Sifat Kimia dan Fisika Aluminium, Serta Fungsi dan Kegunaannya

Aluminium (Al) adalah suatu unsur kimia dalam golongan boron yang memiliki nomor atom 13. Unsur kimia ini tidak bersifat magnetik, berwarna perak putih sedikit kusam, lunak dan lembut. Setelah oksigen dan silikon, Al merupakan unsur kimia terbesar ke-3 di kerak bumi. Unsur kimia ini sangat jarang ditemukan dalam bentuk logamnya, nyaris semua ditemukan dalam bentuk senyawa, dimana sebagian besar berupa senyawa yang diberi nama bauksit.

Aluminium merupakan salah satu logam bermassa jenis rendah yang sangat tahan terhadap oksidasi/korosi. Ini dikarenakan terbentuknya lapisan oksida halus (saat logam ini terpapar udara) yang menghalangi oksidasi lebih lanjut terhadap lapisan logam di bagian yang lebih dalam. Reaksi kimianya sebagai berikut :

Al (s)  +  O2 (g)   →  Al2O3 (s)         ……………………..(i)

Dari reaksi kimia (i), lapisan oksida yang seketika terbentuk di udara terbuka bersifat sangat rapat dan sulit ditembus lebih lanjut oleh gas oksigen, sehingga oksidasi lanjutan menjadi hampir terhenti, dan berlangsung dengan sangat lambat. Hal inilah yang menyebabkan logam ini menjadi innert (kebal) terhadap udara dan sebagian zat-zat kimia.

Tak seperti terhadap udara, oksida Al bereaksi cepat dengan HCl, membentuk larutan AlCl3.

Al2O3 (s)  +  6 HCl  → 2 AlCl3 (l)  +  3 H2O  (aq)     …………….(ii)

Lepasnya lapisan tipis Al2O3 dipermukaan kulit logam menyebabkan mudahnya logam Al bereaksi dengan larutan HCl, seperti persamaan reaksi berikut.

2 Al (s)  +  6 HCl   →   2 AlCl3 (l)  +  3 H2 (g)      ………………..(iii)

Reaksi (iii) berlangsung cepat dan menghasilkan panas yang terus meningkat. Reaksi berlangsung makin cepat seiring makin naiknya temperatur cairan. Laju reaksi menurun sesaat jika cairan diencerkan menggunakan air, dan naik kembali seiring naiknya suhu larutan.

Sifat Fisika Aluminium

Al adalah logam yang relatif lunak, ringan, ulet, tahan lama, dan mudah ditempa. Logam yang baru ditempa / dicetak memiliki penampilan keperakan mengkilap, lama-kelamaan warna memudar menjadi perak abu-abu kusam.

Al memiliki massa jenis 2,70 g/cm3. Logam ini merupakan konduktor panas dan listrik yang baik, memiliki 60% konduktivitas tembaga, sedangkan massa jenisnya hanya 30% dari massa jenis tembaga. Meskipun konduktivitasnya lebih rendah dari tembaga, namun dalam hal umur pemakaian, logam ini lebih unggul, karena ketahanan terhadap korosi yang jauh lebih baik.

Ke halaman 2…

Tinggalkan Balasan