Pelatihan Pembuatan Garam Bestekin, Subdit Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi, KKP (Bagian 1)

Bestekin.com mengadakan pelatihan pembuatan garam bestekin kepada para pegawai Subdit Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, sejak tanggal 21 hingga tanggal 22 Desember, di Kabupaten Indramayu.

Pelatihan pembuatan garam bestekin dilakukan pada 2 lokasi. Hari pertama bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu. Hari ke-2 di lokasi demplot garam bestekin (lokasi demplot KKP).

Pelatihan ini diikuti oleh pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu, pegawai Subdit Pemanfaatan Laut dan Biofarmakologi Kementerian Kelautan dan Perikanan, beberapa perwakilan pengamat garam, dan Koperasi Produsen Garam Rejeki Agung.

pelatihan pembuatan garam bestekin

Pelatihan yang difasilitasi oleh Subdit Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi KKP ini, bertujuan untuk menyebarluaskan teknik pengolahan air laut metoda bestekin, dimana metoda ini sudah mulai diaplikasikan secara bertahap di demplot KKP. Demplot yang dioperasikan oleh Koperasi Produsen Garam Rejeki Agung, Indramayu ini untuk sementara waktu akan sering digunakan untuk alih sains khusus bidang pemanfaatan air laut.

Pelatihan “pembuatan garam bestekin” yang telah dilaksanakan meliputi :

1. Paparan tentang garam dunia, produk-produk senyawa kimia yang menggunakan bahan baku garam. Termasuk di dalamnya nilai perdagangan garam dunia, dan nilai perdagangan produk-produk senyawa kimia lain yang berhubungan dengan air laut.

2. Paparan tentang belasan senyawa kimia bernilai ekonomis yang berasal dari air laut, dimana garam (NaCl) sebagai salah satu darinya.

3. Pengajaran ilmu kimia yang berhubungan dengan air laut, khususnya untuk pemisahan dan pemurnian senyawa yang ada di dalam air laut.

Larutan NaCl adalah hasil terakhir dari proses pemisahan dan pemurnian, dimana proses pemisahan pertama justru terlebih dahulu menghasilkan senyawa magnesium.

4. Pengajaran Ilmu-ilmu Fisika yang berhubungan dengan cahaya, tekanan, dan kelembaban.

Ilmu cahaya yang menggunakan fisika cahaya kuantum difokuskan untuk bagaimana menangkap daya yang dipancarkan oleh cahaya matahari, dimana sebenarnya cahaya matahari memiliki daya yang super besar, 1000 watt per meter2.

Tekanan udara sebagai faktor utama dalam penguapan suatu cairan juga diajarkan secara aplikatif, khususnya berhubungan dengan penguapan air dari lahan pembuatan garam.

5. Perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi) dalam proses pembuatan garam.

Dalam proses pembuatan garam bestekin, HPP terdiri dari biaya pemakaian bahan kimia, biaya pemakaian listrik, biaya tenaga kerja, biaya komponen-komponen langsung lainnya, dan biaya penyusutan.

HPP adalah hal terpenting dari proses pembuatan suatu produk barang. Garam industri yang dibuat harus memenuhi kaidah layak jual dan layak daya saing.

Selama pelatihan, para peserta sangat antusias bertanya, khususnya tentang proses pembuatan garam yang selama ini mereka lakukan dan ketahui.

Pertanyaan tentang skala baume banyak mengemuka di awal sesi pelatihan. Pertanyaan ini diajukan karena adanya perbedaan antara skala baume air tua garam bestekin dengan air tua petani garam.

Garam bestekin memiliki nilai baume antara 22-23 pada larutan jenuhnya, sedangkan petani garam memiliki skala baume 24-25.

Pertanyaan tentang skala baume juga dibandingkan dengan artikel-artikel lain yang menyebut skala air tua berada di garis baume antara 24 hingga 25.

Bestekin.com memberi penjelasan bahwa skala baume berhubungan dengan berat jenis, yang bisa dikaitkan dengan kelarutan maksium NaCl dalam air yang relatif stabil, antara 351 g/L pada suhu 200C dan 359 g/L pada suhu 1000C. Kelarutan maksimum NaCl menghasilkan nilai berat jenis, yang bisa dikonversi ke skala baume. Grafik dibawah ini menunjukkan relasi kelarutan garam (dalam air) terhadap suhu larutan tersebut.

kelarutan nacl

Grafik 1. Kurva kelarutan maksimum NaCl dalam air

Skala baume yang tinggi pada air tua menggambarkan tingginya mineral ikutan, dimana hal ini mempengaruhi tingkat kemurnian garam yang dihasilkan.

diskusi antara pemberi materi dan pesertaAntusiasme peserta dalam berdiskusi membuat pemaparan materi menjadi mudah dicerna.

Ditambah latar belakang pengetahuan peserta pelatihan tentang garam, maka pemahaman tentang baume dan hal yang berkaitan dengannya menjadi mudah diterima.

Penjelasan tentang faktor-faktor penguapan air dan fisika cahaya merupakan pengalaman baru bagi peserta. Sebelum pelatihan pembuatan garam bestekin ini, faktor daya matahari dan angin belum dipahami oleh sebagian besar peserta.

Selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *