Kontroversi Keterangan Saksi Ahli Pada Persidangan Jessica Kumala Wongso

Kontroversi Keterangan Saksi Ahli Pada Persidangan Jessica Kumala Wongso. Persidangan Jessica Kumala Wongso yang didakwa membunuh Mirna Wayan Salihin menggunakan racun sianida masih terus bergulir, yang saat tulisan ini dimuat sedang mendengarkan keterangan saksi-saksi ahli.

Pada bagian ini kita mencoba mendalami kebenaran dari keterangan saksi-saksi ahli tersebut, khususnya pengertian ahli di bidang racun, dan lebih khusus lagi keahlian di bidang racun sianida.

Pada tulisan ini, penulis tidak bermaksud memihak, namun ingin meluruskan kebenaran tentang sianida, agar publik mendapat informasi yang tercerahkan.

Penamaan Sianida di Berbagai Daerah

Sianida memiliki banyak nama “istilah”, merujuk pada ucapan awal dari siapa yang pertama kali memperkenalkan pada daerah tersebut.

Di sebagian Jawa Barat, sianida sering disebut dengan istilah “sangkalim”. Di sumatera zat ini sering diberi istilah ‘potas” atau “tuba”, merujuk dari kation potassium pada senyawa potassium sianida (KCN), dan “tuba” memiliki arti “racun”.

Di beberapa daerah di pulau Jawa dan Indonesia Timur, sianida sering diberi istilah “air emas”, karena memang sianida digunakan untuk proses ektraksi emas dan larutan untuk bahan baku penyepuh dan pembersih perhiasan emas.

Di beberapa lokasi penambangan, sianida diberi istilah “CN”, merujuk pada kation CN dari senyawa sianida.

Keterangan – keterangan Saksi Ahli yang Bertentangan dengan Fakta Menyangkut Sianida

1. Keterangan yang Mengatakan Senyawa Alkali Sianida Bisa Merusak Kulit

Pada umumnya sianida yang mengandung alkali hidroksida (misalnya sodium sianida yang juga mengandung senyawa soda api atau caustic soda) hanya memiliki sifat iritasi sangat ringan pada kulit.

Namun pada jenis kulit yang sensitif terhadap golongan alkali, pengaruh terpapar sianida bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi.

Jika kulit yang terkena alkali sianida segera dibasuh dengan air, maka sifat iritasi menjadi hilang. Iritasi yang timbul bukan disebabkan oleh sianida, namun terjadi akibat reaksi antara kulit dan senyawa alkali.

Alkali hidroksida yang terkandung dalam sianida memiliki jumlah yang sedikit, sehingga efek iritasi yang ditimbulkan umumnya ringan saja.

Bandingkan dengan sebagian besar dari senyawa sianida organik yang ada pada tanaman (contohnya umbi singkong racun), dimana jenis sianida ini tidak menyebabkan iritasi pada kulit.

Ke halaman 2…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *