Kelangkaan Garam Ditinjau Dari Perspektif Daya Saing Industri

Tahun ini persoalan komoditi garam nasional terjadi kembali. Akibat dari musim kemarau yang tak menentu, harga garam rakyat naik tajam dan langka di pasaran. Ini diikuti oleh naiknya harga garam industri, yang timbul (mungkin) akibat pengetatan impor garam yang dilakukan oleh pemerintah sebagai regulator.

Banyak kalangan tak habis pikir akan hal ini, mengingat Indonesia yang dikelilingi oleh laut sebagai sumber dari garam. Panjang pantai yang luar biasa rasanya tak mungkin harus mengalami kelangkaan garam, apalagi harus dicukupi oleh impor. Namun inilah kenyataan yang terjadi, yang harus dihadapi dan dipikirkan bersama cara penyelesaiannya.

Apakah Defenisi Garam Jika Ditinjau Dari Segi Kimia?

Garam yang secara umum dikenal adalah senyawa yang merupakan ikatan kimia antara atom natrium (Na) yang bermuatan positif dan atom klor (Cl) yang bermuatan negatif. Saat terlarut dalam air, ion Na+ dan Cl terdissosiasi (independen antara satu dan lainnya), namun setelah menjadi kristal terbentuk senyawa padat NaCl yang memiliki rasa asin. Secara umum garam ditemukan secara massive di laut. Artinya laut merupakan sumber utama dari garam.

Pentingnya Garam Bagi Industri Nasional

Hingga saat ini pembicaraan tentang garam masih sebatas swasembada dan bersifat populis. Garam hanya dinilai sebagai perasa untuk berbagai jenis makanan, bahan baku untuk pengasinan makanan, penyamakan kulit, pencuci pada industri tekstil, dan sebagian kecil penggunaan lainnya. Oleh karena itu secara politik subjek dari pembicaraan garam masih di seputar penyejahteraan petani, yaitu kelompok perorangan yang menjadi tulang punggung produksi garam nasional.

Pada kenyataannya, garam (NaCl) merupakan tulang punggung dalam industri kimia. Ada ribuan produk kimia yang menggunakan garam sebagai salah satu bahan bakunya.

Beberapa produk kimia tersebut sebagian akan dijelaskan pada bagian berikut :

  1. Garam adalah bahan utama untuk industri klor-alkali, yang memproduksi NaOH (soda api/caustic soda), HCl (asam klorida), NaOCl (sodium hypoklorida), dan H2O2 (hidrogen peroksida). Garam juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan soda ash, soda kue, dan ammonium klorida, yang ketiganya diperoleh melalui Solvay Process.
  2. Produk turunan garam digunakan dalam industri kertas (sebagai pemutih dan penetral getah), industri pembuatan kaca (penurun titik leleh silika), industri pembuatan minyak goreng dan mentega.
  3. Natrium dari garam digunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa sodium sulfite (Na2SO3) sodium sulphide (Na2S), sodium metabisulfite (Na2S2O5), sodium thiosulfate (Na2S2O3).
  4. Garam juga digunakan sebagai bahan baku industri pembuatan senyawa-senyawa kimia organik seperti sodium poliakrilat (bahan baku Super Absorbent Polymer pada industri popok bayi), pabrikasi dan regenerant resin penukar ion, dan ribuan senyawa-senyawa organik lainnya.
  5. Garam digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, yang membuat cairan infus dan ratusan jenis obat-obatan.
  6. Garam digunakan sebagai salah satu dalam pertanian dan perkebunan, dimana natrium merupakan salah satu unsur penting dari tumbuh-tumbuhan. Garam juga dipakai pada proses pengeboran minyak dan gas bumi

Di negara Tiongkok dan India, harga garam yang memenuhi spesifikasi industri (kandungan NaCl antara 97-99%) sangatlah murah. Murahnya harga garam di negara-negara lain menyebabkan majunya industri kimia mereka, suatu hal yang sulit diterapkan di Indonesia.

Ke halaman 2….

One comment

Tinggalkan Balasan