Pengolahan Air Laut, Wujud Masa Depan Industri Kimia Nasional

Air laut tak hanya mengandung mineral garam (NaCl), namun juga mengandung belasan senyawa kimia berharga lainnya. Pengolahan air laut tak berarti hanya membuat garam, melainkan bisa menghasilkan minimal 14 senyawa kimia yang bernilai tinggi.

Meskipun mengandung belasan senyawa kimia berharga, namun saat ini pengolahan air laut yang dilakukan masih sebatas upaya menghasilkan garam, utamanya dalam rangka mencukupi kebutuhan garam nasional.

Kebutuhan akan swasembada garam, khususnya garam dengan tingkat kemurnian yang tinggi, harusnya tak terpisahkan dengan pengolahan air laut, dimana dalam prosesnya, menghasilkan banyak senyawa kimia yang terpisahkan dan termurnikan, salah satunya adalah garam itu sendiri.

Meskipun air laut sarat dengan mineral-mineral ekonomis selain garam, namun menghasilkan garam saja pun para petani dan pemangku kebijakan masih menghadapi banyak kendala teknis dan non-teknis.

Minimnya terobosan teknologi dan anggapan bahwa garam bukan merupakan produk dengan nilai ekonomi sangat besar, membuat upaya program swasembada garam masih berjalan sangat lambat.

Komoditas Garam dan Hubungannya dengan Industri Kimia

Garam adalah senyawa kimia yang memainkan peranan vital dalam industri-industri kimia lanjutan. Secara kimia, istilah garam adalah senyawa yang merupakan ikatan kimia antara ion sisa asam dan ion sisa basa. Namun secara umum, istilah garam mengacu pada senyawa kimia NaCl. Dalam bahasa Inggris pun garam diberi kata “salt”, yang berarti NaCl.

Secara tradisional garam digunakan sebagai perasa pada makanan dan minuman. Makin tumbuhnya industri-industri kimia membuat garam menjadi komoditi yang sangat penting. Saat ini, hanya sekitar 6 % saja dari garam dunia, yang digunakan dalam makanan dan industri makanan dan minuman. 12% lainnya digunakan dalam proses pemurnian dan penghilangan kesadahan air, 8% untuk pelarutan es (deicing) pada jalan-jalan (di negara-negara beriklim sub-tropis dan kutub, pada saat salju menutupi jalanan), dan 6% untuk sektor pertanian, tambang, dan sebagainya. Sisanya (68%) digunakan untuk bahan baku industri kimia, dimana NaCl adalah salah satu bahan baku anorganik terbesar yang digunakan dalam proses industri.

Produk kimia utama dari garam adalah soda kaustik (NaOH) dan HCl, yang dipisahkan oleh elektrolisis larutan garam jenuh atau elektrolisis molten salt pada suhu tinggi. Garam digunakan dalam pembuatan PVC, plastik, pulp kertas, dan banyak senyawa anorganik dan organik lainnya. Garam juga digunakan sebagai fluks dalam produksi logam aluminium. Untuk tujuan ini, lapisan garam meleleh di atas logam cair, sehingga lelehan aluminium terlindungi dari oksidasi udara luar. Selama peleburan aluminium, lelehan garam juga berfungsi menghilangkan zat besi dan kontaminan lainnya.

Ke halaman 2

Tinggalkan Balasan