Pengolahan Air Laut, Wujud Masa Depan Industri Kimia Nasional

Garam juga digunakan dalam pembuatan sabun dan gliserin, dimana senyawa ini ditambahkan ke dalam tong untuk mengendapkan produk saponifikasi. Sebagai pengemulsi, garam digunakan dalam pembuatan karet sintetis, dan penggunaan lainnya adalah dalam penembakan tembikar, dimana garam ditambahkan ke tungku sebelum mengembun ke permukaan keramik, hingga glasur membentuk lapisan yang kuat.

Garam digunakan untuk proses pengeboran, baik untuk pengeboran sumur-sumur minyak dan gas bumi, juga pengeboran untuk eksplorasi mineral pada tambang. Pada proses pengeboran, garam ditambahkan ke cairan pengeboran untuk membuat dinding “stabil”, agar lubang yang terbentuk tidak roboh.

Ada banyak proses lain dimana garam terlibat di dalamnya. Ini termasuk penggunaannya sebagai mordant dalam proses pembuatan tekstil, untuk meregenerasi resin penukar ion dalam proses pelunakan air, untuk penyamakan kulit, pengawetan ikan, daging, dan sayuran, dan penggunaan untuk bahan baku obat-obatan pada industri farmasi.

Saat ini garam memegang peranan sangat penting dalam industri-industri kimia, dimana garam digunakan untuk menghasilkan produk-produk turunan yang bernilai tinggi. Produksi garam dunia berasal dari 3 cara berikut ini :

  1. Penambangan terbuka di danau-danau garam purba. Danau garam terbentuk di masa lalu, dimana air laut terjebak dalam cekungan daratan kering. Sangat rendahnya curah hujan menyebabkan terjadinya kristalisasi, sehingga membentuk daratan kristal garam. Tambang seperti ini ditemukan di Australia, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya.
  2. Tambang garam tertutup. Proses kristalisasi garam di daerah ini terjadi seiring dengan tertimbunnya air garam dari bagian atas oleh partikel padat (tanah). garam dari tambang tertutup selanjutnya dibersihkan dengan cara pencucian, penyaringan, dan penguapan.
  3. Evaporasi air laut. Produksi garam cara inilah yang umum dilakukan di berbagai negara. Evaporasi adalah penguapan air dari air garam, sehingga ion-ion akan terkristalisasi menjadi garam.

Penurunan kapasitas produksi garam global yang terjadi saat ini diakibatkan oleh mulai berkurangnya deposit tambang-tambang garam purba. Penurunan produksi juga disebabkan faktor anomali iklim dan cuaca.

Ke halaman 3

Tinggalkan Balasan