Mengenang 1 Tahun Wafatnya Mirna (Yang Menyebabkan Seseorang di Pidana Bagian 2)

D. Melihat dari konstruksi pembelaan terdakwa, bestekin.com berkesimpulan bahwa terdakwa sudah sangat mengerti apa yang telah dia lakukan, dan apa yang terjadi setelah jenazah diembalming menggunakan formalin.

Berikut ulasan tim bestekin terhadap fakta-fakta sains di persidangan, khususnya hal-hal yang berhubungan dengan sub-bag. A di atas.

a. Tanda merah di kulit sebagai akibat dari keracunan sianida memang seharusnya ada, sebagaimana yang juga diakui oleh saksi-saksi ahli yang dihadirkan oleh JPU. Prof. Budi Sampurna mengatakan bahwa tanda cherry-red mulai terlihat setelah 2 jam seseorang tewas akibat keracunan sianida, tanda merah akan sempurna setelah 12 jam sejak kejadian keracunan. Tidak terlihatnya tanda merah pada kulit Mirna saat dilakukan otopsi disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  • Proses bedah mayat baru dilakukan setelah 4 hari sejak kematian Mirna.
  • Telah dilakukan embalming terhadap jenazah Mirna, dimana embalming yang menggunakan formalin justru menyebabkan hilangnya semua oksigen di dalam tubuh Mirna. Formalin, dewasa ini mulai ditinggalkan sebagai cairan untuk pengawetan jenazah. Ini disebabkan atas baunya yang menyengat dan potensi yang sangat besar dalam perusakan dan penghilangan barang-barang bukti yang  berkaitan dengan tindak pidana. Hilangnya barang bukti tanda merah di tubuh Mirna akibat dilakukannya embalming bisa dijelaskan oleh reaksi kimia berikut ini :

Formalin mudah bereaksi dengan oksigen sebagai berikut :

2 CH2O (l)  +  O2 (g)  =====>  2 HCOOH (l)       …….(i)

Pada reaksi (i), formalin bereaksi dengan oksigen menghasilkan larutan senyawa baru yang memiliki nama asam format (asam semut), yang merupakan gugus terpendek dari senyawa asam organik karboksilat.

Asam format yang terbentuk selanjutnya bereaksi dengan sisa oksigen di tubuh Mirna, sebagai berikut :

HCOOH (l)  +  O2 (g)  ====>  CO2 (g)  +  H2O (aq)  ……….(ii)

Pada reaksi (ii), adanya kontak antar muka antara cairan asam format dan sisa oksigen menyebabkan terjadinya reaksi penguraian asam format menjadi gas CO2 dan air.

Ke halaman 4…

Tinggalkan Balasan