Efek minum miras oplosan sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahkan tak jarang orang yang mengkonsumsinya tewas karena efek minuman jenis ini. Bahkan pasien miras oplosan yang sedang  dirawat di rumah sakit pun tak jarang mengalami kejadian fatal, yang berujung pada kematian.

Miras oplosan sering masuk dalam pemberitaan di berbagai media. Ini karena para peminum miras oplosan banyak ditemukan dalam kondisi sakit parah, sebagian diantaranya mengalami kematian. 

Mengapa efek minum miras oplosan begitu berbahaya bagi tubuh ?

Istilah miras oplosan adalah frase yang berasal dari kata “miras” dan “oplosan“, dimana kata “miras” merupakan singkatan dari “minuman keras”, dan “oplosan” adalah sinonim dari kata “campuran”.

Minuman keras memiliki konotasi pada senyawa organik alkohol, dan oplosan adalah campuran, misalnya campuran antara methyl alcohol dan ethyl alcohol (ethanol yang dicampur dengan methanol). Oplosan juga bisa berupa campuran antara methyl alcohol (methanol) dengan cairan-cairan perasa non-alkohol, yang membuat manis, dan sebagainya.

Metanol umumnya tersedia di pasaran, dan dijual dengan harga yang lebih murah daripada alkohol (etanol). Karena sifatnya yang juga memabukkan, maka metanol sering digunakan untuk menggantikan peran etanol sebagai minuman keras.

Miras oplosan (minuman keras oplosan) merupakan hasil pencampuran antara alkohol (etanol) dan metanol beserta jenis minuman lainnya, atau antara metanol dan beberapa jenis minuman lain.

Murahnya harga metanol menyebabkan zat kimia ini menjadi favorit untuk minuman keras murahan, namun memberi efek yang lebih berat daripada etanol.

Efek minum miras oplosan sesungguhnya berasal dari senyawa organik methanol (methyl alcohol). Methanol adalah golongan senyawa organik alkohol yang memiliki rantai karbon paling pendek. Yang membahayakan bagi tubuh adalah tersintesanya senyawa baru “formalin” dan “asam format” akibat reaksi antara methanol dan oksigen di dalam darah.

Mengapa methanol berbahaya jika masuk ke tubuh?!

Methanol sesungguhnya tak berbahaya jika tak diminum atau dihirup. Dalam jumlah kecil dan sedang, kulit yang terkena methanol hanya berasa dingin. Orang-orang membersihkan wajah menggunakan methanol, yang disebut dengan istilah alkohol pembersih wajah.

Methanol digunakan untuk disinfektan, sering digunakan untuk pembasuh luka dan mensterilkan berbagai peralatan kesehatan.

Bahaya methanol bagi tubuh baru muncul jika dikonsumsi via mulut atau hidung. Metanol memiliki efek racun yang cepat dan mendalam pada tubuh. Sesaat setelah tertelan, tubuh mengubah metanol menjadi formaldehida (formalin) dan asam format.

Saat asam format mulai terbentuk di tubuh, mulai terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat. Asam format menekan saraf pusat, menyebabkan gejala mengantuk, bingung, sulit bernafas, kejang, atau koma.

Methanol juga memiliki efek akut pada mata; Segera setelah terpapar, penderita mungkin mengalami kesulitan melihat dan penglihatan tampak redup. Jika kasusnya cukup parah, peminum methanol mungkin benar-benar buta permanen.

Efek minum miras oplosan adalah bentuk keracunan yang tidak biasa yang dapat menyebabkan gangguan metabolik, kebutaan, disfungsi neurologis dan kematian fatal. Mengkonsumsi metanol menyebabkan hipotensi berat seperti yang diamati dari penurunan tekanan darah diastolik, tekanan sistolik, dan rata-rata ABP.

Namun, peningkatan denyut jantung yang parah menunjukkan aktifitas mekanisme kompensasi untuk mengimbangi hipotensi, yang akhirnya menyebabkan kematian pada keracunan metanol.

Tubuh manusia normal menyerap sejumlah kecil metanol yang berasal dari makan buah dan sayuran. Hampir setengah gram asupan harian metanol dilaporkan aman untuk orang dewasa.

Di dalam tubuh, metanol mengalami proses reaksi kimia yang menghasilkan sintesa senyawa-senyawa kimia baru, salah satunya formalin.

Proses reaksi methanol di dalam tubuh sebagai berikut :

  • Methanol dioksidasi oleh oksigen menjadi methanal (HCHO, formaldehyde). Formalin adalah bentuk cair dari formaldehyde. Sintesa formalin di dalam tubuh disebabkan reaksi antara methanol dan oksigen di dalam darah, dengan reaksi sebagi berikut :

2 CH3OH + O2 → 2 CH2O + 2 H2O

Di dalam darah, formalin terbentuk akibat reaksi antara methanol dan oksigen yang berasal dari cytochrome oxidase, yaitu suatu enzime yang membawa oksigen di darah merah. Akibatnya orang yang meminum miras oplosan akan mengalami kekurangan oksigen.

Formalin adalah senyawa kimia organik yang bersifat racun dan sangat karsinogen. Paparan formalin di dalam tubuh dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker, dalam dosis besar bisa membawa kematian yang fatal.

  • Methanol bereaksi dengan gas CO di dalam darah, menghasilkan asam format (HCOOH).

Reaksi kimianya sebagai berikut :

Pada suasana basa di dalam darah, methanol bereaksi dengan gas CO (karbon monoksida), menghasilkan methyl format

CH3OH + CO → HCO2CH3

Methyl format yang terhidrolisis selanjutnya berubah menjadi asam format dan methanol yang baru, seperti reaksi di bawah ini.

HCO2CH3 + H2O → HCO2H + CH3OH

Asam format punya nama lain asam semut, karena saat menggigit, semut menyemprotkan cairan racun yang berupa asam format. Orang yang digigit semut umumnya kesakitan, panas, dan nyeri.

Methanol mudah diserap oleh semua jaringan dan didistribusikan ke dalam cairan tubuh.

Volume distribusi methanol 0,6 L / kg, dan dimetabolisme secara ekstensif (terutama melalui hati), namun sebagian kecil dikeluarkan dari paru-paru dan ginjal. Ekskresi metanol relatif lambat (kira-kira 24 jam) dan terutama diekskresikan sebagai asam format dalam urin.

Penghilangan metanol sebagai asam format terjadi terutama melalui ekskresi urin. Pada konsentrasi tinggi, eliminasi metanol menjadi jenuh dan tak signifikan, dengan laju kira-kira 85 mg / L, yaitu sekitar setengah dari laju eliminasi etanol. Ekskresi asam formiat maksimum mungkin terjadi pada hari ke 2 atau ke-3 setelah konsumsi.

Sejumlah kecil metanol yang diekskresikan tidak berubah di paru-paru dan ginjal (2% dari dosis 50 mg / kg). Konsentrasi metanol dalam urin mungkin 20-30% lebih tinggi dari pada darah. Lambatnya ekskresi methanol menyebabkan orang yang sakit karena minum miras oplosan mungkin tak langsung tewas, namun bisa saja setelah 2 atau 3 hari kemudian.

Penggunaan metanol sebagai minuman beralkohol telah menyebabkan cacat parah dan hilangnya nyawa manusia. Setelah menelan atau menghirup, metanol awalnya memiliki efek narkotika yang diikuti oleh periode asimtomatik sekitar 10-15 jam. 

Gejala awal keracunan metanol (minum 1-4 ons) dapat tertunda selama 10-15 jam saat tubuh sedang memetabolisme metanol untuk diubah menjadi formalin dan asam format.

Tahap selanjutnya tubuh mengalami kelemahan, pusing, sakit kepala, mual muntah, dan penglihatan kabur. Pada kasus-kasus yang parah akibat sengaja minum metanol melalui miras oplosan, keracunan metanol dapat menyebabkan kebutaan atau kematian permanen.

Perawatan Korban Miras Oplosan

Ada beberapa jenis perawatan yang tersedia untuk menangani Efek minum miras oplosan, termasuk perawatan dini dengan sodium bicarbonate untuk membantu mencegah gangguan penglihatan. Dalam penanganan rumah sakit, hemodialisis (cuci darah) adalah tindakan paling efektif dalam menghilangkan metanol, formalin, dan asam format dari darah.

Asupan etanol secara bertahap telah terbukti mengurangi kadar asam format, dimana proses ini harus dalam pengawasan dokter. Metanol menghasilkan efek toksik pada hampir semua sistem organ tubuh, namun sistem saraf pusat, sistem kardiovaskular dan sistem pernapasan sangat terpengaruh oleh toksisitas metanol.

Dapat disimpulkan bahwa efek minum miras oplosan sama saja dengan meminum formalin dan asam format, alias minum racun yang disengaja. 

Ancaman hukuman yang relatif ringan bagi para pembuat miras oplosan tak sebanding dengan efek yang ditimbulkan. Perlu kiranya dibuat sanksi hukum yang jauh lebih berat bagi para pembuat dan pengedar miras oplosan.