuk persawahan terpaksa diatasi melalui program ekstensifikasi, dimana untuk melaksanakan program ini terjadi konversi lahan hutan menjadi persawahan.

Meskipun upaya-upaya intensifikasi dilakukan berbarengan dengan ekstensifikasi, namun tetap saja laju deforestrasi terus berjalan dengan massif.

Sawah Padi Geo Membrane

Deforestrasi ujung-ujungnya membawa bencana yang besar bagi kehidupan. Untuk menahan laju itu, tim bestekin.com saat ini sedang melakukan penelitian dan pengembangan sawah geomembrane bertingkat (sawah ekstensifikasi vertikal). Seperti layaknya gedung perkantoran atau apartemen bertingkat, sawah pun bisa dibuat seperti hal tersebut.

Geomembrane bertingkat sangat mampu menekan laju deforestrasi dan kerusakan lingkungan. Disamping itu, metode ini memiliki banyak kelebihan dan keunggulan dibanding metode-metode lainnya.

Fungsi Tanah Pada Tanaman

Fungsi utama tanah pada tanaman adalah sebagai media tanam dan media untuk memperkokoh tanaman. Fungsi lainnya sebagai penyedia air dan unsur-unsur penunjang (misalnya mineral-mineral logam dan non-logam).

Artinya, pada dasarnya tanah bukanlah pemegang peranan utama dalam pertumbuhan suatu tanaman. Mineral-mineral yang diangkat oleh akar tanaman berasal dari air yang tersimpan di dalam tanah. Oleh karena itu kita bisa menggantikan peranan tanah dalam pembuatan sawah geomembrane, atau tidak perlu menggunakan tanah sama sekali.

Tanaman Sawah Padi Geo Membrane

Plastik geomembrane berfungsi sebagai media yang mirip dengan sawah, dimana liner dibentuk menyerupai kolam air. Padi ditanam tanpa menggunakan media tanam berupa tanah, melainkan media awal cukup berupa serabut kelapa atau bubur kardus.

Berdasarkan struktur kimia tanaman yang mayoritas terbuat dari molekul air sebagai pembentuk utama, dimana oksigen menduduki urutan unsur kimia terbanyak.

Diikuti oleh karbon sebagai unsur kimia terbanyak ke-dua, kemudian hidrogen yang diikuti oleh nitrogen, maka dapat kita katakan bahwa unsur pembentuk suatu tanaman umumnya berasal dari udara dan air.

Udara sebagai penyuplai gas karbon dioksida, sedangkan air sebagai penyuplai air dan nitrogen pada tumbuhan. Artinya, peranan tanah sebagai sumber nutrisi hanya memegang peranan kecil saja.

Unsur sangat penting lainnya adalah magnesium, yang berfungsi sebagai ligan pada klorofil, dan berguna di dalam buah membentuk senyawa magnesium sitrat dan zat hijau daun.

Padi merupakan tanaman yang mengandung senyawa silika (SiO2), besi, logam-logam alkali dan alkali tanah, serta senyawa alumina yang tinggi. Silika mayoritas ditemukan pada kulit beras (sekam), batang dan daun (jerami).

Kandungan silika tertinggi ditemukan di kulit beras (sekam). Kandungan Senyawa besi dan aluminium tertinggi juga ditemukan di kulit bijih berasnya. Ini yang menyebabkan kenapa sisa pembakaran sekam memiliki zat abu yang tinggi.

Tingkat dan kecepatan tumbuh suatu tanaman yang menggunakan media geomembrane ditentukan oleh asupan makanan yang diberikan pada tumbuhan tersebut.

Matahari memegang peranan sangat besar dalam proses pertumbuhan, karena cahaya ultraviolet yang dipancarkan merupakan bahan utama pemasak makanan di daun (proses fotosintesa).

Kendala halangan dari swah vertikal adalah ketersediaan cahaya matahari, namun hal ini bisa diatasi melalui penghabluran cahaya ke dalam ruangan-ruangan yang aslinya terhalang oleh sinar.

Air sebagai senyawa kimia terpenting bukanlah menjadi permasalahan serius di sawah padi geo membrane. Ini disebabkan tidak adanya kehilangan air akibat proses serapan dan rembesan. Unsur-unsur kima selain air, karbon, udara, dan zat nitrogen, bisa dipenuhi melalui asupan lewat genangan geomembrane.

Silika misalnya, pemenuhan senyawa kimia ini bisa dilakukan melalui pelarutan senyawa silika cair ke dalam air. Demikian juga dengan unsur-unsur dan senyawa-senyawa kimia lainnya.

Keunggulan Sawah Geo membrane  

Sawah geomembrane memiliki belasan keunggulan disbanding sawah konvensional, dimana beberapa keunggulan tersebut antara lain :

  • Proses ekstensifikasi tidak membutuhkan perluasan lahan secara horizontal.
  • Biaya produksi dan perawatan yang jauh lebih rendah disbanding sawah biasa.
  • Sawah geomembrane tidak memerlukan proses pengolahan tanah, dimana hal ini menjadi wajib jika menggunakan sawah konvensional.
  • Masa tanam yang bisa dilakukan hingga 4 kali dalam 1 tahun.
  • Penggunaan pupuk menjadi sangat efisien.
  • Hama tikus bisa dikatakan tidak mungkin ada.
  • Hama jenis lainnya mudah diatasi. Hama mikroba dan virus yang menjalar melalui air bisa diatasi tanpa melibatkan bahan-bahan kimia.
  • Proses panen yang cepat dan efisien.

Tidak mengalami kendala terhadap ketersediaan air. Sawah geomembrane menggunakan pelapis yang kedap air, sehingga faktor penyusutan terbesar hanya berupa penguapan dan konsumsi air yang dilakukan tanaman padi.