Kasus Sianida Mirna : Mungkinkah Dr Djaja Berpotensi Menjadi Tersangka Baru ?

Pagi tadi (14-09-2016) Edi Darmawan Salihin memberi keterangan sangat penting saat diwawancara salah satu media televisi nasional. Beliau mengatakan bahwa yang memaksa melakukan formalin ternyata saksi ahli sendiri, Dr. Djaja Surya Atmadja. Meskipun keluarga Mirna telah curiga anaknya diracun, namun Dr. Djaja memaksa untuk segera melakukan formalin, dengan alasan takut mayat membusuk. Ini bertentangan dengan kesaksian ahli ini di persidangan.

Adanya kecurigaan bahwa kemungkinan korban diracun mestinya menjadi sinyal kuat bagi saksi untuk tidak memaksakan kehendaknya. Namun mengapa Dr. Djaja mendesak untuk segera dilakukan formalin?!

Patut dicurigai kemungkinan adanya hubungan erat antara terdakwa dengan Dr. Djaja. Hingga saat ini masih menjadi misteri, tentang dari mana terdakwa mendapatkan sianida. Dalam kesaksiannya, Dr. Djaja mengatakan bahwa sianida merupakan bahan kimia yang sering digunakan di laboratorium di tempat dia mengajar.

Melakukan formalin (embalming), sementara di saat yang bersamaan dia tahu adanya kecurigaan dari pihak keluarga mengenai sebab-sebab kematian korban, dapat dikategorikan sebagai upaya menghilangkan barang bukti.

Adalah suatu kebohongan besar ketika seorang saksi ahli mengkhianati sains, berbohong dengan mengatas-namakan sains. Menilik dari keterangan yang diberikan, terlihat bahwa Dr. Djaja bukanlah ahli, namun orang yang mengaku ahli. Di persidangan dia menerangkan reaksi kimia yang terjadi saat sianida masuk ke lambung seseorang sebagai berikut : Sianida akan bereaksi dengan asam klorida, menghasilkan Na, OH, Cl, dan HCN. Pengajar ilmu sianida ini terlihat seolah-olah mengerti akan kimia analisis. Namun saat ditanya JPU, saksi berkelit dengan mengatakan bahwa dia tak mengerti kimia analis.

Apa yang terjadi saat NaCN bertemu dengan HCl ?

NaCN (l)  +  HCl (l)       ====>   NaCl (l)  +  HCN (l)    ………………(i)

Atau secara ionik ditulis sebagai berikut :

Na+  +  CN  +  H+  +  Cl  =====>   Na+  +  Cl  +  HCN (l)  ………(ii)

Reaksi di atas disebut sebagai reaksi substusi yang irreversible (tak bisa balik). HCN merupakan asam lemah, sehingga sulit untuk terdissosiasi. Ini yang menyebabkan HCN mudah menguap, walau dari larutan yang memiliki pH tinggi sekalipun.

Reaksi di atas terjadi akibat adanya beda potensial elektroda antar kation dan anion di masing-masing senyawa. Keseimbangan baru akan terbentuk dengan mengacu pada prinsip “Kation dengan potensial elektroda yang lebih positif akan berpasangan dengan anion yang memiliki potensial elektroda yang jauh lebih negatif, sebaliknya, kation yang memiliki potensial elektroda yang lebih negatif lebih memilih berpasangan dengan anion yang memiliki potensial elektroda lebih positif”.

Ke halaman 2…

20 comments

  1. Setuju, dr jaja.ini hrs dituntut, dan hrs divatalkan sbg saksi ahli krn dia punya kepentingan dg status kematian mirna seperti keinginannya Mati wajar krn sakit agar dia tidak disalahkan menghilangkan barang bukti pada kematian tdk wajar

  2. Faktanya:
    1. Surat keterangan kematian mirna dr rs abdi waluyo sdh ada, kl surat keterangan kematian sdh keluar artinya alm mati wajar..kl mati tidak wajar akan ada surat perintah otopsi,dimana kel alm menolak hingga skrg.
    2. Dokter djaja surya sudah menyarankan otopsi,kel menolak..
    3.kenapa dr djaja selaku dokter yg mengembalming mirna menjadi saksi ahli jessica?karena dr awal dr djaja sdh di bap oleh polisi .ngerti dong bap?ditanya2..tapi pengacara jessica (otto) bingung melihat berkas kasus ini kenapa dokter djaja sdh di bap tp tidak dihadirkan oleh kel alm.jadilah dr djaja dipanggil menjadi saksi ahli
    3.taukah kalian dimana saksi ahli ini bersifat netral.artinya tidak memihak..bisa dilihat dr pernyataan saksi ahli tidak menyatakan kalau jessica tidak meracun mirna.artinya saksi ahli tdk memihak.
    4. Kalau kel alm mau kasus ini terpecahkan harusnya dilakukan OTOPSI.lah bgmn mau tau penyebab kematian alm kl tdk diotopsi?nebak2??
    5. Jaksa n hakim sepertinya sdh disuap oleh salah satu pihak.bs dilihat dr sikap mereka yang memihak
    6. Taukah kalian asas praduga tak bersalah?jangan menebak2 n menuduh tanpa bukti yang jelas & jangan main hakim sendiri..
    7. Hargai semua pendapat org dan jangan membully satu sama lain

  3. Saya lihat dr. Djaja Surya sudah menerangkan bahwa mungkin ada racun lain selain sianida. Tapi hrs otopsi.
    Justru pertanyaannya: mengapa keluarga nolak otopsi jika mau cari kebenaran? Kasus ini gak ada bukti bahwa Jessica pelaku pembunuhannya. Lha mana ada mbunuh pake racun kok pembunuhnya ada di tempat kejadian nunggu sampe korbannya mati?

    • kalau masalah otopsi, hampir smua keluarga mencoba menghindarinya, yg comment disini pd aneh. saksi2 ahli dr jessica jelas2 bnyk yg janggal.itulah anehnya Indonesia, msh ada aja yg mihak penjahat. kaya ga pengen negaranya tuch aman,

  4. Kadang ada manusia yg gak punya perasaan, gw punya sdr mati dibunuh,tanpa sepengetahuan kel sdr gw diautopsi Dr dagu sampe Deket kelamin badannya dibelek n ada sayatan 2 kiri kanan Deket ginjal, bayangin aja klo anak u dibelah.siapa yg rela ngeliat anaknya digituin dah mati dibunuh diacak2 pula dalemnya,kel Mirna pikir dah cukup bukti buat jerat pelaku,tp yg dimasalahin autopsi mlulu.aneh aja klo masih berpihak pada sipelaku.

  5. Sangat janggal!! Seharusnya dr. Jaya menolak otopsi bahkan kalau dia dipaksa sekalipun karena dia sebagai ahli sangat tahu akan akibatnya. Patut dicurigai karena kenyataannya malah justru dr. Jaya yg memawarkan embalming. Kasihan UI punya dosen spt dr. Jaya.

  6. Saya orang awam, sjak pertama melihat sidang kesaksian dokter jaya, muncul pertanyaan besar dalam hati saya?? Kenapa dr. Jaya mau melakukan embalming padahal dia tahu bahwa ini kasus keracunan dan formalin bisa menghilangkan jejak sianida. Terlebih besoknya ada pemberitaan bahwa yang menawarkan embalming adalah dr. Jaya sendiri, semakin besar kecurigaan saya. Apakah doktwr jaya yang ahli itu pura2 bodoh???

  7. Yuk kita tanya sama dr. Jaya apabila yang meni ggal diracun itu keluarga dari dia apakah dia masih akan menawarkan dilakukan embalming. Jawabnya hanya ada di hati kecil anda dr jaya. Krn hati kecil tidak pernah berbohong

Tinggalkan Balasan