MENJAGA KUALITAS COOLING WATER DALAM UTILITAS INDUSTRI

cooling tower

Pendinginan air (water cooling) adalah metode pemindahan panas dari suatu komponen dan peralatan industri. Berbeda dengan pendinginan udara, pada cooling water, air digunakan sebagai konduktor panas. Pendinginan air biasanya digunakan untuk pendinginan mesin pembakaran internal mobil (sering disebut dengan istilah radiator) dan fasilitas industri besar, seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PLTA, kilang minyak bumi, dan pabrik-pabrik kimia. Penggunaan lainnya termasuk pendinginan barel senapan mesin, pendinginan minyak pelumas di pompa, pendinginan untuk tujuan penukar panas, pendinginan suatu produk dari tangki atau kolom, dan yang terbaru digunakan untuk mendinginkan berbagai komponen utama di komputer pribadi kelas atas seperti CPU, GPU, dan motherboard. Mekanisme utama pendinginan air adalah perpindahan panas konvektif.

Air pendingin (cooling water) adalah air yang mengeluarkan panas dari mesin atau suatu sistem. Air pendingin dapat di daur-ulang melalui sistem sirkulasi (recirculating system) atau digunakan dalam sistem pendinginan satu kali (OTC) (Once Through Cooling System). Sistem sirkulasi mungkin terbuka jika pabrik mengandalkan menara pendingin atau kolam pendingin untuk menghilangkan panas, atau tertutup jika pembuangan panas dilakukan dengan kehilangan air pendingin yang menguap. Kondensor atau penukar panas dapat memisahkan air pendingin tanpa kontak dari cairan yang didinginkan, atau kontak air pendingin dapat langsung menimpa barang yang akan didinginkan.

Sistem sirkulasi kembali (recirculating system) atau sistem loop tertutup menggunakan kembali air pendingin dalam siklus berikutnya, daripada mengeluarkannya kembali ke sumber air aslinya. Recirculating system yang paling umum digunakan adalah sistem sirkulasi basah menggunakan menara pendingin untuk mengekspos air ke udara sekitar. Beberapa dari air menguap ; sisanya kemudian dikirim kembali ke kondensor di pembangkit listrik.

Karena sistem sirkulasi basah hanya menarik air untuk mengganti air yang hilang melalui penguapan di menara pendingin, sistem ini memiliki penarikan air yang jauh lebih rendah daripada sistem sekali pakai, namun cenderung memiliki konsumsi air yang lebih tinggi.

Penerapan Cooling Water di Industri

Sistem cooling water terdiri dari 3 jenis, yaitu once through cooling system, closed recirculating system, dan open recirculating system.

Perbedaan signifikan dari ketiga sistem ini adalah jumlah air pendingin yang digunakan, sumber air, dan penerapannya. Untuk once through cooling system (OTC), biasanya jumlah air yang digunakan sangat besar, umumnya diperoleh dari air laut, sungai besar, atau danau yang berdekatan dengan letak Plant. Berbeda dengan OTC, dalam closed recirculating system, biasanya air pendingin yang digunakan digunakan kembali untuk proses pemanasan selanjutnya, dengan pendingin sekunder once through system atau open recirculating system. Penerapan sistem ini terdapat pada pendinginan mesin bakar dan membutuhkan make up water relatif sedikit. Persamaan dari kedua sistem ini adalah kandungan mineral dalam air pendingin relatif konstan.

Umumnya industri menerapkan sistem open recirculating system, karena sistem ini mampu memenuhi kebutuhan air pendingin di seluruh unit produksi dan tidak harus bergantung lokasi seperti once through system. Sistem ini menggunakan menara pendingin yang mensirkulasikan air pendingin ke sistem (heat exchanger).

Di Indonesia, penerapan open recirculating system banyak digunakan pada PLTU-PLTU yang berbahan bakar batu bara.

Ke halaman 2…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven − seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.