Konsep Modern Kapal Perang Multi Medan : Rajesa

Sebagai negara dengan luas laut yang lebih dari 2x luas daratannya, Indonesia sebagai negara maritim sudah seharusnya memiliki pertahanan laut yang mampu melindungi seluruh wilayah laut dari berbagai jenis ancaman.

Pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) menjadi pilihan utama, disamping pengembangan sumber daya pasukan pertahanan (dalam hal ini TNI). Pengadaan ALUTSISTA untuk wilayah perairan yang sangat luas tentu saja membutuhkan anggaran yang sangat besar, dimana saat ini peralatan yang dibeli sebagian besar masih berasal dari impor, yang memberatkan cadangan devisa Negara.

Pengadaan Alutsista lokal untuk sementara ini masih rendah dikarenakan penguasaan teknologi yang juga masih rendah.

Saat ini konsep pengadaan alutsista pun masih terbatas pada penguatan pertahanan, dan untuk menimbulkan efek deterrence bagi pihak-pihak asing.

Fungsi Alutsista di negara-negara maju

Fungsi alutsista di negara-negara produsen senjata telah berkembang, dari yang sebelumnya hanya bersifat menjaga pertahanan negara.

Fungsi alutsista di negara-negara maju menjadi beberapa point sebagai berikut :

  • Menjaga pertahanan negara
  • Penghasil devisa negara, dimana sebagian besar hasil produksi diekspor
  • Pengembangan pariwisata. Keamanan akan meningkatkan minat kunjungan wisatawan. Disamping itu, alutsista modern juga bisa menjadi salah satu tujuan wisata, baik domestikmaupun internasional.
  • Pengembangan industri entertainment. Industri perfilman Amerika Serikat tumbuh pesat seiring meningkatnya modernisasi alutsista mereka. Proses eksplorasi angkasa luar  yang sebagian masih bersifat  nirlaba dan turut menguras anggaran belanja pemerintah, bukanlah masalah besar di AS, karena ekspos dari ini menyebabkan lahirnya berbagai film yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Kita bisa melihat tingginya angka penjualan film Star Wars dan film-film sejenis, yang mampu menghasilkan devisa hingga ribuan trilyun rupiah setiap tahunnya.
  • Berkembangnya sektor-sektor penunjang, misalnya industri manufaktur, industri jasa, industri menengah dan hilir terhadap hasil komoditi, dan sebagainya.

Ke halaman 2…

One comment

Tinggalkan Balasan