Senyawa-senyawa kimia deliquescent adalah senyawa kimia yang memiliki sifat sangat higroskopis. Deliquescence adalah suatu sifat zat yang sangat hygroskopis, dimana zat menyerap kelembaban dari atmosfer, hingga zat tersebut mencair.

Sedangkan higroskopis adalah sifat dari suatu zat yang cenderung menyerap air dari udara, namun tak sampai pada titik larut zat tersebut.

Deliquescence terjadi ketika tekanan uap larutan yang terbentuk kurang dari tekanan parsial uap air di udara.

Kalsium klorida dan magnesium klorida adalah zat deliquescent yang sering digunakan untuk penangkap debu di jalanan berdebu.

Jika disebarkan dalam bentuk serbuk atau serpih, ia menyerap lebih banyak air dibanding beratnya sendiri, membentuk cairan yang membuat jalan tetap basah.

Sifat deliquescence dapat juga dilihat dari kelarutan maksimum suatu zat yang berubah sangat signifikan terhadap perubahan suhu larutan.

Umumnya garam-garam bersifat hygroskopis karena kelarutan maksimum dalam air yang berubah terhadap kenaikan suhu larutan.

Namun pada senyawa deliquescence, perubahan kelarutan maksimum terhadap perubahan suhu larutan sangatlah signifikan.

Grafik dibawah ini memperlihatkan beberapa kurva kelarutan dari beberapa senyawa kimia.

kelarutan berbagai senyawa kimia

Grafik 1. Kurva kelarutan berdasarkan suhu larutan

Dari grafik di atas terlihat bahwa kelarutan maksimum dari senyawa-senyawa CaCl2, KNO3, NaNO3, Pb(NO3)2, KClO3, K2Cr2O7, naik sangat signifikan terhadap naiknya suhu larutan. Sedangkan kelarutan NaCl bersifat hampir stabil terhadap kenaikan suhu larutan, dan KCl naik signifikan.

Dari grafik 1, dapat dikatakan bahwa senyawa-senyawa yang sangat larut tersebut digolongkan sebagai senyawa deliquscent.

Ada banyak senyawa-senyawa kimia deliquescent, antara lain ; NaOH, MgCl2, ZnCl2, MgSO4, FeCl3, K2CO3, NH4NO3, KOH, dan sebagainya.

Air laut mengandung sejumlah senyawa yang bersifat deliquscence. Sifat ini membuat proses penguapan air dari air laut berjalan lambat, karena laju penguapan air diperlambat oleh ion-ion dari senyawa-senyawa deliquescent.

Senyawa-senyawa deliquescent yang ada di dalam air laut umumnya berasal dari senyawa-senyawa golongan II (golongan alkali tanah), dan sedikit dari golongan I (golongan alkali).

Rendahnya tingkat produktifitas garam yang diproduksi oleh para petani garam umumnya disebabkan oleh senyawa-senyawa deliquescent yang terlarut dalam air laut. Adanya senyawa deliquescent membuat penguapan air menjadi lambat, dan sangat tergantung pada panas matahari dan kelembaban udara.